Polewali Mandar – Fusilatnews -Ratusan calon penumpang terdampar di Pelabuhan Tanjung Silopo Polewali Mandar karena kapal mengalami Overkapasitas
Ratusan calon penumpang di Pelabuhan Tanjung Silopo, Polewali Mandar, terpaksa batal berangkat ke Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (5/4/2025) akibat kapal yang hendak mereka tumpangi mengalami kelebihan kapasitas.
Kapal perintis Sabuk Nusantara 93 yang dijadwalkan bersandar, ternyata tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Silopo setelah lebih dulu mengangkut sekitar 400 penumpang dari Pelabuhan Passarang, Kabupaten Majene.
Akibat pembatalan ini, para penumpang terlantar dan terpaksa bermalam di pelabuhan.
Mereka menempati sejumlah ruang seperti aula, ruang penjualan tiket, serta area terminal keberangkatan.
Beberapa di antaranya, termasuk anak-anak, tidur beralaskan seadanya sambil menunggu kapal berikutnya yang dijadwalkan baru akan beroperasi pada Senin (7/4/2025).
Firman, salah satu penumpang yang gagal berangkat, mengaku sangat kecewa terhadap manajemen PT Pelni yang dinilai tidak profesional dalam mengatur arus penumpang. Ia menyoroti bahwa insiden serupa pernah terjadi pada musim mudik tahun lalu.
“Kondisinya begini, kita datang dari jauh-jauh ternyata batal berangkat, mau pulang juga tidak mungkin karena jauh dan butuh biaya tidak sedikit,” jelas Firman di lokasi, Minggu.
Awaludin asal Wonomulyo, mengaku kecewa karena tidak mendapat konfirmasi terlebih dahulu mengenai pembatalan ini. Padahal, dia harus segera kembali ke Kotabaru untuk bekerja.
“Saya sengaja pilih balik lebih awal, tapi faktanya seperti ini. Sudah tiba di pelabuhan ternyata kapal tidak sandar karena alasan penuh,” tutur Awaludin.
Sementara calon penumpang yang rumahnya masih terjangkau dengan pelabuhan memilih pulang, sembari menunggu keberangkatan kapal Sabuk Nusantara 111 yang dijadwalkan berlayar pada Senin
Kata Pihak PT Pelni Menanggapi hal ini,
Petugas Operasi PT Pelni Parepare, Faizah Robita Kamelia, menjelaskan bahwa kapal Sabuk Nusantara tidak bersandar di Pelabuhan Tanjung Silopo karena telah penuh setelah mengangkut penumpang dari Pelabuhan Passarang.
Ia memastikan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depannya pelayanan bisa lebih maksimal.
“Hari ini kapal Sabuk Nusantara batal berlabuh di Pelabuhan Tanjung Silopo lantaran over kapasitas penumpang di Pelabuhan Passarang, Majene.
Rencananya kapal berikutnya baru akan beroperasi pada Senin mendatang,” jelas Faizah.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) UPP Pelabuhan Tanjung Silopo, Said, menyatakan bahwa kesalahan ini bukan berasal dari pihak Syahbandar, sebab tugas mereka hanya menyediakan fasilitas pelabuhan. “Ini bukan teknis kesalahan di pihak Syahbandar, karena kami hanya menyediakan fasilitas pelabuhan.
Sepenuhnya adalah kewenangan PT Pelni selaku operator,” kilah Said. Ia menambahkan bahwa seharusnya PT Pelni dapat mengatur kuota penumpang secara proporsional antara pelabuhan Passarang dan Silopo, agar kejadian seperti ini tidak terus berulang dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.





















