• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Jangan Jumawa, Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
May 21, 2025
in Crime, Feature
0
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Share on FacebookShare on Twitter

Selembar ijazah ditunjukkan. Hukum bicara. Tapi negeri ini justru makin gaduh. Onar membara di ruang publik. Bukan karena ijazah itu palsu—pengadilan tak sampai ke sana. Tapi karena mereka yang bertanya, justru diseret ke meja hijau, sebagian bahkan sudah dijebloskan ke balik jeruji.

Publik yang bertanya dianggap mencemarkan nama baik. Laporan masuk ke polisi. Penyelidikan berlangsung cepat. Penahanan dilakukan. Bambang Tri Mulyono, wartawan independen dan penulis buku kontroversial Jokowi Undercover, kini mendekam di tahanan. Kuasa hukumnya, Gus Nur, juga ikut diseret. Demokrasi yang mestinya menjadi ruang perdebatan terbuka, berubah menjadi gelanggang pengadilan untuk para pengkritik.

Kasus bermula dari gugatan Bambang ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Oktober 2022. Ia menyoal keaslian ijazah SD, SMP, dan SMA  Joko Widodo. Tapi pengadilan menolak gugatan itu, bukan karena keaslian ijazah telah terbukti secara substantif, melainkan karena penggugat dianggap tak memiliki kedudukan hukum—niet ontvankelijke verklaard. Bukan menang perkara, tapi lolos karena prosedur.

Namun Jokowi tampaknya membaca putusan itu sebagai pembenaran moral. Ia kemudian menyebut, “Saya prihatin kasus ini sampai ke pengadilan.” Pernyataan yang sepintas terdengar lembut, namun menyimpan denting ancaman. Apakah ini isyarat bahwa siapa pun yang berani menggugat, akan dihadapkan ke institusi yang sama—atau lebih menakutkan?

Ada ironi besar di sini. Seorang pemimpin yang naik lewat citra kesederhanaan, kini tampil dengan wajah kekuasaan yang tak boleh disentuh. Padahal, dalam negara demokrasi, tak ada pertanyaan yang tabu. Bahkan terhadap kepala negara, rakyat berhak untuk bertanya. Bahkan dengan cara yang tajam sekalipun.

Menunjukkan ijazah mestinya menyelesaikan persoalan. Tapi yang terjadi, justru menambah daftar orang yang dikriminalkan. Pertanyaan berubah menjadi dakwaan. Keraguan dibalas dengan pasal. Kritik direspons dengan jeruji. Semua dilakukan demi menjaga marwah penguasa.

Tentu, Jokowi berhak membela nama baiknya. Tapi negara semestinya hadir dengan cara yang proporsional. Ia bukan milik satu orang, melainkan rumah bersama tempat bertanya, berbeda, dan bersuara dilindungi undang-undang. Ketika negara menjadi terlalu sensitif pada kritik, itu pertanda ada yang rapuh dalam tubuh kekuasaan.

Yang kita saksikan hari ini bukan hanya soal ijazah, tapi tentang cara kekuasaan merespons ketidakpercayaan. Tentang bagaimana negara menyikapi suara-suara sumbang yang tak selaras. Dan tentang bagaimana pengadilan bisa berubah menjadi alat pendisiplinan politik.

Tak perlu jumawa hanya karena selembar ijazah telah diperlihatkan. Jika benar dokumen itu sah, seharusnya cukup dengan transparansi dan keterbukaan. Biarkan publik menilai. Tak perlu ada rasa tersinggung yang berlebihan, apalagi sampai mengorbankan mereka yang hanya bertanya.

Kekuasaan yang terlalu mudah marah, hanya akan melahirkan ketakutan. Dan ketakutan adalah pupuk subur bagi otoritarianisme. Kita pernah punya sejarah panjang tentang itu—dan tak ingin mengulanginya.

Jika Presiden Jokowi ingin dikenang sebagai negarawan, bukan sekadar penguasa, ia perlu menunjukkan kebesaran jiwa. Karena dalam demokrasi, mereka yang bertanya bukan musuh. Mereka adalah bagian dari bangsa yang tak ingin dibungkam hanya karena berani membuka suara.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

AKAL SEHAT DALAM DUNIA GILA: MENGAPA NATO HARUS BERCERMIN

Next Post

Dianggap Tak Sesuai Ketentuan UU Tentang TNI Letjen Djaka Budi Harus Pensiun Dini jika Jabat Dirjen Bea Cukai

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Dianggap Tak Sesuai Ketentuan UU Tentang TNI Letjen Djaka Budi Harus Pensiun Dini jika Jabat Dirjen Bea Cukai

Dianggap Tak Sesuai Ketentuan UU Tentang TNI Letjen Djaka Budi Harus Pensiun Dini jika Jabat Dirjen Bea Cukai

21 Mei: Dari Kejatuhan Otoritarianisme Menuju Kebangkitan Militerisme

21 Mei: Dari Kejatuhan Otoritarianisme Menuju Kebangkitan Militerisme

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...