Jakarta, FusilatNews- Kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) di Indonesia kembali mengalami kenaikan. Saat yang sama mulai terdeteksi kemunculan kasus positif varian baru Omicron. Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan sejumlah kemungkinan penyebab kasus Covid-19 di Indonesia naik lagi. Mulai dari mobilitas masyarakat yang meningkat hingga munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.
Wiku Adisasmito, mengungkapkan kalau kenaikan jumlah kasus itu belum bisa disimpulkan penyebabnya hingga saat ini. Menurutnya, terdeteksi masuknya varian baru Omicron, BA.4 dan BA.5 yang diketahui lebih menular daripada Omicron sebelumnya, ke Indonesia hanya satu dari tiga potensi penyebab yang ada saat ini.
Selain itu peningkatan mobilitas penduduk dan perilaku abai terhadap protokol kesehatan. “Penyebab spesifik kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia perlu segera diidentifikasi setidaknya dalam dua hingga tiga pekan ke depan agar penanganan situasi dapat terkendali secara tepat,” katanya dalam konferensi pers virtual Perkembangan Penanganan Kasus Covid-19 Nasional, Selasa sore 14 Juni 2022, dikutip dari Tempo.co.
Meski demikian, Wiku menambahkan, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia yang berjumlah 574 kasus pada 11 Juni 2022 bisa dikatakan lebih rendah jika dibandingkan sejumlah negara tetangga. Malaysia disebutkannya 1.709 kasus pada hari yang sama. Thailand 2.474 kasus, Singapura 3.128 kasus, India 8.582 kasus, dan Australia 16.393 kasus.
“Terlepas dari apapun penyebab kenaikan kasus saat ini, yang penting untuk dilakukan adalah gotong royong untuk kembali menekan laju kasus positif oleh seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah dari tingkat nasional hingga daerah,” katanya.
Cara termurah dan termudah adalah kembali menerapkan disiplin protokol kesehatan. Pada dasarnya, Wiku menuturkan, mobilitas yang tinggi dan kembali normalnya aktivitas masyarakat tidak akan menyebabkan kenaikan kasus apabila setiap orang yang terlibat bertanggung jawab untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Termasuk di dalamnya adalah penggunaan masker wajib bagi semua orang dan rajin mencuci tangan.
Update varian baru Omicron di Indonesia
Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, Mohammad Syahril, melaporkan per Selasa 14 Juni 2022 sudah terdeteksi sebanyak 20 kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Angka itu sudah meningkat lima kali lipat per deteksi pertama pada Jumat pekan lalu.
Syahril menerangkan, 20 varian baru Omicron itu terdiri atas dua kasus BA.4 dan 18 kasus BA.5. Rincian lanjutannya adalah 12 kasus BA.5 berasal dari hasil penelusuran di Jawa Barat, sedangkan kasus BA.5 lainnya dilaporkan dari DKI Jakarta dan Bali masing-masing sebanyak tiga kasus. Sementara, subvarian Omicron BA.4 dilaporkan dari DKI Jakarta dan Bali masing-masing satu kasus.
Di global, subvarian Omicron BA.4 sudah diidentifikasi di 61 negara melalui 7.524 genome sequencing yang telah dilaporkan melalui Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). Sedangkan untuk subvarian BA.5 sudah diidentifikasi di 65 negara melalui 10.442 sikuens yang telah dilaporkan melalui platform yang sama.


























