• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

JANGAN HANYA GAGAH BERAS! Menuju Negeri Tanpa Impor Pangan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
June 29, 2025
in Economy, Feature
0
500 Ton Beras Bulog “Hilang”, DPR Desak Proses Hukum
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Ada semangat membara dari Kabinet Merah Putih, khususnya dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Menteri Koordinator Pangan, Bung Zulhas, dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa mulai tahun 2025 Indonesia akan menghentikan impor beras dan sejumlah komoditas pangan lainnya. Ia optimis, produksi beras dalam negeri akan meningkat, bahkan cadangan nasional mendekati angka 4 juta ton.

Sebagai pembantu Presiden, wajar jika Bung Zulhas berbicara optimis. Terlebih Presiden Prabowo sendiri menunjukkan komitmen kuat untuk mencapai swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan. Akan menjadi ironi jika Presiden berbicara soal kemandirian pangan, tapi para menterinya justru menebar keraguan.

Namun, karena kita hidup dalam sistem demokrasi, perbedaan pandangan tidak haram hukumnya. Justru hikmah bisa lahir dari silang pendapat yang sehat—asal jangan sampai berbeda pandangan dianggap musibah yang harus dibasmi.

Pencapaian swasembada pangan adalah cita-cita besar yang layak diperjuangkan. Tapi mari kita perjelas maknanya: swasembada pangan bukan hanya swasembada beras. Bukan pula hanya jagung atau kedelai. Mengacu pada UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, ada setidaknya 11 komoditas pangan strategis yang harus kita kelola serius. Ironisnya, sebagian besar dari komoditas tersebut—termasuk beras—masih kita impor dalam jumlah besar. Tahun ini saja, impor beras hampir menyentuh angka 4 juta ton.

Pertanyaan krusialnya: jika beras saja baru bisa ditangani sekarang, bagaimana dengan komoditas lain seperti jagung, kedelai, daging sapi, gula, bawang putih, dan seterusnya? Kapan pemerintah menyetop impor bahan-bahan ini? Tanpa jawaban yang jelas, kita hanya akan terjebak pada euforia sesaat soal beras, tanpa menyentuh akar masalah pangan nasional secara menyeluruh.

Pemerintah seharusnya sudah menyiapkan Grand Desain Pencapaian Swasembada Pangan 2027 lengkap dengan roadmap pelaksanaannya. Ini bukan sekadar dokumen indah di rak arsip, melainkan strategi nasional yang berpijak pada peta jalan konkret: mana komoditas yang realistis diswasembadakan dalam tiga tahun dan mana yang perlu waktu lebih panjang. Contoh: bisakah kita benar-benar swasembada kedelai dalam tiga tahun ke depan?

Untuk menyusun Grand Desain dan roadmap yang berkualitas, kejujuran data dan nurani adalah mutlak. Jangan bermain-main dengan statistik. Pendekatan teknokratik harus dikawinkan dengan pendekatan aspiratif dan politis, agar semua sektor bergerak sinergis dan efektif menghadapi tantangan.

Pertanyaannya: sudahkah Grand Desain ini disusun? Jika sudah, di mana masyarakat bisa mengakses dan mengawal implementasinya? Dan kementerian mana yang diberi mandat memegang “pedang samurai” untuk mengeksekusinya? Atau jangan-jangan memang belum ada, karena alasan klasik: keterbatasan?

Dari sisi strategis, Kementerian Koordinator Bidang Pangan sangat layak menjadi prime mover pencapaian swasembada pangan. Bersama kementerian teknis seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, seharusnya ada kolaborasi yang berorientasi hasil, bukan hanya kegiatan seremonial.

Khusus soal beras, tidak bisa dipungkiri: inilah komoditas politik sekaligus kebutuhan pokok rakyat. Di negeri ini, beras adalah nyawa. Tanpa beras, banyak dapur tak berasap. Maka, wajar jika swasembada beras ditempatkan sebagai prioritas tertinggi. Tapi jangan lupa, swasembada beras bukan satu-satunya indikator kedaulatan pangan.

Tahun ini, pemerintah mulai menghentikan impor beras. Tapi keberanian ini jangan berhenti sebagai tren sesaat. Kita butuh keberlanjutan. Jangan sampai tahun depan, saat panen gagal atau harga dunia murah, kita kembali membuka keran impor.

Mari kita dukung langkah menuju Indonesia tanpa impor beras—bukan karena beras satu-satunya penting, tapi karena ini bisa menjadi benchmark awal menuju kedaulatan pangan sejati. Tanpa data yang bohong, tanpa rencana yang setengah hati. Negeri besar ini tak boleh hanya gagah di satu komoditas. Jangan hanya gagah beras, tapi lemas di kedelai dan tumbang di daging!


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Selangkah Lagi, Bobby!

Next Post

Pelajaran dari Jokowi: Bagaimana Mendzalimi Anak dan Menantu

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”
Birokrasi

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam
Birokrasi

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026
Economy

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
Next Post
Investasi Jokowi kepada Kedua Anaknya: Gibran Wakil Presiden dan Kaesang Ketua Umum Parpol, Akankah Melindungi Bapaknya Setelah Lengser?

Pelajaran dari Jokowi: Bagaimana Mendzalimi Anak dan Menantu

Dari Solo ke Istana: Sebuah Perjalanan Penuh Tipu Daya

Dari Solo ke Istana: Sebuah Perjalanan Penuh Tipu Daya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026
Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...