Presiden Jokowi dalam pernyataannya menegaskan, dipindahkannya ibukota negara dari Jakarta ke IKN di Sepaku Penajam Paser Kalimantsn timur untuk mengubah mindset bangsa Indonesia agar bisa bersaing dengan negara lain
Jakarta – Fusilatnews – Presiden Jokowi mengatakan pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur demi cara kerja baru menghadapi persaingan antar negara.”Terima kasih pada seluruh masyarakat Melayu Banjar atas dukungan pembangunan IKN Nusantara yang sudah kita mulai dengan membangun infrastruktur, membangun istananya membangun gedung kementeriannya.
Tetapi yang ingin kita pindahkan itu bukan fisiknya sebetulnya, kita ingin membangun sebuah cara-cara kerja yang baru yaitu cara kerja melayani masyarakat” kata Jokowi, Jumat (17/3).
Selain itu, IKN dipindah juga demi mengubah mindset untuk bersaing dengan negara lain.
“Kita ingin juga yang kedua merubah pola pikir mindset, agar kita bisa bersaing dengan negara-negara lain. Tidak mudah sekarang ini, antar negara saling bersaing, antar negara saling berebut, baik itu yang namanya investasi, baik yang namanya traffic atau lalin, dan persaingan itu tidak mudah,” kata Jokowi.
Jokowi menekankan menghadapi persaingan antar negara tidaklah mudah. Sehingga, menurutnya, perlu muncul cara kerja baru dan pola pikir baru.
“Kalau kita tidak memunculkan cara – cara baru dalam bekerja, tidak memunculkan pola pikir baru dalam kita berkompetisi, ya kita akan kalah dan terus hanya menjadi negara berkembang. Banyak negara di Amerika Latin, Asia sudah lebih dari 50 tahun, lebih dari 70 tahun terus hanya menjadi negara berkembang karena tidak berani merubah dirinya, merubah SDM-nya,” kata Jokowi dalam pidatonya
Jokowi menyampaikan cara kerja yang baru yakni melayani masyarakat dengan cepat dan baik. Selain itu, IKN dipindah juga demi mengubah mindset untuk bersaing dengan negara lain.
“Kita ingin juga yang kedua merubah pola pikir mindset, agar kita bisa bersaing dengan negara-negara lain. Tidak mudah sekarang ini, antar negara saling bersaing, antar negara saling berebut, baik itu yang namanya investasi, baik yang namanya traffic atau lalin, dan persaingan itu tidak mudah,” kata Jokowi.
Jokowi menekankan menghadapi persaingan antar negara tidaklah mudah. Sehingga, menurutnya, perlu muncul cara kerja baru dan pola pikir baru.
Jokowi mengatakan dengan dibangunnya cara kerja dan pola pikir baru maka akan ada perubahan. Dia berharap muda-mudi RI mau berubah dan bersaing dengan negara lain.
“Karena saudara-saudara semuanya nanti akan bersaing dengan SDM-SDM dari negara-negara lain,” kata Jokowi.
Jokowi menambahkan pemindahan Ibu Kota juga agar tidak Jawa sentris. Dia ingin mendorong pertumbuhan ekonomi di luar Jawa.
“Perputaran uang itu 58 persen ada di Pulau Jawa, terus 17 pulau yang lain dapat apa, oleh sebab itu perlu yang namanya pemerataan bukan Jawa sentris tapi Indonesia sentris. Kenapa infrastruktur itu dibangun banyak sekali di luar jawa, ya karena untuk pemerataan, untuk mendorong agar PDB ekonomi itu bisa keluar dari Pulau Jawa, ini untuk mewujudkan yang namanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Jokowi.
Jokowi juga menyebut gagasan pemindahan Ibu Kota sudah dimulai sejak 1960-an. Kala itu, kata Jokowi, Sukarno sudah merancang namun tak kunjung terealisasi.
“Sekarang kita eksekusi dan sudah dimulai, insyallah mungkin dalam 10 atau 15 tahun akan selesai dan ibu kota akan kita di Nusantara,” kata Jokowi.





















