Jakarta, Fusilatnews.–Saat di Tanah Abang, Senin 2/1/23) ditanya kapan reshuffle Kabinet dilakukan? “Tunggu aja, ditunggu aja,” kata Jokowi di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tetapi, di Dumai, ketika ditanya soal isu resuhuffle lagi, Jokowi pun menjawab santai isu reshuffle kabinet itu, kemungkinan perombakan kabinet bisa saja besok. “Besok. Ya besok,” kata Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Dumai, Riau, Kamis (5/1/2023).
Turut mendampingi kunjungan Jokowi ke Tank Farm Dumai adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Awal pekan ini, Jokowi juga sempat ditanya soal perombakan kabinet. Saat ditanya soal rencana resuffle kabinet itu, Jokowi meminta semua pihak untuk menunggu.
Sementara nama-nama Menteri yang mengemuka yang diusulkan untuk diopot itu ada dua, yaitu Menteri KLH dan Menteri Pertanian. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat mendorong Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya serta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mundur ditengah isu reshuffle yang belakangan mencuat. “Karena saya di Komisi IV, maka saya sampaikan bahwa menteri pertanian dan menteri kehutanan KLH itu perlu dievaluasi, terkait misalnya kita sudah berusaha menjadi negara swasembada pangan, menjadi negara dengan kedaulatan pangan tapi ternyata produksi masih tidak mencukupi,” kata Djarot di kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (3/1/2023).
Djarot mulanya menyampaikan alasan kedua menteri yang bermitra dengan Komisi IV DPR itu harus dievaluasi Presiden Joko WIdodo (Jokowi). Dia menilai produksi pangan dalam negeri masih tidak mencukupi.
Nasdem Tanggapi
Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie menanggapi pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat yang menyarankan 2 menteri NasDem yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Menteri Pertanian, mundur di tengah isu reshuffle mencuat. Gus Choi sapaan akrabnya menilai Djarot seperti mabuk karena meminta mendesak menteri mundur yang mana reshuffle merupakan prerogatif presiden.”Djarot mungkin baru minum pil apa ya, kok seperti mabuk. Maksa-maksa menteri NasDem mundur. Soal menteri hak prerogatif Presiden,” kata Gus Choi saat dihubungi, Rabu (4/1/2023).
Keterangan lain terkait apakah akan dilakukan pada Jumat (6/1) besok, Jokowi pun menjawab santai. Sambil candaan. “Bisa Jumat, bisa Senin, bisa Selasa, bisa Rabu,” katanya.

























