• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi, Erick Thohir, dan Paradoks Eropa

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 19, 2022
in Feature
0
Erick Thohir: Mohon Maaf Pertamax Naik, tapi Pertalite Disubsidi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Abdullah Sammy

Jakarta – Bung Karno tak segan melawan bangsa Barat yang penuh dengan sikap paradoks. Bagi Bung Karno, Barat dengan segala macam perangkatnya ingin selalu mendikte bangsa lain. Hal yang dianggap Bung Karno sebagai penjajahan bentuk baru. Hal yang disebutnya neokolonialisme. Penjajahan dengan sistem remote by control.

Menurut Bung Karno sebuah bangsa yang merdeka harus berdaulat atas dirinya sendiri. Berdaulat atas ekonomi, sosial, politik, hingga kebudayaannya. Berdiri di atas kaki sendiri. Bukan di-remote atas perintah bangsa lain.

Hampir lima dasawarsa berlalu, apa yang disampaikan sang presiden pertama diaktualisasikan oleh presiden ketujuh, Joko Widodo (Jokowi). Pria bertubuh ramping itu bernyali besar. Di depan para pemimpin Uni Eropa, Kamis (15/12), Jokowi melontarkan apa yang pernah disampaikan Bung Karno. “Kerja sama atas dasar kesetaraan bukan memaksakan kehendak,” ujar Jokowi menyinggung relasi antara Indonesia dengan Eropa.

Apa yang disampaikan Jokowi tegas dan apa adanya. Hubungan Indonesia dengan Eropa memang sedang tidak baik-baik saja. Semua karena prinsip kerja sama yang selama ini berjalan kerap kali tidak menguntungkan Indonesia.

Sebelum era Jokowi, merah putih memang kerap ciut ketika ditekan. Situasi yang berlangsung sejak tumbangnya Bung Karno dan orde kekuasaannya. Sejarah mencatat, salah satu undang-undang pertama yang dibuat ketika rezim Orde Baru berkuasa adalah aturan terkait investasi asing di tambang emas Papua. Sejak itu, Indonesia seperti anak manis yang selalu manut dengan kepentingan Barat.

Ketika Jokowi terpilih jadi Presiden pada 2014, negara Barat seolah kehilangan zona nyamannya. Sejak itu, Indonesia lebih bertaring dalam mempertahankan kepentingannya sendiri.

Begitu Uni Eropa berani menekan Indonesia terkait industri kelapa sawit, pemerintah Jokowi tidak tinggal diam. Pemboikotan Eropa pada sawit dibalas Jokowi dengan pemboikotan nikel yang menjadi salah satu komoditas utama energi dunia saat ini. Sejatinya, pemboikotan ekspor bahan mentah nikel bukan sekadar masalah sawit semata.

Indonesia yang memiliki komoditas nikel terbesar ingin agar sumber daya itu dihilirisasi. Agar bahan mentah diolah di dalam negeri untuk menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal bagi Indonesia.

Kebijakan hilirisasi itulah yang semakin membuat Eropa meradang. Dengan hilirisasi maka praktik impor bahan mentah dari Indonesia praktis sirna. Walhasil keuntungan maksimal dari pengolahan sumber daya alam dari Indonesia jadi semakin terbatas.

Sebaliknya dengan hilirisasi sumber daya alam seperti nikel, Indonesia akan memperbesar ceruk ekonominya untuk menjadi negara industri. Tak lagi negara berkembang yang hanya mengirim sumber daya alamnya untuk diolah bangsa lain.

Anehnya, sikap Indonesia yang ingin berdiri di atas kaki sendiri itu malah membuat banyak negara barat meradang. Sejumlah isu terkait kerusakan alam dan kelapa sawit pun dimainkan. Tekanan yang nyatanya tak membuat pemerintah surut dalam melangkah.

Apa yang ditunjukkan Jokowi dengan menyetop pengiriman bahan mentah nikel membawa Indonesia dan Eropa berseteru hingga ke pengadilan internasional. Bertepatan dengan KTT Asean dan Uni Eropa, pekan ini Jokowi memberi pesan langsung bahwa Indonesia menolak segala sikap arogansi Eropa. Ingin bekerja sama namun dipaksa sesuai dengan standar ego ala Eropa. Inilah yang ditolak keras pemerintah Jokowi.

Gestur Jokowi yang tegas dalam membela kepentingan dalam negeri juga tercermin dalam karakter sejumlah menterinya. Sebut saja Sri Mulyani, Nadiem Makarim, dan Erick Thohir. Nama-nama itu sudah teruji punya nyali untuk berhadapan dengan bangsa lain. Ini seperti Erick yang punya pengalaman memimpin perusahaan besar yang mana perusahaan itu dipimpin oleh merah putih, sementara pria berkulit putih yang jadi jongosnya.

Orang Indonesia seperti Erick punya pengalaman untuk bersaing dan menang di level internasional. Mental inilah yang membuat Jokowi menunjuk Erick, Sri Mulyani, Nadiem Makarim, dan lain-lain sebagai pembantunya di kabinet. “Agar BUMN bisa berbicara di pentas global,” kata Jokowi saat mengumumkan menunjuk Erick Thohir sebagai menteri.

Jokowi, Erick, dan anggota kabinet di bidang ekonomi selaras dalam menjawab tekanan Eropa. Dengan tegas Indonesia bergeming pada sikapnya agar tak ada satu bangsa pun bisa menekan Indonesia. Misi menjadikan bangsa untuk melakukan hilirisasi sumber daya alam tak bisa ditawar lagi. “Sudah terlalu lama bangsa kita yang mempunyai sumber daya alam ini beratus-ratus tahun hanya dieksploitasi untuk hanya mengirim bahan baku. Padahal turunan bahan baku itu adalah sesuatu pertumbuhan ekonomi dan juga pertumbuhan (pembukaan) lapangan pekerjaan,” ungkap Erick Thohir dalam gelaran Investor Daily Summit 2022, Oktober lalu.

Indonesia bukan anti kerja sama. Namun kerja sama semestinya sesuai namanya yakni bersama-sama. Hak dan kewajibannya mesti dalam posisi setara. Bukan hanya menguntungkan salah satu pihak. Itulah kesetaraan. Ketidaksetaraan bukanlah kerja sama melainkan neokolonialisme gaya baru. Hal yang pernah disinggung Bung Karno dalam pidatonya yang bertajuk “Tahun Vivere Pericoloso” pada 17 Agustus 1965.

“Kaum imperialis terlalu banyak cingcong dan bertingkah. Aku serukan go to hell with your aid!” begitu petikan pidato Bung Karno yang melegenda itu.

Abdullah Sammy, peneliti sejarah dan strategi manajemen dari Universitas Indonesia (UI).

Dikutip dari detikom Senin 19 Desember 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Puan, Tak Harus “Now or Never”!

Next Post

Catat, Harga Rokok Naik Per 1 Januari 2023

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Penting Bagi Ahli Isap, Ini Daftar Harga Rokok Usai Kenaikan Tarif Cukai Tembakau

Catat, Harga Rokok Naik Per 1 Januari 2023

Menang Telak 3 – 0 Argentina Melaju ke Semi Final Menyingkirkan Kroasia

Viva Argentina!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist