• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Ali Syarief by Ali Syarief
June 24, 2025
in Birokrasi, Feature, Spiritual
0
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%
Share on FacebookShare on Twitter

“Yang suci adalah niat jemaah. Yang korup adalah sistem yang mengantarnya.”

Fusilatnews – Barangkali, kita harus mengakui satu hal yang selama ini diam-diam kita pahami bersama: bahwa Kementerian Agama—sebuah lembaga yang semestinya mengurus ruang batin publik—telah terlalu lama berkubang dalam aroma busuk korupsi. Ini bukan tuduhan baru. Ini bahkan bukan rahasia lagi. Ini semacam “rahasia umum”, yang seperti semua rahasia umum lainnya, hidup karena dibiarkan.

Dan kini, catatan diplomatik dari Kedutaan Besar Arab Saudi menjadi semacam gong halus—yang nadanya rendah namun menggema—tentang betapa kacaunya penyelenggaraan haji kita. Catatan itu bukan laporan, bukan kritik terbuka, hanya nota diplomatik. Ia bicara dalam bahasa negara, dengan sopan dan tenang, tapi cukup membuat pucat para birokrat yang seharusnya bertanggung jawab atas kenyamanan jutaan jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Ketua DPR, Puan Maharani, merespons dengan wacana pembentukan panitia khusus—Pansus Haji. Kalimat-kalimatnya terdengar normatif, sopan, dan penuh jeda. Seolah-olah ia tahu bahwa di hadapannya ada sumur tua yang dalam, berlumpur, dan sudah lama tidak disentuh. “Banyak hal yang harus kita evaluasi,” katanya. Sebuah pernyataan yang, meski terdengar biasa, menyimpan bayangan: kita sedang mengelola sesuatu yang besar, tetapi dengan tangan yang terlalu kecil dan kepala yang tidak cukup jernih.

Penyelenggaraan haji, bagi negara seperti Indonesia, bukan sekadar perjalanan spiritual. Ia adalah manajemen logistik raksasa yang menyentuh ratusan ribu warga. Dari sistem digital bernama E-Haj hingga pemindahan jemaah dari Madinah ke Makkah. Dari menu makanan hotel di Makkah sampai perbedaan data dalam manifes penerbangan. Ini adalah proyek raksasa, dan dalam raksasa itu, selalu ada lubang untuk kebocoran.

Namun masalah kita bukan semata pada data yang berbeda, pada antrean yang kacau, atau pada penyembelihan dam yang terlambat. Masalahnya ada pada struktur—pada institusi yang dari awal sudah terlalu lelah, terlalu penuh kompromi, terlalu sering jadi lahan basah. Kementerian Agama tidak berdiri sebagai penjaga moral bangsa, ia lebih menyerupai pasar dalam cerita-cerita klasik: ramai, gaduh, dan penuh transaksi.

Maka wajar jika muncul pertanyaan: apakah ini hanya soal manajemen? Ataukah lebih dalam lagi, sebuah krisis integritas?

Mereka yang pernah bersentuhan langsung dengan sistem haji tahu: ada biaya tambahan tak tercatat, ada oknum yang menjual kuota, ada pengusaha yang bermain di balik layar dengan restu kekuasaan. Yang suci adalah niat jemaah; yang korup adalah sistem yang mengantarnya.

Dan kita membiarkannya.

Surat diplomatik itu seperti cermin kecil yang dikirim dari Riyadh. Cermin itu tidak retak, tidak buram, tapi cukup jernih untuk memantulkan bayangan kita yang sebenarnya. Bukan bayangan jamaah yang berdoa di Arafah, tapi bayangan para pejabat yang bermain kuasa di balik tenda.

Kini, saatnya menyapu lantai yang selama ini hanya dibersihkan di permukaan. Mungkin Pansus hanyalah satu sapuan. Tapi jika hanya menjadi panggung politik untuk berpura-pura bersih, maka kita hanya akan menciptakan rutinitas pura-pura: evaluasi, rapat, pidato, lalu lupa. Dan korupsi akan kembali tumbuh, seperti semak liar yang subur karena dibiarkan.

Kita butuh sesuatu yang lebih dari sekadar evaluasi tahunan. Kita perlu mengganti kaca jendela yang lama dengan yang baru, agar sinar bisa masuk lebih terang. Dan mungkin, dengan itu, kita bisa melihat kembali bahwa penyelenggaraan haji bukan sekadar soal teknis, tapi tentang kemuliaan niat, amanah, dan kehormatan publik.

Karena ketika ibadah menjadi ladang untung, dan kepercayaan menjadi mata uang, maka bukan hanya agama yang diinjak-injak—melainkan juga martabat bangsa.

—

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Iran Terima Tawaran Gencatan Senjata, Ketegangan di Timur Tengah Mulai Mereda

Next Post

Nikita Mirzani Diborgol, Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Pemerasan Rp 4 Miliar

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?
Feature

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

July 4, 2026
Feature

REVISI UU NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT: UNTUK SIAPA?

July 3, 2026
Next Post
Nikita Mirzani Diborgol, Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Pemerasan Rp 4 Miliar

Nikita Mirzani Diborgol, Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Pemerasan Rp 4 Miliar

Pembantaian Terbaru di Gaza: Puluhan Tewas Saat Menanti Bantuan, Rumah Sakit Kewalahan

Pembantaian Terbaru di Gaza: Puluhan Tewas Saat Menanti Bantuan, Rumah Sakit Kewalahan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026
Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

July 4, 2026
Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

July 4, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Membaca Langkah Catur Raja Juli Kembalikan Amplop Gratifikasi

July 3, 2026

REVISI UU NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT: UNTUK SIAPA?

July 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist