• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Janji Tuntas, Nyata Terlunta: Warisan Jokowi di Kolong Kemiskinan – Kini Prabowo Daur Ulang Janji

Ali Syarief by Ali Syarief
May 28, 2025
in Economy, Feature
0
Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Pemerintahan Jokowi: Nepotisme dan Korupsi Mendominasi Polling Online, Berbeda dengan Hasil Survei Kompas
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Janji tinggal janji. Megawati Soekarnoputri pernah bersumpah akan menuntaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia sebelum 2024. Kini tahun telah berganti, presiden telah berganti, tetapi kemiskinan tetap tinggal. Warisan Jokowi kepada penerusnya, Prabowo Subianto, bukanlah ekonomi kuat atau fondasi keadilan sosial, melainkan 3,17 juta penduduk yang masih hidup dalam jerat kemiskinan ekstrem—setara 1,13 persen dari populasi nasional.

Angka itu mungkin tampak kecil dalam statistik, tetapi di baliknya adalah wajah-wajah renta yang tak pernah merasakan subsidi gizi, anak-anak yang tumbuh tanpa buku dan mimpi, hingga keluarga yang menggantungkan hidup pada nasi aking dan impian yang kian kabur.

Janji yang Diulang, Realita yang Daur Ulang

Apa yang ditawarkan Prabowo hari ini sesungguhnya adalah repetisi dari narasi yang sudah tak asing di telinga publik. Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, sepanjang dua periode kepemimpinannya, menjadikan narasi pengentasan kemiskinan sebagai jargon tahunan dalam setiap pidato kenegaraan. Namun, proyek-proyek mercusuar seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tampaknya lebih mendapat perhatian serius dibanding nasib warga yang hidup di bawah Rp 600.000 per bulan.

Sementara kemiskinan ekstrem menjadi bahasan elit saban konferensi pers, kontribusi besar terhadap garis kemiskinan justru datang dari hal-hal yang luput disentuh kebijakan: rokok kretek filter, misalnya, menjadi penyumbang terbesar kedua dalam struktur konsumsi rumah tangga miskin. Artinya, negara gagal memahami prioritas pengeluaran warganya dan membiarkan masalah struktural berjalan sebagai status quo.

Mentalitas, atau Kebijakan yang Cacat?

Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial yang baru, mengatakan bahwa masalah kemiskinan tak hanya bersumber pada ekonomi, tapi juga pada mentalitas. Ini bukan pernyataan baru. Retorika yang menyiratkan “salah rakyat sendiri” kerap digunakan ketika negara tak mampu menyusun strategi intervensi yang efektif. Padahal, studi-studi pembangunan dari Bank Dunia hingga lembaga sosial domestik berkali-kali menegaskan: kemiskinan bukanlah pilihan pribadi, melainkan akibat sistem yang timpang, layanan publik yang lemah, dan peluang ekonomi yang menyusut.

Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang penghapusan kemiskinan ekstrem adalah sinyal positif, tetapi tak lebih dari itu: sinyal. Selama program intervensi hanya berupa bantuan langsung tunai atau subsidi jangka pendek tanpa perbaikan pendidikan, layanan kesehatan, dan akses kerja layak, maka angka 3,17 juta itu hanya akan berganti nama, bukan musnah.

Negara Gagal Mendidik Kemandirian

Agus menyinggung bahwa bantuan sosial selama ini belum menyentuh akar masalah: produktivitas. Narasi pemberdayaan ekonomi memang seksi untuk dipresentasikan dalam forum-forum nasional, tetapi realitanya jauh lebih kompleks. Memberikan bantuan usaha bukan hanya soal modal. Ini soal pendampingan, soal pasar yang harus dibuka, soal regulasi yang harus dirombak, dan mental birokrasi yang harus dibersihkan dari korupsi.

Ironisnya, ketika angka kemiskinan tetap stagnan, anggaran untuk sektor-sektor elite malah naik. Upacara Kemerdekaan di IKN, misalnya, dibanderol Rp 87 miliar. Di saat yang sama, satu keluarga miskin hanya mendapat subsidi Rp 500 ribu—itu pun belum tentu tepat sasaran. Maka menjadi masuk akal bila masyarakat kian sinis, bertanya: negara ini sebenarnya ingin memuliakan rakyat miskin atau menjadikan mereka komoditas politik?

Membebaskan dari Statistik

Jika ingin serius menuntaskan kemiskinan ekstrem, Prabowo tak bisa hanya berpidato dengan nada gagah. Ia harus memulainya dari kejujuran terhadap warisan pemerintahan sebelumnya: bahwa kegagalan menuntaskan kemiskinan adalah kegagalan politik dan kebijakan, bukan semata soal data dan anggaran.

Dengan 24 juta penduduk hidup di bawah garis kemiskinan dan lebih dari 3 juta di antaranya hidup dalam kemiskinan ekstrem, misi menghapus kemiskinan bukan sekadar proyek dua tahun, apalagi proyek warisan. Ia adalah pertarungan panjang melawan kesenjangan, pengangguran, dan sistem yang lebih mementingkan legitimasi politik dibanding keadilan sosial.

Karena di negara yang katanya makmur ini, warisan terbesar bukanlah pembangunan infrastruktur atau lonceng ibu kota baru, tapi derita yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

BULOG dan Tanggung Jawab Sejarah: 6 Strategi Menjaga 4 Juta Ton Cadangan Beras

Next Post

Menara Gading Prabowo dan Bajak Sawah Gibran: Karakter Bangsa yang Terekam dalam Politik Populis

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo
Feature

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

May 14, 2026
Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara
Feature

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026
Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama
Feature

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

May 14, 2026
Next Post
Menara Gading Prabowo dan Bajak Sawah Gibran: Karakter Bangsa yang Terekam dalam Politik Populis

Menara Gading Prabowo dan Bajak Sawah Gibran: Karakter Bangsa yang Terekam dalam Politik Populis

RAKORNAS FORHATI 2025: Peran Strategis Perempuan Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera

RAKORNAS FORHATI 2025: Peran Strategis Perempuan Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

May 14, 2026
Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026
Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

May 14, 2026
Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

May 14, 2026
Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

May 14, 2026
Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

May 14, 2026
Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist