• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Jejak Uang Ke Penguasa: Aguan, PSN, dan Lingkar Rezim Jokowi

fusilat by fusilat
October 13, 2025
in Crime, Feature
0
Jejak Uang Ke Penguasa: Aguan, PSN, dan Lingkar Rezim Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Setelah status PIK 2 dicabut dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), publik mulai bertanya-tanya: bagaimana proyek swasta yang berbasis properti dan reklamasi bisa memperoleh privilese sebesar itu di era Jokowi? Pertanyaan ini membuka pintu pada satu isu yang lebih dalam: relasi antara modal besar dan kekuasaan.

Sugianto Kusuma alias Aguan, bukan nama asing dalam peta bisnis dan politik Indonesia. Ia dikenal sebagai pengembang besar di balik Agung Sedayu Group, konglomerasi yang menguasai proyek-proyek premium seperti Pantai Mutiara, Golf Island, dan tentu saja PIK 1 dan PIK 2. Namun di balik gemerlap bisnis properti itu, ada jaringan kepentingan yang rumit antara dunia usaha dan kekuasaan politik.

Ketika proyek PIK 2 masuk daftar PSN pada 2024, publik nyaris tidak mendapatkan penjelasan transparan mengapa proyek reklamasi komersial bisa disetarakan dengan pembangunan pelabuhan, jalan tol, atau kawasan industri yang berdampak luas bagi masyarakat. Sebaliknya, keputusan itu datang cepat, nyaris tanpa perdebatan publik.

Dalam dokumen PSN era Jokowi, proyek-proyek seperti PIK 2 dibingkai dengan narasi “pengembangan kawasan ekonomi baru dan pariwisata kelas dunia.” Namun jika ditelusuri lebih dalam, proyek ini lebih menyerupai enklave ekonomi eksklusif bagi kelas atas. Harga tanah dan hunian di kawasan itu bukan untuk rakyat biasa — melainkan untuk kalangan konglomerat, pejabat, dan investor asing yang menikmati kemudahan investasi.

Di sinilah muncul dugaan kuat adanya arus timbal balik antara modal dan kekuasaan.
Sebuah simbiosis klasik: pengusaha mendapat akses dan legalitas, sementara penguasa mendapat dukungan finansial, politik, dan logistik yang menopang kekuatan rezim.

Model seperti ini bukan hal baru. Di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, proyek-proyek besar kerap dijadikan alat transaksi kekuasaan. Negara memberikan legitimasi dan kemudahan kepada kelompok bisnis tertentu, dan sebagai gantinya, mereka berkontribusi dalam menjaga stabilitas politik, termasuk melalui aliran dana kampanye, proyek sosial, atau hubungan personal.

Di era Jokowi, pola ini tampak semakin terbuka. Banyak PSN yang digarap bukan oleh BUMN atau konsorsium negara, tetapi oleh konglomerat swasta yang dekat dengan lingkar kekuasaan. Dan PIK 2 hanyalah salah satu contohnya yang paling mencolok.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah dimensi ekologis dan sosialnya.
Kawasan reklamasi PIK 2 berdiri di atas pesisir yang dahulu merupakan kawasan mangrove dan zona tangkapan ikan bagi nelayan tradisional. Ketika proyek itu diberi status PSN, semua izin dapat dipercepat tanpa uji lingkungan yang memadai. Dengan kata lain, status PSN menjadi pembungkus legalitas bagi kerusakan alam dan perampasan ruang hidup warga.

Kini, ketika pemerintahan Prabowo mencabut status PSN proyek tersebut, langkah itu bisa dibaca sebagai pemutusan rantai koneksi antara negara dan oligarki lama.
Namun koreksi ini baru awal. Sebab di balik PIK 2, masih banyak PSN era Jokowi yang patut diaudit ulang — dari tambang nikel, proyek energi, hingga pembangunan IKN yang juga sarat kepentingan korporasi.

Rakyat Indonesia berhak tahu:
Apakah negara benar-benar bekerja untuk kepentingan publik, ataukah hanya menjadi instrumen untuk melayani konglomerat yang membiayai kekuasaan?

Jika pemerintahan baru ingin menegakkan keadilan ekonomi dan mengembalikan kedaulatan rakyat atas sumber daya, maka audit total terhadap seluruh PSN era Jokowi adalah langkah moral sekaligus politik yang tak bisa ditawar.
Sebab pembangunan yang dibiayai dari uang rakyat tak boleh berakhir menjadi alat kekayaan segelintir elite.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kebijakan Jokowi yang Dianulir oleh Presiden Prabowo: Kasus PSN PIK 2

Next Post

Sandyakalaning Erick Thohir

fusilat

fusilat

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Tragedi Tak Berdarah Sepakbola Indonesia

Sandyakalaning Erick Thohir

Purbaya Vs Luhut

Purbaya Vs Luhut

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist