Di Amerika makan siang gratis atau bersubsidi sebelumnya hanya diberikan kepada seluruh anak dari keluarga kurang mampu. Namun, kebijakan itu berkembang. Di delapan negara bagian, makan siang gratis diberikan ke anak dari keluarga kurang mampu maupun yang mampu.
Jakarta – Fuusilatnews – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Hamdan Hamedan, dalam keterangan tertulisnya menceritakan pengalamannya menjadi penerima program makan siang gratis untuk siswa di Amerika Serikat.
Di Amerika makan siang gratis atau bersubsidi sebelumnya hanya diberikan kepada seluruh anak dari keluarga kurang mampu. Namun, kebijakan itu berkembang. Di delapan negara bagian, makan siang gratis diberikan ke anak dari keluarga kurang mampu maupun yang mampu.
“Karena pengalaman tersebut, saya sangat yakin program makan siang dan susu gratis dari Prabowo-Gibran ini adalah solusi konkret untuk meringankan beban keluarga prasejahtera,” ujar Hamdan Kamis, (7/11)
Hamdan menceritakan 21 tahun lalu saat tinggal di California, Amerika di mana orang tua asuhnya hanya mampu memberinya makan sekali saja per hari. Namun, dia didaftarkan untuk mendapat makan siang gratis di sekolah.
Dia juga menjelaskan orang tua asuhnya adalah seorang ibu single parent beranak dua yang masih kecil. Ditambah Hamdan, seorang pelajar Indonesia yang menumpang hidup.
Ibu asuhnya itu hanya bekerja sebagai pramuniaga di supermarket. Dengan gajinya kecil dan seringkali tidak cukup menutupi pengeluaran untuk keluarga.
“Di situ pemerintah California hadir memberi subsidi kepadanya, termasuk makan siang gratis bagi orang rumahnya,” tutur Hamdan.
Berdasarkan pengalamannya, bagi pelajar dari keluarga prasejahtera, makan siang gratis di sekolah seringkali menjadi makanan terbaik yang bisa didapat. Isinya pun lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, sayur, buah, dan susu.
Hamdan mengatakan bagi keluarga prasejahtera, makanan yang ada di rumah, meskipun ada, biasanya makanan beku murah atau makanan cepat saji yang rendah nutrisi. Serta tidak cocok untuk seorang pelajar yang aktivitas sehari-harinya belajar dan kegiatan fisik di sekolah.
“Setiap hari saya berangkat ke sekolah dengan perut kosong. Ketika bel jam 11.45 berbunyi, saya pun bergegas ke kantin untuk ‘buka puasa’,” kata Hamdan. “Makan siang gratis bersama dengan kawan-kawan yang umumnya dari keluarga prasejahtera.”
Dia menambahkan, selain di Amerika, program makan gratis juga sukses diterapkan di beberapa negara termasuk Finlandia dan Ruwanda. Program itu membantu keluarga yang kurang mampu, yang sulit memenuhi kebutuhan keluarga termasuk anak-anaknya di negara-negara tersebut.
“Semoga Pak Prabowo berhasil menang di Pemilu 2024, dan program yang luar biasa ini bisa dijalankan di sini. Sehingga pengalaman saya di Amerika, bisa dirasakan oleh keluarga-keluarga kurang mampu di Indonesia,” ucap Hamdan.
Yang menjadi pertanyaan dari program prabowo ini siapa yang membiayai program makan siang gratis, apakah dari APBN? Di Amerika Serikat program makan siang dibiayai oleh APBN dan AS mampu melaksanakan program itu karena total revemue AS dalam hitungan ribuan triliun dolar AS tepatnya US $ 4439 triliun jika dikalikan rupiah maka US $ 4439dikali Rp 15.500 = ?
Sedangkan Indonesia Total Pendapatan Negara tahun 2024 diestimasi sebesar Rp2.802,3 triliun, dengan sumber terbesar dari dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.309,9 triliun, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp492 triliun..
Jadi membandingkan kemampuan APBN kita untuk membiayai makan siang gratis untuk siswa Sekolah di Indonesia adalah absurd dan tak masuk akal
























