• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Judol Tanpa Sutradara: Mengapa Budi Arie Belum Juga Tersangka?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 17, 2025
in Feature
0
Jaksa Sebut Budi Arie Terima 50 Persen Komisi Lindungi Situs Judi Online
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di tengah hiruk-pikuk pemberantasan korupsi yang semakin kehilangan arah, kasus dugaan korupsi proyek Base Transceiver Station (BTS) 4G dan proyek lainnya di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)—yang dikenal publik sebagai kasus Judol (Judi Online)—menyimpan sebuah paradoks besar. Sejumlah tersangka telah ditetapkan, bahkan beberapa di antaranya telah duduk di kursi pesakitan, namun satu nama yang kerap disebut-sebut dalam polemik publik masih nyaman di kursi menteri: Budi Arie Setiadi.

Sebagai Menteri Kominfo sekaligus Ketua Umum Projo—organ relawan Jokowi yang menjadi tulang punggung kekuasaan—Budi Arie seolah berdiri di luar pusaran tanggung jawab. Padahal, sebagai pemimpin lembaga yang diberi mandat untuk memberantas judi online, ia justru disorot karena kegagalan masif yang berujung pada bocornya dana negara dan dugaan keterlibatan sejumlah oknum dalam praktik kotor itu.

Lalu, pertanyaan publik pun menggelora: Mengapa Budi Arie belum ditetapkan sebagai tersangka?


Teater Hukum dan Simbol Kekuasaan

Proses hukum di Indonesia seringkali menyerupai panggung teater. Ada aktor yang digiring ke depan layar sebagai tumbal, ada pula yang tetap berada di balik layar karena memiliki “garansi politik”. Dalam konteks ini, posisi Budi Arie tidak bisa dilepaskan dari jejaring kekuasaan yang membentang dari istana hingga ke partai-partai politik.

Sebagai tokoh relawan garis keras Jokowi, Budi bukan sekadar menteri teknis. Ia adalah simbol loyalitas politik yang tak tergantikan dalam sistem patronase. Maka, jika aparat penegak hukum bergerak terlalu jauh ke arahnya, artinya mereka harus siap berhadapan dengan gelombang politik yang jauh lebih besar dari sekadar kasus BTS atau Judol.


Keluhan dari Ruang Tahanan

Sementara itu, dari balik jeruji, keluhan para tersangka mulai terdengar seperti suara-suara kesepian dari ruang interogasi yang dingin. Beberapa dari mereka merasa telah dijadikan kambing hitam, dikorbankan demi menyelamatkan “pemain besar” yang duduk di kursi kekuasaan. Dalam berbagai laporan media, bahkan ada terdakwa yang secara tidak langsung menyentil ketidakhadiran sang menteri dalam proses hukum.

“Lho, kami ini hanya pelaksana. Semua ini disetujui oleh kementerian. Tapi kenapa kami yang dikorbankan?” begitu kira-kira keluhan yang bocor ke publik melalui pengacara dan keluarga mereka.

Keluhan ini bukan tanpa alasan. Dalam sistem pemerintahan, apalagi kementerian, tidak ada proyek strategis yang bisa berjalan tanpa restu politik dan administratif dari level tertinggi. Maka ketika proses hukum hanya berhenti pada para bawahan, publik pun semakin curiga bahwa hukum telah menjadi alat untuk melindungi, bukan mengadili.


Dua Wajah Penegakan Hukum

Yang menyakitkan adalah kenyataan bahwa penegakan hukum di negeri ini tampak memiliki dua wajah. Wajah pertama adalah tegas terhadap yang lemah, terburu-buru menetapkan tersangka, memamerkan barang bukti, dan melakukan ekspos besar-besaran. Wajah kedua adalah lunak terhadap yang punya kuasa, penuh pertimbangan, mengulur waktu dengan dalih “masih pendalaman”.

Budi Arie, hingga hari ini, masih dilindungi oleh wajah kedua itu.


Narasi yang Berbahaya

Jika penegakan hukum hanya menjerat ikan-ikan kecil dan membiarkan hiu-hiu besar berenang bebas, maka yang lahir adalah ketidakpercayaan publik. Hukum tak lagi menjadi panglima, melainkan alat negosiasi dan perlindungan politik. Ini adalah narasi berbahaya, sebab ketika keadilan menjadi selektif, maka negara kehilangan legitimasinya di mata rakyat.


Akankah Rakyat Melupakan?

Pemerintah boleh berharap publik akan lelah, isu akan berlalu, dan Budi Arie akan tetap di singgasananya. Tapi sejarah Indonesia mengajarkan satu hal: rakyat bisa diam, namun tidak bodoh. Ketika waktu yang tepat tiba, dan ketika momentum politik berubah, kasus-kasus yang sengaja ditahan bisa kembali menghantam dengan kekuatan yang lebih besar. Dan saat itu terjadi, bukan hanya reputasi pribadi yang hancur, tapi juga kepercayaan terhadap seluruh sistem pemerintahan.


Penutup

Kasus Judol bukan hanya soal dana triliunan rupiah yang raib. Ia adalah cermin betapa rusaknya sistem hukum dan tata kelola negara. Selama aktor-aktor utama belum tersentuh, dan selama hukum masih tebang pilih, maka kita semua sedang menonton sebuah sandiwara besar: drama pengorbanan anak buah untuk melindungi para penguasa.

Dan selama Budi Arie masih belum ditetapkan sebagai tersangka, pertanyaan publik akan terus menggantung: Siapa sebenarnya yang sedang kita lindungi?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menafikan Hasrat Jokowi: Keputusan Prabowo Tidak Upacara di IKN dan Maknanya

Next Post

PSI Berlogo Gajah: Gak Ada Ijazah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
PSI Berlogo Gajah: Gak Ada Ijazah

PSI Berlogo Gajah: Gak Ada Ijazah

Beras Oplosan: Kejahatan Perut Lapar yang Layak Disebut Kejahatan Kemanusiaan

Mereka Mencampur Beras Kita, Lalu Merampok dari Meja Makan Rakyat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist