Bupati Willem menyatakan enam korban kelaparan itu terdiri dari lima orang dewasa dan satu bayi berusia 6 bulan. Menurut Bupati , bencana kelaparan itu terjadi bukan karena cuaca dingin seperti yang diucapkan Presiden Jokowi, melainkan karena kemarau panjang.
Jakarta – Fusilatnews – Usai meresmikan Sodetan Ciliwung di Jakarta, Senin (31/7) Presiden Joko Widodo menjelaskan bencana kelaparan di dua distrik di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, terjadi karena cuaca dingin dan memburuknya keamanan Untuk itu Presiden meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengawal pengiriman bantuan ke wilayah tersebut.
Presiden menyatakan daerah tersebut saat ini sedang dilanda cuaca dingin. itu tak lepas dari posisi wilayah yang berada di ketinggian.
“Problemnya supaya tahu, itu ada daerah spesifik yang kalau di musim salju itu yang namanya tanaman tidak ada yang tumbuh,” kata Jokowi
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan bencana kelaparan di dua distrik di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, terjadi karena cuaca dingin dan faktor keamanan. Presiden sudah perintahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengawal pengiriman bantuan ke wilayah tersebut.
“Saya sudah perintahkan Menko PMK, Menteri Sosial, BNPB di Papua untuk segera menangani secepat-cepatnya (bencana kelaparan),” kata Jokowi. “Sebab itu saya minta juga tadi TNI untuk membantu mengawal.”
Akibat bencana kelaparan itu enam warga meninggal, Bupati Puncak, Willem Wandik menyatakan bencana kelaparan melanda dua distrik di wilayahnya, Distrik Agandugume dan Lambewi.
Bupati Willem menyatakan enam korban itu terdiri dari lima orang dewasa dan satu bayi berusia 6 bulan. Menurut Bupati , bencana kelaparan itu terjadi bukan karena cuaca dingin seperti yang diucapkan Presiden Jokowi, melainkan karena kemarau panjang.
“Para korban meninggal dunia karena tidak ada makanan dampak dari musim kemarau. Bahan makanan tidak bisa didistribusikan lantaran maskapai penerbangan tak ada yang mau terbang ke daerah itu karena gangguan keamanan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB),” jkata Willem dalam keterangan tertulisnya, Ahad, (30/7)























