DR KH Hasan Basri Pimpinan Persodaraan Muslim Sedunia, Bila dialog harus refrensi Al Qur’an tanpa Tafsir bebas dan saya berharap kader HMI bersatu hadapi serangan penyakit ” bisnis HAM / Jaringan Islam Liberal ” yaitu Islamo pobia, Moderasi Beragama, Anti politik Identitas yang makin gencar dilakukan permainan Olygarkhe menganggap Islam agama pendatang / agama ecek ecek / kaleng kaleng sehingga merusak Islam Kafah.
seperti yang pernah dikatakan Ir KH Abdullahehamahua pada HMI yang berbadan 2 kini (HMI kubu Diponegoro dan MPO (Majlis Penyelamat Organisasi) kelakuannya sudah tiada beda (Azas dan KKN), justru bila bisa bersatu HMI kembali ke Syariah, maka ada ruh, idealism Nasionalis dan Religius anti Olygarkhe.
Terbentuknya Moderat KAHMI justru untuk lanjutkan tujuan HMI ” Terbinanya Mahasiswa menjadi insan Ulil albab yang bernafaskan Islam yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi SWT “
Dari sejarah filsafat perkembangan iltek, Islam mewariskan peradaban tercerahkan atas eropah / barat, sehingga kita bangga jadi kader HMI semoga tercerahkan dengan Islam rahmatan sesuai Qur’an dan Hadits warisan Saw.
Diantara ayat QS jelas menyatakan Kafir selamanya anti muslim sehingga terkalahkan.
Maka jika laju kontaminasi fihak Islamo pobia ,Moderasi beragama dan anti Politik Identitas yang nota bene lebih uquwah ke kafir ketimbang ke muslim, bila tak dikonter maka dampak politiknya nasib muslim Ambon, Plestina dan Iughur akan makin derita.
Islam diturunkan Swt kedunia dengan paket kafah dan perlawan pribadi Mujahidin harus tanpa terpesona oleh jumlah bilangan banyak, bila Mujahidin terancaman justru akan makin Istiqomah.
Dengan fenomena zaman Dazal ini kita wajib kembali tadabur /
pelajari Al Qur’an demi keselamatan dunia aherat, terhindar dari munafikun dan akhirnya kebijakan kita hanya berharap pada SWT semoga terwujud Persatuan Islam.
Demikian dinyatakan Panelis MUI KH Hasan Basri (Mantan HMI Ujung Pandang 1982) yang datang bersama DR Affandi Ismail (Ketua Umum PB HMI MPO) pada Diskusi bertema ” Islam agama pendatang, Manuver mempertahankan status quo kekuasaan, dilemma Pilpres 2024 dan masa depan Demokrasi beragama ” yang diselenggarakan Bakornas PB HMI pimpinan M Mulyono dengan Moderator Bahtiar B di Markaz PB HMI Dipo jalan Sultan Agung no 25, Setia Budi, Jakarta, 16 November 2022 sore, bertepatan hari Toleransi Internasional.
Disayangkan absen Panelis Yaqul Cholil (Mentri Agama), KH Samsul Ma’arif (Pimpinan NU DKI), H Sumail Abdulah (DPR Gerindra), H Syarifudin Asmoro (DPR PKB), Husnul Qori (PB HMI), Ir Sigit S (DPR PKS).* Mahdi






















