• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Ali Syarief by Ali Syarief
January 25, 2026
in Economy, Feature
0
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam wacana pembangunan agrikultur besar-besaran di Indonesia, istilah food estate dahulu dimaknai sebagai upaya nasional untuk mencapai kedaulatan pangan: mencetak lahan luas di Papua untuk produksi pangan strategis seperti padi, jagung, tebu, dan ubi kayu. Namun belakangan, realitas di lapangan menunjukkan hal yang jauh berbeda. Alih-alih berfokus pada pangan lokal dan kebutuhan rakyat, banyak lahan hutan yang justru dialokasikan untuk perkebunan kelapa sawit berskala besar.

Perlu dicatat bahwa rencana food estate awalnya diperkenalkan sebagai program untuk mengatasi defisit pangan nasional. Namun, pengalaman di Papua menunjukkan ekspansi yang tak lagi terkendali: hutan primer dibuka, kawasan adat terebut diambil alih, dan proyek ini justru bertransformasi menjadi lahan monokultur sawit yang mencerminkan komodifikasi hidup masyarakat setempat.

Laporan Tempo mengungkapkan bahwa proyek food estate di Papua Selatan telah diperluas tidak hanya untuk tanaman pangan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan industri sawit, termasuk produksi biodiesel 50. Lahan hutan di Kabupaten Boven Digoel diubah fungsinya secara administratif menjadi perkebunan sawit, sebuah indikasi bahwa strategi pembangunan agrikultur kini beralih orientasi dari ketahanan pangan ke ekonomi komoditas.

Transformasi ini memunculkan pertanyaan serius: Siapa yang sesungguhnya diuntungkan? Kelapa sawit secara komersial menjanjikan keuntungan besar dibandingkan padi atau jagung — terutama bila pasar global tersedia — tetapi manfaat ekonomi ini seringkali tidak bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat adat. Menurut kajian, perlu ada keterlibatan masyarakat lokal dalam skema kerja dan kepemilikan lahan agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan dan tidak sekadar menguntungkan investor besar.

Di sisi lain, ekspansi sawit dalam food estate membawa dampak lingkungan yang tidak bisa diabaikan. Pengembangan perkebunan sawit skala luas kerap berujung pada pembukaan hutan primer, yang mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati, potensi konflik lahan, serta pergeseran fungsi ekologis hutan sebagai penyimpan karbon dan pengatur siklus air. Ini bukan sekadar prediksi teoritis: pengalaman deforestasi di Sumatra yang dipicu oleh sawit telah menelan korban ekologis dan sosial yang nyata.

Papua, yang selama ini dipandang sebagai “paru-paru terakhir” Indonesia karena kehutanannya yang relatif utuh, kini menghadapi ancaman serupa. Aktivitas pembukaan lahan untuk sawit dapat mempercepat degradasi ekosistem, memperburuk risiko bencana seperti banjir dan longsor, serta mengganggu sistem mata pencaharian masyarakat adat yang bergantung pada hutan.

Lebih jauh lagi, perkembangan ini menimbulkan dilema besar: pembangunan yang diklaim untuk food estate sering berubah nama menjadi pembukaan perkebunan kelapa sawit, bahkan saat tekanan global meningkat terhadap deforestasi dan pelanggaran hak atas tanah adat. Para kelompok lingkungan dan advokat hak masyarakat menolak ekspansi tersebut jika tidak ada persetujuan bebas, informasi, dan partisipasi penuh dari komunitas adat – prinsip yang dikenal sebagai FPIC (Free, Prior, and Informed Consent).

Akhirnya, kita dihadapkan pada pertanyaan fundamental: apakah pembangunan yang digembar-gemborkan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan justru berujung menjadi ekspansi komoditas komersial yang berpotensi menghancurkan lingkungan, mengikis hak adat, dan mengulangi jejak pahit sejarah deforestasi di Nusantara? Papua hari ini bisa jadi cerminan masa depan jika kita tidak segera meninjau ulang arah kebijakan food estate yang kini “berbuah” sawit.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

Next Post

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Banjir yang Memantik Api Semangat Warga Jakarta

Banjir yang Memantik Api Semangat Warga Jakarta

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist