kekuasaan itu perlu direbut lewat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang untuk mendatangkan keadilan, kemajuan dan menjaga agar Indonesia tetap dalam keadaan damai.
Jakarta – Fusilatnews – Didepan Anies dalam acara HUT ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PPKS Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa ketidakadilan yang terjadi belakangan bisa menimbulkan terulangnya peristiwa kerusuhan Mei 1998.
Karena itu JK meminta kepada bakal calon presiden (Bacapres) Koalisi Perubahan dan Persatuan Anies Baswedan, untuk merebut kekuasaan untuk keadilan dan kemajuan.
JK dalam amanatnya menegaskan bahwa kekuasaan itu perlu direbut lewat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang untuk mendatangkan kemajuan dan menjaga agar Indonesia tetap dalam keadaan damai.
“Jangan sampai (terjadi lagi kerusuhan), mari kita jaga agar tidak (terjadi lagi), tetapi tidak hanya menjaga, rebut kekuasaan untuk kemajuan,” ujar JK dalam pidato di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (20/5/2023).
Pemilu itu memang merebut kekuasaan dengan demokrasi,” sambung dia.
Mantan Wakil Presiden sekaligus pendukung Anies dalam Pilpres 2024 itu kemudian menyebut ada banyak masalah di negeri ini, termasuk utang luar negeri yang semakin membesar.
Selain itu masalah keamanan juga masih jadi isu penting, khususnya di wilayah Papua.
Jadi banyak masalah-masalah, Anies, adinda, lima tahun yang datang bukan tempat yang nyaman. Tetapi kalau bisa diselesaikan, merupakan hero dan pahlawan kemanusiaan,” ucap JK.
JK menyebut berutang memang gampang, tetapi yang susah adalah mereka yang membayar utang.
Jika terpilih, Anies disebut akan mewarisi negeri yang membayar utang hingga ribuan triliun rupiah per tahunnyKit
“Kita diwariskan untuk membayar utang, tapi pahlawan sebenarnya ialah yang menyelesaikan persoalan. Pemberani yang sebenarnya ia berani tampil untuk menyelesaikan persoalan, itulah harapan kita semua,” pungkas JK.
























