• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Ironi Amanat UUD 1945: Saat Pendidikan dan Gizi Menjadi Barang Mewah

Ali Syarief by Ali Syarief
February 12, 2025
in Birokrasi, Feature, Politik
0
Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Pemerintahan Jokowi: Nepotisme dan Korupsi Mendominasi Polling Online, Berbeda dengan Hasil Survei Kompas
Share on FacebookShare on Twitter

Amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat (3) menyebutkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pencapaian tujuan ini masih jauh dari harapan. Setidaknya ada tiga faktor fundamental yang seharusnya menopang upaya mencerdaskan bangsa: kesehatan, makanan bergizi, dan pendidikan. Sayangnya, ketiga aspek ini masih terpinggirkan oleh kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.

Kesehatan: Kemewahan yang Tak Terjangkau

Kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang seharusnya dijamin oleh negara. Namun, dalam kenyataannya, akses terhadap layanan kesehatan yang layak masih menjadi tantangan besar bagi mayoritas rakyat Indonesia. Biaya pengobatan yang semakin mahal, keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah terpencil, serta layanan BPJS yang kerap mengalami kendala teknis dan administratif menjadi gambaran betapa sistem kesehatan nasional masih jauh dari ideal. Kesehatan yang seharusnya menjadi landasan utama dalam menciptakan generasi yang cerdas dan produktif, kini justru menjadi beban berat bagi masyarakat.

Makanan Bergizi: Indikator Buruknya Kesejahteraan

Buruknya gizi anak-anak bangsa menjadi salah satu indikator kegagalan negara dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya. Rencana Prabowo untuk menjalankan program makan gratis bergizi bagi anak-anak sekolah sebenarnya merupakan pengakuan tersirat atas kegagalan pemerintah dalam memastikan kesejahteraan gizi masyarakat. Program ini lahir dari realitas bahwa banyak anak Indonesia masih mengalami kekurangan gizi, bahkan di beberapa daerah, angka stunting masih tinggi. Ironisnya, program ini justru mengindikasikan bahwa akses terhadap makanan bergizi bukanlah sesuatu yang mudah bagi masyarakat Indonesia, melainkan kemewahan yang harus disediakan secara khusus oleh pemerintah.

Pendidikan: Masih Barang Mewah

Janji kampanye Prabowo untuk menggratiskan pendidikan hingga kini masih menjadi wacana tanpa kejelasan realisasi. Faktanya, pendidikan masih menjadi barang mahal yang sulit dijangkau oleh sebagian besar masyarakat. Biaya sekolah yang tinggi, akses yang terbatas di daerah terpencil, serta minimnya kualitas tenaga pendidik semakin memperlebar kesenjangan pendidikan di Indonesia. Konsep pendidikan gratis seharusnya tidak hanya menjadi janji politik, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan nyata yang memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas.

Paradox APBN 2025: Efisiensi vs Kenyataan Anggaran

Pemangkasan anggaran dalam APBN 2025 menjadi tantangan besar bagi realisasi program-program strategis, terutama dalam sektor kesehatan, gizi, dan pendidikan. Di satu sisi, pemerintah mengusung konsep efisiensi anggaran, namun di sisi lain, alokasi dana untuk sektor fundamental justru mengalami pengurangan. Sementara itu, pembengkakan anggaran akibat kabinet yang gemuk serta tingginya biaya operasional pejabat semakin memperlihatkan ketimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka mimpi mencerdaskan kehidupan bangsa hanya akan menjadi retorika tanpa implementasi.

Kesimpulan

Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan sekadar amanat konstitusi, tetapi merupakan tanggung jawab moral pemerintah untuk memastikan bahwa rakyatnya memiliki akses yang layak terhadap kesehatan, makanan bergizi, dan pendidikan. Sayangnya, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa ketiga aspek tersebut masih jauh dari harapan. Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini, maka cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang cerdas, sehat, dan sejahtera akan semakin sulit diwujudkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Di Tengah Pemangkasan Anggaran ŔRI Pastikan Tak ada PHK

Next Post

Polri Ungkap Peran Kades dan Sekdes Kohod dalam Pemalsuan Surat Izin Lahan Pagar Laut Tangerang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Feature

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Feature

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026
Next Post
Usai Debat Sengit Dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATTR/ Kepala BPN), Kades Kohod “Menghilang” Dari Rumahnya

Polri Ungkap Peran Kades dan Sekdes Kohod dalam Pemalsuan Surat Izin Lahan Pagar Laut Tangerang

Jangan Biarkan Jokowi Merusak Sistem Demokrasi demi Dinasti Politik dan Nepotisme

Petrus Selestinus: Hakim Harus Jadikan Perkara Hasto Momentum Perbaiki Kinerja KPK

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026
Tangkap Tiyo Ardianto!

Tangkap Tiyo Ardianto!

June 16, 2026
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...