• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Kini Kaesang Mengundang Bapaknya Menjadi Ketua Dewan Pembina PSI?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 17, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Kini Kaesang Mengundang Bapaknya Menjadi Ketua Dewan Pembina PSI?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Politik di Indonesia kini makin gamblang mempertontonkan wajah aslinya: bukan soal ide, bukan soal gagasan, tapi soal garis darah. Kaesang Pangarep, putra bungsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan karena prestasi politiknya, bukan pula karena rekam jejak atau kontribusi besar pada partai, melainkan karena satu alasan sederhana: ia anak Jokowi.

Tidak ada penjelasan lain yang lebih masuk akal. PSI—yang dulu mengaku hadir sebagai partai anak muda, progresif, antikorupsi, dan meritokratis—kini menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada seseorang yang bahkan belum punya jam terbang politik satu periode pun. Kaesang menjadi ketua umum dalam waktu singkat setelah masuk ke partai. Jika bukan karena statusnya sebagai putra presiden, mustahil ia bisa melompat langsung ke pucuk pimpinan partai.

Dan kini, setelah sang ayah tak lagi menjabat sebagai presiden, PSI justru secara terbuka membuka peluang bagi Jokowi untuk menjadi Ketua Dewan Pembina partai. Kaesang pun tak berupaya menutupi atau menjaga jarak dari isu tersebut. Dengan enteng, ia hanya berkata, “Itu bukan kewenangan saya, tanya ke dewan pendiri partai,” seolah menegaskan bahwa semua ini sudah diatur dan tinggal diumumkan secara formal.

Ini adalah puncak dari politik dinasti yang semakin terang-terangan dan kehilangan rasa malu. Jokowi, yang selama ini mencoba tampil sebagai pemimpin sederhana, justru meninggalkan jejak yang sangat feodal dalam politik kita. Alih-alih mendorong kaderisasi dan regenerasi yang sehat di partai politik, ia malah membuka jalan bagi anaknya untuk langsung menempati posisi elit, lalu disusul dirinya sendiri untuk duduk sebagai “pembina” di belakang layar.

Apakah publik percaya bahwa PSI benar-benar melihat kapasitas Kaesang sebagai pemimpin? Ataukah PSI hanya ingin mengamankan pengaruh Jokowi demi kepentingan elektoral semata? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak dijawab secara jujur oleh PSI, karena mereka kini lebih sibuk membungkus persekongkolan politik ini sebagai “konsolidasi anak muda” dan “kejutan” dalam kongres partai.


Yang sebetulnya terjadi adalah sangat sederhana: Kaesang menjadi Ketua Umum PSI karena Jokowi adalah mantan Presiden RI. Karena ia punya akses ke kekuasaan, ke media, dan ke jaringan politik yang kuat. Ia bukan representasi meritokrasi, melainkan simbol bahwa politik kita masih dikuasai oleh “keluarga penguasa.”

Jika situasi ini dibiarkan tanpa kritik, tanpa perlawanan, maka publik secara tidak langsung telah mengizinkan demokrasi berubah menjadi monarki. Bukan raja dan pangeran secara formal, tapi simbol dan struktur kekuasaan yang diwariskan dari ayah ke anak, lalu dilegitimasi oleh partai-partai yang kehilangan prinsip.

Demokrasi bukan soal siapa anak siapa. Demokrasi seharusnya tentang siapa yang punya gagasan, siapa yang bekerja keras, siapa yang layak karena prestasinya. Tapi dalam kasus Kaesang dan PSI, semuanya dibalik. Nama besar Jokowi dijadikan tiket masuk, lalu dijadikan tameng untuk membungkam kritik. Dan yang lebih menyedihkan: semua ini dilakukan dengan senyum, cengengesan, dan slogan kekinian.

PSI boleh bicara soal harapan baru. Tapi kenyataannya, mereka justru mewarisi pola lama: menjadikan partai sebagai alat keluarga, bukan sebagai ruang gagasan. Dan Kaesang, betapapun keras dia menyangkal, adalah Ketua Umum bukan karena dirinya—tetapi semata-mata karena dia anak dari Joko Widodo.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pewarta: Penjaga Moral Publik di Era Ketaklaziman

Next Post

Jokowi dan “Agenda Politik”: Ketika Mantan Presiden Merasa Takut pada Kebenaran

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Birokrasi

MBG DAN PEKERJAAN BESAR TATA KELOLA NEGARA

June 15, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Next Post
Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum

Jokowi dan "Agenda Politik": Ketika Mantan Presiden Merasa Takut pada Kebenaran

Menafikan Hasrat Jokowi: Keputusan Prabowo Tidak Upacara di IKN dan Maknanya

Menafikan Hasrat Jokowi: Keputusan Prabowo Tidak Upacara di IKN dan Maknanya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

MBG DAN PEKERJAAN BESAR TATA KELOLA NEGARA

June 15, 2026
Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

June 15, 2026

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

MBG DAN PEKERJAAN BESAR TATA KELOLA NEGARA

June 15, 2026
Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist