Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Betapa kreatifnya netizen atau warganet Indonesia. Ketika ada rumor Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hendak berganti logo dari bunga mawar putih berlatar merah menjadi gajah merah hitam berlatar putih, sejumlah netizen langsung menunjukkan kreativitasnya di media sosial. Kata mereka, Gajah adalah akronim atau singkatan dari “Gak ada ijazah”.
Apakah maksud mereka itu menyindir Jokowi, Presiden ke-7 RI yang sedang dirumorkan akan menjadi Ketua Dewan Pembina dalam Kongres PSI yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (19-20/7/2025) lusa?
Ya, menjelang kongres perdana yang rencananya akan dihadiri Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto, di Kota Solo bertebaran bendera bergambar logo PSI berupa seekor gajah dengan latar belakang putih. Gambar gajah itu sendiri kepalanya berwarna merah dan tubuhnya berwarna hitam, dengan posisi kepala agak mendongak.
Netizen yang kreatif pun mulai iseng. Mereka memberi kepanjangan Gajah sebagai “Gak ada ijazah”.
Beberapa waktu belakangan ini memang sedang viral rumor ijazah Sarjana Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang dimiliki Jokowi palsu. Kasus ini sedang bergulir di ranah hukum, baik di kepolisian maupun pengadilan.
Jokowi diduga tidak punya ijazah asli karena ia enggan menunjukkannya ke publik. Apalagi dalam ijazah itu banyak kejanggalan yang ditemukan.
Jokowi mengaku baru akan menunjukkan ijazahnya jika diminta pengadilan. Sementara pengadilan sendiri tak pernah minta Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya, termasuk Pengadilan Negeri (PN) Surakarta di mana gugatan atas keabsahan ijazah Jokowi juga bergulir di sana.
Polri pun enggan memperlihatkan ijazah asli Jokowi kepada publik, dan hanya mau menunjukkan fotokopinya, kemudian Korps Bhayangkara itu berkesimpulan ijazah Jokowi adalah asli, bukan palsu.
Itulah yang mungkin menggelitik jari-jemari netizen, sehingga mereka menyindir Jokowi melalui konsep logo PSI yang konon akan berganti dari gambar bunga mawar menjadi binatang gajah.
PSI memang identik dengan Jokowi, karena ketua umumnya adalah Kaesang Pangarep, putra bungsunya.
Apalagi wong Solo itu sudah dipecat dari PDI Perjuangan, partai yang selama ini menaungi dan membesarkannya.
Ihwal apakah logo Gajah itu akan jadi dipakai PSI atau tidak, elite-elite partai itu tidak membantah atau membenarknanya.
Mereka hanya bilang akan ada sejumlah kejutan dalam kongres nanti. Di antaranya soal logo, dan apakah Jokowi akan jadi Ketua Dewan Pembina atau tidak, setelah sempat dirumorkan akan menjadi ketua umum, serta apakah Kaesang akan terpilih kembali atau tidak, dengan sistem pemungutan suara yang relatif baru, yakni “one man one vote” atau satu anggota satu suara.
Benarkah Kongres PSI akan menghadirkan kejutan? Jangan-jangan justru elite-elite PSI yang terkejut, karena konsep logo bergambar gajah yang konon akan dipakainya diakronimkan sebagai “Gak ada ijazah”. Kok bisa?
























