• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Jangan Sentuh Harga Gabah! Petani Baru Bisa Tersenyum

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 9, 2025
in Economy, Feature
0
REBUTAN GABAH
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Entang Sastaatmadja – (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)


Fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas petani padi di negeri ini menjual hasil panennya dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP). Hanya segelintir petani yang mampu mengolah gabah menjadi beras dan menjualnya dalam bentuk akhir tersebut. Di sinilah terjadi ketimpangan: gabah adalah milik petani, sementara beras dikuasai pedagang. Maka wajar jika muncul istilah “petani gabah” dan “pedagang beras”.

Dalam dunia agribisnis perberasan, nilai tambah dari beras jelas lebih tinggi dibanding gabah. Sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No. 2/2025, harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dipatok di angka Rp 6.500/kg, sedangkan harga beras ditetapkan Rp 12.000/kg. Artinya, nilai beras hampir dua kali lipat dibandingkan gabah.

Baru-baru ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis data realisasi penyerapan gabah dan beras di dalam negeri per 4 Juli 2025, yang mencapai 2,66 juta ton setara beras atau 88,98% dari target. Di saat yang sama, harga gabah di tingkat petani sudah melampaui HPP, yakni mencapai Rp 6.760/kg.

Bagi petani, ini tentu berkah yang patut disyukuri. Sebaliknya, ketika harga beras yang naik, maka masyarakat — termasuk petani sebagai konsumen — bisa melihatnya sebagai tragedi kehidupan. Karena sekali lagi, gabah milik petani, beras milik pedagang.

Maka jika benar negara ingin berpihak pada petani, kenaikan harga gabah di atas HPP tidak semestinya ditekan apalagi diturunkan secara paksa. Sebaliknya, yang perlu dikaji: apakah HPP Rp 6.500/kg saat ini benar-benar sudah menyejahterakan petani? Atau justru saatnya HPP dinaikkan ke Rp 7.000/kg untuk mencerminkan biaya produksi dan kondisi aktual?

Pemerintah harus cermat dan berani mencari titik temu antara kepentingan petani dan konsumen, tanpa terjebak pada logika dagang semata. Karena kini makin sulit membedakan petani sebagai produsen atau konsumen. Petani sudah lama menjadi “net consumer”: mereka menanam padi, tetapi juga membeli beras.

Dulu, budaya lumbung padi membuat petani bisa menyimpan hasil panen untuk kebutuhan sendiri. Sekarang, budaya itu nyaris punah. Petani lebih memilih menjual seluruh hasil panennya kepada offtaker, membawa pulang uang tunai ketimbang menyimpan gabah di rumah.

Pergeseran budaya ini seharusnya diantisipasi sejak lama oleh negara. Jika tidak, maka akan terus muncul ketimpangan: petani yang menanam padi, tetap membeli beras dengan harga mahal di pasar.

Karena itu, sangat tidak adil bila ada pihak-pihak yang berupaya menekan harga gabah ke HPP. Yang harus dilakukan justru mengkaji ulang secara jujur dan ilmiah, apakah HPP saat ini masih relevan. Sementara itu, harga beras pun perlu dikelola dengan pendekatan sistemik, bukan sekadar bersikap reaktif layaknya “pemadam kebakaran”.

Dalam dunia perberasan, praktik nakal seperti pengoplosan beras masih terus terjadi. Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahkan menyatakan bahwa praktik ini bisa merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah. Ia juga menyindir adanya pihak-pihak yang tidak senang dengan keberhasilan Indonesia menuju swasembada beras, karena hal itu mengancam kepentingan para importir.

Jika semua ini benar, maka perjuangan petani jangan sampai sia-sia. Negara wajib hadir sebagai pelindung petani, bukan hanya sebagai pengatur pasar yang tunduk pada kalkulasi untung rugi semata.


Catatan Akhir
Semoga tulisan ini menjadi bahan permenungan bersama. Bahwa dalam mengelola pangan, keadilan bagi petani adalah pondasi utama menuju kedaulatan dan kesejahteraan bangsa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Komaruddin Hidayat Golongan Profesor Bodrex Pengangguran, Makanya Cari Kerja di Dewan Pers

Next Post

Apa Jawab Gibran soal Penugasan ke Papua?

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Menata Ulang Rumah Idealisme (Menggugat Transaksionalisme, Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa, dan Merawat Nurani Demokrasi).

June 29, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)
Feature

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026
Feature

Mengobati Demam atau Menyembuhkan Penyakit? Refleksi tentang Satgas Mitigasi PHK dan Akar Persoalan Ekonomi Indonesia

June 28, 2026
Next Post
Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)

Apa Jawab Gibran soal Penugasan ke Papua?

Perilaku Jadi Ideologi: PSI dan Absennya Kompas Moral

Perilaku Jadi Ideologi: PSI dan Absennya Kompas Moral

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menata Ulang Rumah Idealisme (Menggugat Transaksionalisme, Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa, dan Merawat Nurani Demokrasi).

June 29, 2026
Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026
Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

June 28, 2026
Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

June 28, 2026

Mengobati Demam atau Menyembuhkan Penyakit? Refleksi tentang Satgas Mitigasi PHK dan Akar Persoalan Ekonomi Indonesia

June 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menata Ulang Rumah Idealisme (Menggugat Transaksionalisme, Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa, dan Merawat Nurani Demokrasi).

June 29, 2026
Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...