Jakarta, Fusilatnews – Tak lama lagi warga Jakarta akan memiliki rumah sakit bertaraf internasional senilai Rp20 triliun. Lokasi rumah sakit itu ada di Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat.
“Itu kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jakarta dengan negara Turkiye,” kata Ketua DPRD Jakarta Khoirudin di hadapan tokoh-tokoh masyarakat dalam acara bertajuk, “Serap Aspirasi Reses Ketiga Tahun Anggaran 2024-2025” di Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2025).
Menjelang kunjungan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan ke Jakarta, 12 Februari 2025 lalu, Khoirudin yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta ini mengklaim berinisiatif mengusulkan agar Pemprov Jakarta bekerja sama dengan Turkiye untuk membangun rumah sakit bertaraf internasional di Jakarta.
Khoirudin pun sempat pergi ke Turkiye untuk presentasi ihwal usulannya itu di hadapan para pejabat berwenang di sana, dan akhirnya usulan itu disetujui. “Akhirnya Gubernur Jakarta yang menandatangani MoU (memorandum of understanding) atau nota kesepahamannya,” jelas Khoirudin yang mengaku basisnya adalah seorang guru.
Adapun tujuan pembangunan RS bertaraf internasional tersebut, kata Khoirudin, pertama agar warga Jakarta memiliki rumah sakit yang representatif bahkan mewah, ada fasilitas hotel dan sebagainya, sehingga keluarga pasien tidurnya nyaman dan nyenyak, tidak seperti di emperan pasar seperti di RS Cipto Mangunkusumo.
Kedua, kata dia, agar warga Jakarta tidak berobat keluar negeri seperti ke Penang, Malaysia dan Singapura. “Selama ini banyak warga Jakarta yang berobat ke Malaysia dan Singapura karena rumah sakit di sana memang keren,” tukasnya.
Data yang ada, dalam beberapa tahun terakhir, ada 2 juta warga negara Indonesia berobat keluar negeri yang menghabiskan biasa hingga Rp150 triliun.
Dalam acara reses itu, Khoirudin juga menyerap aspirasi yang disampaikan tokoh-tokoh masyarakat, antara lain soal kurangnya lahan pemakaman di Jakarta, khususnya di Kebayoran Lama. Ketua DPRD Jakarta pertama dari etnis Betawi ini pun mengaku akan mengakomodasinya.


























