• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi: Dari Panggung Kekuasaan ke Pengadilan Sejarah

Ali Syarief by Ali Syarief
June 25, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Makar atau Manipulasi? Saat Hukum Harus Menyentuh Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi para pengkritiknya, tidak ada pemimpin Indonesia yang meninggalkan warisan kontroversial sebesar Joko Widodo. Mereka menilai pemerintahannya bukan sekadar gagal memenuhi berbagai janji, melainkan meninggalkan rangkaian persoalan yang membebani bangsa hingga hari ini.

Polemik mengenai ijazah yang terus dipersoalkan sebagian pihak, proyek Esemka yang digadang-gadang sebagai kebangkitan industri otomotif nasional namun tak pernah berkembang sesuai ekspektasi publik, menguatnya politik keluarga setelah sebelumnya muncul narasi bahwa anak-anaknya tidak akan berpolitik, lonjakan utang negara, eksploitasi sumber daya alam yang dinilai menguntungkan kelompok oligarki, hingga berbagai peristiwa yang oleh para pengkritik dianggap sebagai kemunduran demokrasi dan penegakan hak asasi manusia—semuanya menjadi bagian dari dakwaan politik terhadap era Jokowi.

Bagi mereka, sejarah kelak bukan hanya akan menghitung berapa kilometer jalan tol yang dibangun atau berapa bendungan yang diresmikan. Sejarah juga akan mencatat pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab, kontroversi yang belum selesai, dan harga yang harus dibayar rakyat atas setiap kebijakan yang diambil selama satu dekade kekuasaan.

Esemka menjadi contoh bagaimana harapan dapat berubah menjadi kekecewaan. Mobil yang pernah dipromosikan sebagai simbol kebangkitan industri nasional sempat membangkitkan optimisme masyarakat. Berbagai pernyataan mengenai kesiapan produksi dan besarnya minat pasar pernah menghiasi ruang publik. Namun bertahun-tahun kemudian, Esemka tidak pernah menjelma menjadi kekuatan industri otomotif nasional sebagaimana yang dibayangkan. Bagi para pengkritik, proyek itu lebih banyak meninggalkan simbolisme politik daripada prestasi industri.

Hal serupa terjadi pada isu politik keluarga. Jokowi datang dengan citra sebagai pemimpin sederhana di luar lingkaran elit. Banyak pendukungnya percaya bahwa ia akan memutus tradisi politik dinasti. Namun pada penghujung masa kekuasaannya, putra sulungnya menjadi wakil presiden, menantunya memimpin pemerintahan daerah, dan anggota keluarga lainnya mulai menapaki jalur politik. Walaupun seluruh proses tersebut berlangsung melalui mekanisme hukum dan pemilu, para pengkritik menilai fenomena itu bertolak belakang dengan citra awal yang dibangun.

Di bidang ekonomi, pemerintah berkali-kali menjelaskan bahwa peningkatan utang digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Namun para pengkritik mempertanyakan efektivitasnya. Mereka berpendapat bahwa beban pembayaran utang akan diwariskan kepada pemerintahan berikutnya dan pada akhirnya ditanggung oleh rakyat melalui ruang fiskal yang semakin sempit.

Pada saat yang sama, eksploitasi sumber daya alam juga menjadi sorotan. Pembukaan kawasan hutan, ekspansi pertambangan, dan pemanfaatan wilayah pesisir oleh perusahaan-perusahaan besar dipandang sebagai bukti bahwa orientasi pembangunan lebih berpihak pada pertumbuhan ekonomi daripada keberlanjutan lingkungan. Kritik tersebut diperkuat oleh berbagai konflik agraria dan kerusakan ekosistem yang terus bermunculan di berbagai daerah.

Persoalan demokrasi pun menjadi catatan penting. Revisi berbagai regulasi, hubungan antara kekuasaan dan aparat penegak hukum, serta sejumlah peristiwa yang memicu perdebatan publik, termasuk tragedi KM50, dinilai oleh para pengkritik sebagai indikator melemahnya kualitas demokrasi dan akuntabilitas negara. Pemerintah dan aparat memiliki penjelasan serta proses hukum masing-masing atas berbagai peristiwa tersebut, namun bagi para pengkritik, masih terdapat pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab.

Semua itu menjadikan sepuluh tahun pemerintahan Jokowi sebagai salah satu periode yang akan terus diperdebatkan dalam sejarah Indonesia. Sebagian masyarakat mengingatnya sebagai era pembangunan infrastruktur besar-besaran. Sebagian lainnya melihatnya sebagai masa ketika kekuasaan semakin terkonsentrasi, kritik dianggap ancaman, dan berbagai kontroversi meninggalkan jejak yang panjang.

Pada akhirnya, sejarah akan memberikan penilaiannya sendiri. Namun satu hal tampaknya sulit dibantah: pemerintahan Joko Widodo telah meninggalkan warisan politik yang akan terus diperdebatkan jauh setelah ia tidak lagi memegang kekuasaan. Dan dalam sebuah demokrasi, warisan itu akan selalu diuji bukan hanya oleh keberhasilan pembangunan, tetapi juga oleh kemampuan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih menggantung di benak publik.

Sorotan internasional terhadap pemerintahan Jokowi mencapai puncaknya ketika Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), jaringan jurnalisme investigasi lintas negara, memasukkan namanya ke dalam daftar finalis Person of the Year in Organized Crime and Corruption 2024. Nama Jokowi berada bersama sejumlah tokoh dunia lain yang dinilai layak mendapat sorotan terkait persoalan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Meski OCCRP akhirnya menetapkan Bashar al-Assad sebagai penerima predikat tersebut, masuknya nama mantan Presiden Indonesia ke dalam daftar finalis telah menjadi pukulan moral yang belum pernah dialami pemimpin Indonesia sebelumnya. Bagi para pengkritiknya, hal itu merupakan cerminan bahwa berbagai persoalan yang selama ini diperdebatkan di dalam negeri—mulai dari dugaan pelemahan lembaga antikorupsi, politik dinasti, hingga tuduhan penyalahgunaan kekuasaan—telah menarik perhatian komunitas jurnalisme investigasi internasional. Sementara itu, si pendusta Jokowi itu menolak penilaian tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah yang harus dibuktikan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Negara Menuju Tax Heaven Country Dengan Patriot Bond, Surga Baru Uang Haram

Next Post

AI, Tool yang Pintar dan Jujur, Namun Belum Independen (Sangat Tergantung Niat dan Perilaku Majikannya)

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

AI, Tool yang Pintar dan Jujur, Namun Belum Independen (Sangat Tergantung Niat dan Perilaku Majikannya)

June 25, 2026
Economy

Negara Menuju Tax Heaven Country Dengan Patriot Bond, Surga Baru Uang Haram

June 25, 2026
Indonesia: Rupiah Bahkan Kalah oleh Vietnam Dong – Investor Ngacir, Ada Apa dengan Negeri Ini?
Economy

Indonesia: Rupiah Bahkan Kalah oleh Vietnam Dong – Investor Ngacir, Ada Apa dengan Negeri Ini?

June 25, 2026
Next Post

AI, Tool yang Pintar dan Jujur, Namun Belum Independen (Sangat Tergantung Niat dan Perilaku Majikannya)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

AI, Tool yang Pintar dan Jujur, Namun Belum Independen (Sangat Tergantung Niat dan Perilaku Majikannya)

June 25, 2026
Makar atau Manipulasi? Saat Hukum Harus Menyentuh Jokowi

Jokowi: Dari Panggung Kekuasaan ke Pengadilan Sejarah

June 25, 2026

Negara Menuju Tax Heaven Country Dengan Patriot Bond, Surga Baru Uang Haram

June 25, 2026
Indonesia: Rupiah Bahkan Kalah oleh Vietnam Dong – Investor Ngacir, Ada Apa dengan Negeri Ini?

Indonesia: Rupiah Bahkan Kalah oleh Vietnam Dong – Investor Ngacir, Ada Apa dengan Negeri Ini?

June 25, 2026
Peserta Latsarmil Meninggal: Bukti TNI Tak Patut Terlibat Urusan Sipil

Peserta Latsarmil Meninggal: Bukti TNI Tak Patut Terlibat Urusan Sipil

June 25, 2026

Krisis Kompas Moral: Mengapa Mahasiswa Jepang Tidak Berdemo?

June 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

AI, Tool yang Pintar dan Jujur, Namun Belum Independen (Sangat Tergantung Niat dan Perilaku Majikannya)

June 25, 2026
Makar atau Manipulasi? Saat Hukum Harus Menyentuh Jokowi

Jokowi: Dari Panggung Kekuasaan ke Pengadilan Sejarah

June 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...