• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Tangkap Jokowi: Strategi Masyarakat Bernalar Sehat

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
April 6, 2025
in Crime, Feature
0
Bangsa Ini Tersesat karena Ulah – “Ijazah Palsu”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh DHL, Pengamat KUHP

Isyarat bahaya itu sudah menyala. Bukan sekadar bunyi bip, tapi sinyal merah terang benderang. Jokowi—dalam tafsir masyarakat bernalar sehat—telah melewati batas toleransi etik dan hukum. Jika Kepala Polri dan Ketua KPK diganti, bersamaan dengan bergantinya Menteri Pertanian (yang notabene erat dalam pusaran kasus jagung impor dan mafia pangan), maka jelaslah: bukan saja sistem tengah digiring ke jurang pembusukan, tetapi pemilik kekuasaan selama satu dekade itu sedang menyiapkan exit strategy dari lubang gelap pertanggungjawaban hukum.

Masyarakat yang bernalar sehat tidak boleh hanya menjadi penonton atau sekadar pemberi komentar di kanal YouTube dan Twitter. Mereka harus menjadi bahan bakar yang menyala, bukan sekadar indikator lampu check engine yang berkedip tanpa daya. Pertanyaannya: bagaimana menyalakan api itu?

Strateginya terletak pada konsistensi dan loyalitas publik terhadap aktivis-aktivis yang sudah lama berdiri di garis depan perjuangan. Jika mereka kembali turun ke jalan, maka massa kritis mesti menyambut, hadir, dan memperkuat barisan—bukan dengan mental “kalau sempat”, tetapi dengan kesadaran penuh bahwa ketidakhadiran adalah bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita republik yang bersih dari kolusi dan dinasti.

“Ketika ketidakadilan menjadi hukum, maka perlawanan menjadi kewajiban,” ujar Thomas Jefferson. Di sinilah momen itu datang lagi. Perlawanan bukan sekadar melawan tokoh, tetapi melawan praktik: pembusukan lembaga, kooptasi hukum, dan penjajahan terhadap akal sehat.

Jika publik tetap pasif, maka sejarah akan kembali menulis bab yang sama: Gibran akan melenggang masuk istana bukan karena kecakapan, tapi karena keberuntungan genetis. Sang putra mahkota yang lebih sering diam itu, sejatinya hanya menonton langkah ayahnya mengatur panggung demi panggung politik.

Lantas bagaimana menjadikan “Tangkap Jokowi” bukan sekadar slogan sarkastik di poster demonstran?

Strategi yang ditawarkan adalah menanam satu pohon besar: keyakinan. Yakinkan para tokoh dari pelbagai basis dan kelompok masyarakat sipil untuk berani bersikap. Bukan sekadar lewat pernyataan media, tapi dengan sikap aktif—konkret dan konsisten—memberi dukungan pada barisan aktivis yang sedang bergerak di lapangan. Dengan itu, keyakinan itu akan bermetamorfosis menjadi sungai besar: arus perubahan.

Kita perlu sinergi yang tak lagi parsial. Civic movement harus bertemu dengan political will untuk mengunci satu agenda besar: hukum harus menjemput Jokowi. Presiden Prabowo, jika memang ia berniat berada di jalur konstitusi, harus melihat sinyal rakyat ini sebagai mandat moral.

Di sinilah kredibilitas sistem diuji. Penegakan hukum yang adil dan tak pandang bulu—termasuk untuk mantan Presiden sekalipun—harus berdiri di atas rule of law, bukan rule of man. Maka dukungan kepada presiden aktif agar tetap berada di jalur konstitusi juga menjadi penting, tapi dengan satu syarat mutlak: adili Jokowi, dan tolak politik dinasti.

Jika tidak, maka Indonesia hanya akan terus berputar dalam orbit feodalisme modern: rezim boleh berganti, tetapi pola korup dan manipulatif tetap lestari.

Dan itulah kekalahan paling tragis: ketika rakyat kehilangan imajinasi untuk berjuang, dan kekuasaan bebas menjajah atas nama stabilitas dan pembangunan fiktif.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kapal Overkapasitas, Ratusan Penumpang Tak Bisa Diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Silopo,Polewali Mandar

Next Post

Wajah Kusam Demokrasi di Era Prabowo

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Fraksi PKS: RUU Penyiaran Tak Melarang Jurnalisme Investigatif,  Hanya Larang Penyiaran Infotainment Secara Masif

Wajah Kusam Demokrasi di Era Prabowo

PT Jasa Marga Gratiskan 2 Ruas jalan tol khusus Kendaraan yang Dialihkan

Sedikitnya 55 persen pemudik sudah kembali ke Jakarta.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...