Gerakan yang bermarkas di Gaza ini mengeluarkan komentar tanggapan pernyataan pada hari SeninĀ (18/12) setelah Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menuduh bahwa dengan mengobarkan perang di Gaza, Israel menggunakan āhak dasarā untuk āmembela diri.ā
Presstv – FusilatnewsĀ – Gerakan Jihad Islam Palestina mengecam keras dukungan Amerika Serikat terhadap Israel dalam perang genosida terhadap Jalur Gaza, dan mengatakan bahwa dukungan Washington mendorong rezim tersebut untuk melanjutkan kejahatannya terhadap warga Palestina.
Gerakan yang bermarkas di Gaza ini mengeluarkan komentar tanggapan pernyataan pada hari SeninĀ (18/12) setelah Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menuduh bahwa dengan mengobarkan perang di Gaza, Israel menggunakan āhak dasarā untuk āmembela diri.ā
Pejabat Amerika, yang berbicara pada konferensi pers dengan Menteri Urusan Militer Israel Yoav Gallant juga menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat yang ātak tergoyahkanā untuk mendukung rezim Israel dalam perangnya.
Pernyataan yang dibuat oleh Menteri Perang Amerika Lloyd Austin mengenai sisa-sisa hampir 20.000 martir dan puluhan ribu orang yang terluka, [dan] di tengah pemboman yang disengaja oleh [Israel] terhadap rumah sakit, sekolah, pusat kesehatan, kru ambulans, tim jurnalis, bangunan tempat tinggal. , dan tenda pengungsian, adalah berkah Amerika bagi musuh Zionis untuk melanjutkan kejahatan biadab dan Nazi terhadap rakyat kami,ā kata Jihad Islam.
Gerakan tersebut menambahkan bahwa pengulangan klaim Washington bahwa Tel Aviv membela diri oleh Austin āadalah konfirmasi bahwa Amerika Serikat adalah pihak utama yang mengelola rezim pendudukan dan mesin militer kriminalnya.ā
Jihad Islam menegaskan bahwa dukungan Menteri Pertahanan AS terhadap agresi Israel di Gaza “membuka kepalsuan” dari semua proposisi politik yang dipromosikan oleh pemerintah AS untuk penghentian permusuhan di Gaza.
Gerakan ini juga menyalahkan negara-negara di kawasan karena tetap diam terhadap pernyataan Lloyd.
āMerupakan aib bagi rezim-rezim Arab dan masyarakat di negara-negara Arab dan Islam kita jika tidak mengambil tindakan untuk menanggapi agresi Amerika yang kurang ajar ini dan hasutannya [kepada Israel] untuk melanjutkan genosida terhadap rakyat kita di depan seluruh dunia,ā itu berkata.
Israel memulai agresi militernya terhadap Gaza pada 7 Oktober menyusul operasi yang dilakukan oleh kelompok perlawanan di wilayah tersebut, yang dijuluki Operasi Badai al-Aqsa. Sekitar 19.500 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas dalam serangan Israel sejauh ini.
Sebagai sekutu rezim yang paling berdedikasi, AS telah memasok lebih dari 10.000 ton peralatan militer sejak awal agresi.
Washington juga telah menggunakan hak vetonya terhadap semua resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penerapan gencatan senjata segera di wilayah Palestina yang terkepung.


























