• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Jokowi dan “Agenda Politik”: Ketika Mantan Presiden Merasa Takut pada Kebenaran

Ali Syarief by Ali Syarief
July 17, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pasca lengser dari kursi kekuasaan, Joko Widodo—mantan presiden yang pernah dielu-elukan sebagai simbol kesederhanaan dan harapan rakyat kecil—kini tampil dalam wajah yang berbeda. Bukannya merefleksikan warisan kepemimpinannya dengan kebesaran jiwa, ia justru melontarkan tuduhan bahwa ada “agenda politik besar” di balik gelombang kritik terhadap dirinya dan keluarganya. Sungguh sebuah pernyataan yang terdengar absurd dan ironi, apalagi datang dari seseorang yang selama sepuluh tahun terakhir justru sangat mahir memainkan agenda politik itu sendiri.

Yang menjadi pertanyaan publik: Agenda politik siapa yang ia maksud? Siapa yang sedang bermain politik, jika bukan dirinya sendiri ketika anaknya melenggang menjadi wakil presiden dengan cara-cara manipulatif? Siapa yang membuka celah lahirnya distrust publik jika bukan dirinya sendiri, ketika ijazahnya dipertanyakan namun ia tak kunjung membuka dokumen aslinya kepada rakyat?

Ketika Kritik Disebut Agenda Politik

Istilah “agenda politik” adalah istilah yang sah dalam demokrasi. Kritik terhadap penguasa adalah bagian dari dialektika politik. Tapi ketika kritik ilmuwan, akademisi, ulama, aktivis, relawan, hingga rakyat biasa dianggap sebagai bagian dari konspirasi atau agenda tertentu, maka yang sedang terjadi bukanlah respons bijak dari seorang negarawan, melainkan reaksi panik dari seorang mantan penguasa yang takut pada kebenaran yang terlanjur terbuka.

Agenda politik yang dituding Jokowi bukanlah konspirasi yang direkayasa oleh musuh politik. Ia adalah hasil dari akumulasi panjang luka, kebohongan, manipulasi, dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai demokrasi yang justru dilakukan selama masa kekuasaannya sendiri. Sebuah agenda politik—jika boleh disebut demikian—yang disusun dan dijalankan secara sistematis sejak ia mulai menguasai alat-alat negara, mengatur arah peradilan, dan membentuk dinasti kekuasaan.

Agenda Politik Sebenarnya Sudah Terjadi 10 Tahun Lalu

Mari kita tarik ke belakang. Jika Jokowi merasa hari ini sedang terjadi agenda politik untuk menjatuhkan nama baiknya, maka publik justru bertanya: Agenda politik siapa yang menyebabkan…

  • 800 lebih petugas KPPS wafat tanpa investigasi serius dan dianggap sebagai hal “wajar” dalam demokrasi terbesar ketiga di dunia?
  • Ratusan aktivis dipenjara, dari Gus Nur hingga Bambang Tri, hanya karena kritik dan pendapat?
  • Tragedi berdarah KM 50, di mana nyawa enam anak bangsa hilang dalam peristiwa pembunuhan yang hingga kini kabur penyelesaiannya?
  • 135 orang tewas di Kanjuruhan, dalam peristiwa mematikan yang menunjukkan betapa nyawa rakyat tak berharga di mata aparat?
  • Kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, termasuk yang diangkat OCCRP—organisasi investigatif global yang menempatkan Indonesia dalam sorotan sebagai sarang koruptor kelas dunia?
  • Rekayasa hukum Mahkamah Konstitusi, untuk meloloskan syarat usia bagi sang anak yang tidak memenuhi kualifikasi moral, kompetensi, maupun integritas sebagai pemimpin bangsa?
  • Kebohongan mobil Esemka, yang dijual sebagai simbol nasionalisme padahal hanyalah mitos yang gagal diwujudkan?
  • Pembakaran Pasar Pramuka Pojok, yang oleh banyak pihak dikaitkan dengan upaya menghapus jejak kasus ijazah palsu yang tak pernah mau dibuka ke publik?
  • Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang dipaksakan di tengah krisis utang negara yang kini menembus Rp 8.000 triliun?
  • Proyek-proyek bermasalah seperti Rempang dan reklamasi, yang menggusur warga dan merusak lingkungan atas nama kemajuan semu?

Bukankah semua ini adalah bagian dari agenda besar politik yang selama ini ditutupi, disulap menjadi narasi pencapaian, dan dibungkus oleh media serta para buzzer bayaran?

Gelombang Kesadaran dan Pembongkaran

Hari ini, narasi besar itu mulai runtuh. Satu per satu lapisan kebohongan dan tipu daya mulai terbuka. Yang menyuarakannya bukan hanya lawan politik, tapi juga mantan pendukung. Bukan hanya oposisi, tapi juga ilmuwan dan tokoh-tokoh independen yang selama ini diam.

Ini bukan semata dendam politik. Ini adalah gelombang kesadaran nasional—di mana rakyat mulai berani bertanya: “Apa yang sebenarnya terjadi dalam 10 tahun terakhir?” Dan gelombang ini tidak bisa dihentikan dengan framing, tudingan, apalagi intimidasi.

Ketika semua orang mulai bicara—dari kampus hingga pondok pesantren, dari alumni relawan hingga anak-anak muda di media sosial—maka itu artinya rakyat sudah jengah. Mereka tak mau lagi dibohongi, dikendalikan, dan dibungkam atas nama stabilitas politik yang palsu.

Gejala Autoimun Kekuasaan

Dalam dunia kedokteran, autoimun adalah penyakit ketika tubuh menyerang dirinya sendiri karena gagal mengenali mana yang musuh, mana yang bagian dari dirinya. Dan apa yang terjadi pada Jokowi pasca turun dari kursi presiden sangat mirip dengan itu.

Kekuasaan yang dulu ia bentuk kini menyerangnya balik. Kepercayaan yang dulu ia bangun kini runtuh oleh pengkhianatannya sendiri. Pendukung yang dulu memujanya kini justru menyuarakan kritik paling tajam.

Inilah penyakit kekuasaan yang gagal berdamai dengan kritik. Yang tidak siap menerima pembongkaran kebenaran. Yang merasa dirinya adalah korban, padahal sejatinya ia adalah dalang dari kerusakan itu sendiri.

Penutup: Rakyat Tidak Lupa

Sejarah mencatat, rakyat Indonesia punya ingatan panjang. Ia mungkin diam dalam waktu tertentu, tapi bukan berarti lupa. Dan kini, ketika memori kolektif itu bangkit, maka tidak ada tempat bagi kebohongan untuk terus hidup.

Jika Jokowi merasa bahwa semua ini adalah agenda politik untuk menjatuhkannya, maka ia salah besar. Ini bukan agenda untuk menjatuhkan siapa-siapa. Ini adalah agenda untuk menegakkan kebenaran. Agenda untuk membersihkan demokrasi dari luka yang telah menganga selama satu dekade.

Dan seperti kata pepatah lama: “Kebenaran mungkin tertunda, tapi ia tak pernah bisa ditaklukkan.”

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kini Kaesang Mengundang Bapaknya Menjadi Ketua Dewan Pembina PSI?

Next Post

Menafikan Hasrat Jokowi: Keputusan Prabowo Tidak Upacara di IKN dan Maknanya

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Menafikan Hasrat Jokowi: Keputusan Prabowo Tidak Upacara di IKN dan Maknanya

Menafikan Hasrat Jokowi: Keputusan Prabowo Tidak Upacara di IKN dan Maknanya

Jaksa Sebut Budi Arie Terima 50 Persen Komisi Lindungi Situs Judi Online

Judol Tanpa Sutradara: Mengapa Budi Arie Belum Juga Tersangka?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist