• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ironi dari Bulaksumur: Yang Dhaif Melaporkan yang Sahih

Ali Syarief by Ali Syarief
May 2, 2025
in Crime, Feature, Law
0
Ironi dari Bulaksumur: Yang Dhaif Melaporkan yang Sahih
Share on FacebookShare on Twitter

Di kampus kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM), integritas dan kejujuran adalah dua hal yang sejak lama dijunjung tinggi. Di sanalah semangat keilmuan dibangun bukan sekadar untuk mengejar gelar, tapi untuk membentuk karakter dan keberanian moral. Namun, pekan ini, nilai-nilai itu diuji, bukan oleh lawan dari luar, melainkan oleh seorang tokoh yang mengaku berasal dari rahimnya sendiri.

Joko Widodo, yang selama ini mengklaim sebagai alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980, belakangan melaporkan tiga orang yang dikenal luas sebagai alumni sah kampus yang sama. Ketiganya adalah figur publik dengan latar belakang akademik yang tak diragukan: Dr. Roy Suryo, pakar telematika dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga; Dr. Rismon Hasiholan Sianipar, dosen dan peneliti kehutanan; serta dr. Tifa, dokter dan aktivis kemanusiaan yang dikenal vokal dalam isu-isu demokrasi dan hak sipil.

Laporan itu terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi bohong mengenai latar belakang pendidikan Jokowi. Namun, langkah ini kontan menimbulkan reaksi publik. Bukan semata karena substansi tuduhan, tetapi karena ironinya begitu telanjang: seseorang yang keabsahan ijazahnya dipertanyakan justru melaporkan mereka yang tak diragukan silsilah akademiknya. Di mata publik, ini bukan semata adu data, melainkan pergulatan antara simbol kekuasaan dan keberanian menyuarakan pertanyaan yang selama ini ditutup-tutupi.

Isu soal keaslian ijazah Jokowi bukan barang baru. Desas-desus itu berembus sejak ia mencalonkan diri sebagai presiden pada 2014, dan makin menguat pasca-2022, saat sejumlah pihak mulai menyuarakan keraguannya secara terbuka. Namun, hingga hari ini, alih-alih membuka data otentik secara transparan, yang muncul justru sikap membungkam—baik melalui pelaporan hukum maupun penyangkalan sepihak dari institusi terkait.

UGM sendiri beberapa kali menyatakan bahwa Jokowi adalah alumnus mereka. Namun pernyataan itu kerap tanpa disertai dokumen konkret seperti ijazah, foto wisuda, atau daftar yudisium yang bisa diverifikasi publik. Ketiadaan transparansi inilah yang kemudian menimbulkan ruang spekulasi. Dalam ruang itu, lahirlah keberanian tokoh-tokoh seperti Dr. Roy Suryo, Dr. Rismon Sianipar, dan dr. Tifa—tiga alumni UGM yang angkat bicara karena merasa ada yang janggal dari pengakuan sang presiden.

Roy Suryo walau tidak satu angkatan dengan Jokowi, tak pernah melihat di dokumentasi albumnya di kampus selama masa perkuliahan. “Saya cari di album, tak ada. Di daftar yudisium juga tak pernah lihat,” ujarnya dalam sebuah diskusi publik. Dr. Rismon turut mendukung keterbukaan data, sementara dr. Tifa berulang kali menyuarakan pentingnya transparansi dalam demokrasi, termasuk soal latar belakang pemimpin negara.

Pelaporan ini bisa dibaca sebagai bentuk ketidaknyamanan terhadap suara-suara sumbang yang mempertanyakan narasi resmi kekuasaan. Di era demokrasi yang sehat, kritik harus dijawab dengan klarifikasi, bukan kriminalisasi. Apalagi ketika kritik itu datang dari orang-orang yang punya legitimasi moral dan intelektual di hadapan publik.

Yang lebih menyakitkan adalah efek psikologisnya terhadap kampus UGM itu sendiri. Ketika alumnus yang sah dilaporkan oleh seseorang yang ditengarai menyandang status palsu, maka yang tercoreng bukan hanya nama individu, tapi nama almamater itu sendiri. Kampus seakan tak mampu melindungi integritasnya, dan diam menyaksikan alumni-alumni kritis dibungkam oleh kekuasaan.

UGM, dalam posisi ini, seperti dipaksa bungkam oleh narasi resmi negara. Padahal, dalam sejarahnya, UGM bukan kampus yang bisa ditundukkan hanya oleh tekanan kekuasaan. Ia melahirkan banyak pemimpin, tapi juga banyak pemberontak moral. Mereka yang lebih memilih jalan kebenaran ketimbang kekuasaan.

Tiga alumnus sah UGM yang kini dipolisikan telah menunjukkan bahwa suara kritis tak harus selalu datang dari oposisi politik. Kadang, ia justru muncul dari sesama keluarga besar yang merasa ada nilai yang sedang dikorbankan. Mereka tak menyuarakan kebencian, melainkan mempertanyakan integritas.

Dan yang dipertanyakan bukan sembarang hal—tapi soal kejujuran dasar yang jadi fondasi dari seluruh bangunan demokrasi: apakah benar seseorang itu menempuh pendidikan sesuai yang diklaimnya?

Pertanyaan itu sederhana. Tapi jawabannya menentukan wajah republik ini ke depan. Jika pertanyaan semacam itu saja dibungkam dengan pelaporan pidana, maka apa yang tersisa dari semangat akademik, kebebasan berpikir, dan integritas kampus?

Di Bulaksumur, nama baik bukanlah sesuatu yang bisa diklaim. Ia harus dibuktikan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

STRATEGI EKONOMI INDONESIA DI TENGAH BADAI

Next Post

Kloter Pertama Calon Jamaah Haji Indonesia,Terbang ke Tanah Suci Jumat Dinihari

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka
Crime

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Next Post
Kloter Pertama Calon Jamaah Haji Indonesia,Terbang ke Tanah Suci Jumat Dinihari

Kloter Pertama Calon Jamaah Haji Indonesia,Terbang ke Tanah Suci Jumat Dinihari

Apa Tanggapan PDIP,  Terkait Rencana Presiden Menghapus Outsourcing

Apa Tanggapan PDIP, Terkait Rencana Presiden Menghapus Outsourcing

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...