Iriana Joko Widodo, lahir di Surakarta pada 1 Oktober 1963, adalah istri dari Presiden Indonesia, Joko Widodo. Sebagai seorang pendamping kepala negara, Iriana dikenal melalui berbagai aktivitas sosialnya, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Gaya hidupnya yang sederhana mencerminkan nilai-nilai keluarga yang ia junjung tinggi sejak awal perjalanan hidupnya.
Iriana menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya, sebelum melanjutkan ke Akademi Sekretari Surakarta. Pada 24 Desember 1986, ia menikah dengan Joko Widodo, yang pada saat itu adalah seorang pengusaha mebel. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga anak: Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep, serta lima cucu yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Sejak mendampingi Joko Widodo di dunia politik, mulai dari menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden Indonesia, Iriana tetap menjalankan peran penting sebagai pendukung utama suaminya. Selain mendampingi dalam acara kenegaraan, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satu peran signifikan yang ia jalankan adalah keterlibatannya dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), yang fokus pada pencegahan kekerasan terhadap anak, pemberantasan narkoba, dan promosi kesehatan.
Dalam setiap aktivitasnya, Iriana sering menggunakan pakaian tradisional seperti batik dan kebaya, mencerminkan kebanggaannya terhadap budaya Indonesia. Melalui penampilannya ini, ia turut mempromosikan budaya nasional di berbagai kesempatan, baik dalam acara lokal maupun internasional.
Meski sering berada di sorotan publik, Iriana tetap menjaga kehidupan pribadi yang sederhana. Hal ini sejalan dengan citra keluarga Jokowi yang mengedepankan kesederhanaan dan kedekatan dengan masyarakat. Perannya lebih sering terlihat sebagai pendamping yang mendukung tugas suaminya, tanpa menonjolkan diri secara berlebihan.
Iriana Joko Widodo adalah sosok yang menunjukkan bahwa peran seorang pendamping presiden dapat dijalankan dengan pendekatan yang sederhana namun tetap membawa manfaat bagi masyarakat. Melalui kontribusinya dalam kegiatan sosial dan budaya, ia turut memberikan dampak positif yang dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Biodata Iriana Joko Widodo
Nama Lengkap: Iriana Joko Widodo
Nama Lahir: Iriana
Tempat Lahir: Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Tanggal Lahir: 1 Oktober 1963
Usia: 61 tahun (per Januari 2025)
Agama: Islam
Pendidikan:
- SD Negeri Solo
- SMP Negeri di Solo
- SMA Negeri 3 Surakarta
- Diploma, Akademi Sekretari Surakarta
Pekerjaan: Istri Presiden Indonesia (2014–2024), sebelumnya aktif sebagai ibu rumah tangga dan mendukung aktivitas sosial suaminya.
Pasangan: Joko Widodo (menikah pada 24 Desember 1986)
Anak-anak:
- Gibran Rakabuming Raka
- Kahiyang Ayu
- Kaesang Pangarep
Cucu:
- Jan Ethes Srinarendra
- Sedah Mirah Nasution
- La Lembah Manah
- Panembahan Al Nahyan Nasution
- Aliko Lojait Hakam
Kegiatan Sosial dan Peran Publik:
- Sebagai Ibu Negara, Iriana aktif dalam kegiatan sosial, terutama yang terkait dengan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
- Memimpin Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) yang fokus pada pemberantasan narkoba, pencegahan kekerasan terhadap anak, serta promosi kesehatan masyarakat.
Hobi dan Minat:
- Menyukai kegiatan memasak dan merawat keluarga.
- Menyukai seni tradisional seperti batik dan kebudayaan Jawa.
Karakteristik:
Iriana dikenal sebagai sosok yang sederhana, ramah, dan keibuan. Penampilannya yang bersahaja sering menjadi sorotan, mencerminkan gaya hidup keluarganya yang sederhana meski berada di lingkup kekuasaan.
Penghargaan dan Pencapaian:
- Dikenal sebagai salah satu Istri Presiden yang berperan besar dalam diplomasi lunak Indonesia.
- Diapresiasi atas dukungannya terhadap Jokowi selama masa jabatannya, baik di tingkat lokal (sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta) maupun nasional.




















