Jakarta, FusilatNews,- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengklaim ketua umum partainya, Megawati Soekarnoputri tak resah merespons isu soal sinyal dukungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Kata Hasto, hubungan Megawati dan Jokowi pun baik-baik saja di tengah isu tersebut. Senin (6/6/2022) lalu, Jokowi dan Megawati berbincang empat mata usai Jokowi melantik kembali Presiden RI ke-5 tersebut sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Sehari setelahnya, Jokowi hadir meresmikan Masjid At-Taufiq di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Jokowi menandatangani prasasti peresmian masjid disaksikan oleh Megawati.
“Sinyalnya semua baik-baik saja, tadi sudah kita lihat, kemarin juga pertemuannya berlangsung baik. Mereka secara periodik bertemu. Presiden sendiri mengatakan hubungannya dengan Ibu Mega kan hubungan batin ibu dan anak, jadi cukup mendalam,” ujar Hasto ditemui di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu malam, 8 Juni 2022, dikutip dari Tempo.co.
Merespons berbagai isu yang berkembang soal Pilpres 2024, Hasto menyebut Megawati sudah memberikan arahan kepada seluruh kader, termasuk Jokowi dan Ganjar untuk disiplin mematuhi hasil Kongres PDIP, yang mengamanatkan bahwa calon presiden diputuskan ketua umum.
“Arahannya (Megawati), kami ini kan satu keluarga besar yang menyatukan diri dalam organisasi PDI Perjuangan, sehingga semuanya harus berdisiplin. Terkait Pilpres 2024, mekanisme yang sudah berjalan itu sudah diterapkan dengan baik, hingga lahirlah Pak Jokowi pada 2014 dan banyak pemimpin bangsa serta pemimpin daerah,” tuturnya.
Menurut Hasto, anggota partai tidak ikut-ikutan menggodok calon presiden. Keputusan capres dari partai banteng dipercayakan sepenuhnya kepada Megawati. “Yang kami godok adalah konsepsi tentang arah masa depan bangsa, yang menggali kembali dari pola pembangunan semesta berencana. Itulah yang disiapkan oleh partai, sehingga ketika Bu Mega mengambil keputusan, seluruh desain masa depan itu sudah siap,” ujar dia.
Berbeda dengan klaim Hasto, sejumlah informasi yang diperoleh Tempo justru menunjukkan hubungan Jokowi dan PDIP sempat memanas gara-gara sinyal dukungan terhadap Ganjar.
Sinyal itu disiratkan dalam acara Rakernas Projo di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 21 Mei 2022. Para relawan meneriakkan nama Ganjar yang hadir dalam acara itu berulang kali. Dalam bahasa Jawa, “ojo kesusu”, Jokowi kemudian meminta para pendukungnya tak buru-buru mengusung tokoh tertentu. “Meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini,” ujar Jokowi.
Pidato Jokowi membuat sejumlah petinggi PDIP meradang. Dalam laporan Majalah Tempo pekan ini, tiga politikus PDIP bercerita Megawati kaget mendengar pernyataan Jokowi, lantas mengumpulkan sejumlah pengurus inti dan membahas sikap partai soal pidato Jokowi.
Megawati pun mempertanyakan komitmen Jokowi sebagai kader PDIP. Ia ingin Jokowi taat pada hasil Kongres PDIP pada 2019 yang mengamanatkan calon presiden diputuskan oleh ketua umum. Ia sejauh ini belum berbicara soal siapa calon yang akan diusung partainya pada Pilpres 2024.
Setelah peristiwa Rakernas Projo, Megawati tampak tak hadir dalam sejumlah acara yang digelar Presiden Jokowi seperti pernikahan adiknya, Idayati, dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman. Megawati juga tak hadir dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende, Nusa Tenggara Timur.
Presiden Jokowi lantas menepis isu hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sedang renggang. “Siapa bilang renggang? Saya dengan Ibu Megawati sudah seperti ibu dan anak dalam sebuah keluarga besar,” ujar Jokowi usai meresmikan Masjid At-Taufiq di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Juni 2022.
Kendati demikian, Jokowi mengaku sesekali berbeda pendapat dengan Megawati. “Dalam perjalanan, anak itu kadang ada yang bandel. Ada yang nakal, biasa. Itu wajar. Tapi jangan ditarik ke mana-mana,” ujar Jokowi.
Saat ditanya apakah perbedaan pendapat Jokowi dan Megawati itu dalam hal calon presiden, ia enggan menjawab. “Ini tanya-nya aneh-aneh saja,” ujar Jokowi.
Ditemui di lokasi yang sama, Megawati ogah menjawab soal isu kerenggangan dirinya dengan Jokowi. Megawati malah meminta wartawan belajar soal kode etik jurnalistik. “Ini ada Pak Jokowi, ada Ibu juga, kami dari dulu kekeluargaan. Jadi ini istilahnya digoreng-goreng, kan begitulah,” ujar Megawati.





















