• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kampus Mulai Bersuara: Melawan Negara yang Terlembaga dalam Pelanggaran

Ali Syarief by Ali Syarief
May 2, 2025
in Feature, Politik
0
Kampus Mulai Bersuara: Melawan Negara yang Terlembaga dalam Pelanggaran

Arie Sujito dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Gedung Balairung Universitas Gadjah Mada yang biasanya menjadi ruang ilmiah yang tenang, pekan ini bergetar oleh suara keberanian. Dari podium yang dulunya menyaksikan pelantikan rektor dan seminar akademik, kini menggema seruan perlawanan terhadap kekuasaan yang dinilai telah melecehkan konstitusi. Para akademisi, pakar hukum, dan cendekiawan dari berbagai penjuru negeri menggulirkan gerakan Kampus Menggugat—sebuah perlawanan intelektual terhadap arogansi kekuasaan yang tak lagi menyamarkan wataknya.

Dalam orasinya, Wakil Rektor UGM, Arie Sujito, mengucapkan kalimat yang menggetarkan: “Penyelewengan konstitusi yang terlembaga saat ini tak akan dibiarkan masyarakat sipil dan kalangan kampus.” Pernyataan itu bukan sekadar kritik. Ia adalah sinyal bahwa benteng terakhir akal sehat telah menyadari bahwa diam adalah dosa, dan netralitas di tengah ketidakadilan adalah bentuk kejahatan pasif.

Gerakan Kampus Menggugat bukan gerakan sporadis. Ia lahir dari akumulasi kemuakan yang mendalam terhadap praktik politik yang kian terang-terangan menista hukum. Ketika Mahkamah Konstitusi yang semestinya menjadi penjaga pagar etika justru membuka pintu belakang bagi kepentingan politik dinasti, maka yang rusak bukan hanya hukum, tetapi kepercayaan publik. Apa yang disebut penyelewengan konstitusi yang terlembaga bukanlah hiperbola. Itu adalah deskripsi telanjang tentang bagaimana institusi negara digunakan bukan untuk melayani rakyat, tetapi untuk memelihara kekuasaan.

Kampus selama ini memang dituntut menjaga jarak dari hiruk-pikuk politik praktis. Namun ketika jarak itu justru dimanfaatkan oleh oligarki untuk mengangkangi demokrasi, maka diam adalah bentuk kolusi. Gerakan ini mengingatkan kita pada sejarah: dari kampus-kampus pula lahir reformasi. Dari ruang-ruang diskusi mahasiswa, dari pidato-pidato akademisi, Indonesia pernah menumbangkan rezim otoriter. Kini, sejarah menyerukan babak barunya.

Namun tantangan kali ini berbeda. Jika Orde Baru mengandalkan represi fisik, maka kekuasaan hari ini menggunakan legalitas sebagai senjata. Undang-undang dirancang untuk melanggengkan pengaruh, lembaga independen dipreteli, dan meritokrasi digantikan dengan nepotisme yang dibungkus jargon stabilitas. Maka, gerakan perlawanan hari ini bukan hanya soal membongkar kebijakan yang salah, tetapi membongkar kemasan legalistik yang menipu.

Kampus sebagai benteng nalar tak boleh dikebiri. Gerakan Kampus Menggugat adalah pengingat bahwa intelektual tak boleh jadi penonton saat bangsa dijerumuskan ke jurang otoritarianisme baru yang berbaju demokrasi. Ketika hukum dijadikan alat manipulasi politik, maka para pakar hukumlah yang harus paling lantang berbicara. Ketika pendidikan direduksi hanya pada pencetak ijazah, maka para pendidik sejati wajib turun tangan mengembalikan marwahnya.

Perlawanan ini mungkin tak akan langsung mengguncang istana. Tapi ia menandai titik balik: bahwa kekuasaan tidak lagi berhadapan dengan oposisi politik semata, melainkan dengan akal sehat yang terorganisir. Bahwa kampus, tempat ilmu dilahirkan, takkan diam ketika hukum dijadikan pelayan kekuasaan.

Dan bila kekuasaan masih bebal, biarlah kampus jadi mercusuar. Sebab dalam sejarah bangsa manapun, selalu ada satu masa ketika suara nalar tak bisa lagi dibungkam. Masa itu kini telah tiba.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dosa Itu Bukan Lagi Aib, Melainkan Batu Loncatan Politik

Next Post

Mayjen Kunto, Sang Anak Reformasi dan Bayangan Krisis di Balik Mutasi – TNI Masuk Angin?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Mayjen Kunto, Sang Anak Reformasi dan Bayangan Krisis di Balik Mutasi – TNI Masuk Angin?

Mayjen Kunto, Sang Anak Reformasi dan Bayangan Krisis di Balik Mutasi - TNI Masuk Angin?

Jokowi Ajarkan Moral Kemunafikan Kepada Gibran? – Learning By Doing

Gibran dan KeBohongan Publik: Ketika Putusan Konstitusi Tak Lagi Sakral

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist