Teheran, 24 Juni 2025 — Pemerintah Iran secara resmi menerima tawaran gencatan senjata pada Selasa malam waktu setempat, setelah berminggu-minggu mengalami eskalasi konflik dengan koalisi pasukan multinasional di kawasan Teluk. Keputusan tersebut diumumkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung dari Teheran.
“Kami telah memutuskan untuk menerima usulan gencatan senjata demi menjaga stabilitas kawasan dan menghindari jatuhnya korban sipil lebih lanjut,” ujar Kanaani. Ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui konsultasi dengan para pemimpin tinggi Iran serta dengan dukungan dari mitra-mitra strategis, termasuk Rusia dan Tiongkok.
Gencatan senjata ini merupakan hasil dari perundingan intensif yang dimediasi oleh PBB dan Qatar selama beberapa hari terakhir. Dalam pernyataan resminya, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyambut baik keputusan Iran dan menyatakan harapannya agar semua pihak yang terlibat dapat menghormati kesepakatan ini.
“Kami berharap ini menjadi langkah pertama menuju dialog diplomatik yang berkelanjutan, bukan hanya penghentian sementara permusuhan,” kata Guterres.
Langkah Iran ini dinilai sebagai sinyal penting meredanya ketegangan regional setelah serangan udara yang terjadi di beberapa titik strategis Iran dan negara-negara tetangga dalam beberapa pekan terakhir. Ribuan warga sipil dilaporkan mengungsi, sementara infrastruktur energi dan transportasi mengalami kerusakan parah.
Pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Antony Blinken juga menyatakan apresiasi atas keputusan Iran. “Kami melihat ini sebagai kemajuan positif, dan kami mendesak semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan,” ujarnya.
Belum ada kejelasan mengenai durasi gencatan senjata ini, namun sejumlah diplomat menyebut perjanjian awal mencakup penghentian serangan militer, pembukaan jalur bantuan kemanusiaan, dan pembebasan tahanan politik dalam waktu dekat.
Dengan diterimanya gencatan senjata ini, harapan untuk meredakan konflik dan mengembalikan stabilitas di Timur Tengah kembali terbuka. Namun, para pengamat memperingatkan bahwa keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada komitmen politik dan upaya nyata dari seluruh pihak yang terlibat.
























