• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Jokowi Nekad Berbohong di Era AI: Mata Bisa Dibohongi, Akal Tidak

fusilat by fusilat
November 3, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Melihat. Percaya. Dulu sederhana itu. Mata manusia adalah saksi kebenaran. Foto, video, pidato—apa yang tampak nyata, itulah yang dipercaya. Tapi di era AI, pepatah itu mulai goyah. Deepfake. Generative AI. Informasi bisa dibuat, diubah, disebar secepat kilat.

Dan di sini, politik bertemu teknologi. Pemerintah bisa tampil meyakinkan. Klaim dipoles. Data diubah. Narasi dibuat sedemikian rupa agar terlihat “benar”. Contoh? Klaim pembangunan Ibu Kota Nusantara yang digembar-gemborkan sebagai proyek monumental, tapi fakta di lapangan menunjukkan biaya fantastis dan banyak janji pendidikan, pertanian, serta kesejahteraan rakyat justru terabaikan. Mata melihat kemegahan, tapi akal harus menilai.

Jokowi, seperti banyak pemimpin di era digital, menghadapi godaan besar: memanfaatkan visual, narasi, dan teknologi untuk membentuk persepsi publik. Video pidato yang diedit, infografik yang tampak solid, statistik yang dikemas menarik—semua bisa membuat rakyat percaya, padahal realitasnya berbeda. Mata menangkap kebenaran, tapi seringkali tertipu oleh kemasan digital.

Di era AI, berbohong menjadi lebih “mudah” dan lebih berbahaya. Narasi bisa disebar massal. Deepfake bisa membuat seolah-olah pejabat negara berbicara, mengumumkan kebijakan, atau menyatakan fakta yang tidak pernah ada. Media sosial jadi medan pertempuran opini. Mereka yang percaya mata saja, mudah terseret. Mereka yang skeptis, yang memverifikasi fakta, tetap bisa memisahkan realitas dari ilusi.

Contoh konkret: Upacara 17 Agustus di IKN yang menghabiskan Rp 87 miliar dibandingkan Rp 53 miliar di Jakarta. Di layar dan media, terlihat megah, penuh kemeriahan. Klaim pembangunan sebagai simbol kemajuan. Tapi faktanya, rakyat melihat pengeluaran besar sementara pendidikan, garam, beras, jagung—komoditas pokok—masih impor. Mata melihat kemegahan, akal menolak klaim kemajuan.

Ini bukan sekadar soal uang atau proyek. Ini soal kontrol persepsi publik. Di era AI, pemerintah bisa mengedit kenyataan agar sesuai narasi politik. Video dipoles, foto dipilih, statistik dikemas. Mata bisa percaya. Akal harus bertindak. Rakyat harus skeptis.

Dan di sinilah pepatah lama berubah: “Seeing is believing” kini harus diperbarui menjadi “Seeing, verifying, reasoning is believing.” Tidak cukup melihat pidato, video, atau klaim di media. Kita harus memverifikasi, memahami konteks, menilai fakta, baru percaya.

Jokowi, atau siapapun pemimpin, bisa “membeli” kepercayaan dengan kemegahan visual dan narasi digital. Tapi AI juga memberi rakyat senjata baru: kemampuan memeriksa fakta, membandingkan data, dan menganalisis klaim. Mata bisa dibohongi. Akal tidak bisa.

Di era ini, rakyat tidak bisa lagi hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi detektif realitas. Kita harus menuntut transparansi. Kita harus mempertanyakan narasi. Dan kita harus menegaskan satu hal: kebenaran tidak bisa dipalsukan, akal tidak bisa dibohongi, rakyat tidak bisa terus ditipu.

Tempo dunia cepat. Media sosial liar. Video viral, infografik megah, pidato menawan. Mata bisa menangkap. Otak harus menimbang. Akal harus memutuskan. Seeing is believing? Masih berlaku. Tapi relevansi itu bersyarat: lihat, periksa, pikirkan, baru percaya.

Dan di era AI ini, rakyat punya senjata terakhir: skeptisisme, penalaran kritis, dan keberanian untuk menolak kebohongan yang dibungkus teknologi. Mata bisa dibohongi. Otak tidak.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mata Bisa Dibohongi, Otak Tidak: Seeing is Believing di Era AI

Next Post

REBRANDING PROJO: PELARIAN BUDI ARIE DARI BAYANG-BAYANG JOKOWI KE PELUKAN GERINDRA

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Jaksa Sebut Budi Arie Terima 50 Persen Komisi Lindungi Situs Judi Online

REBRANDING PROJO: PELARIAN BUDI ARIE DARI BAYANG-BAYANG JOKOWI KE PELUKAN GERINDRA

Makar atau Manipulasi? Saat Hukum Harus Menyentuh Jokowi

Satu-satunya yang Tidak Pernah Berhenti Diusik: Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist