• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Kasus Tom Lembong Bisa Picu “Perang Saudara” TNI/Polri vs Kejagung

fusilat by fusilat
November 4, 2024
in Crime, Feature, Pojok KSP
0
Tom Lembong “Bongkar Kesalahan Jokowi Hingga Terlibat di Kubu Anies”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Jakarta – Masih ingatkah kita akan peristiwa sejumlah anggota Polri dari Kepolisian Daerah Bengkulu, Kepolisian Daerah Metro Jaya, dan Markas Besar Polri menggeruduk Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2012) malam?

Mereka, yang sebagian tidak mengenakan seragam resmi, ditengarai mau menjemput paksa seorang penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Novel dianggap bertanggung jawab atas tewasnya pencuri sarang burung walet pada 2004 lalu saat dia bertugas sebagai Kepala Saturan Reserse di Polresta Bengkulu.

Masih ingatkah pula kita akan kasus Cicak versus Buaya, yakni perseteruan antara KPK yang dianalogikan Susno Duadji, saat itu Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, sebagai Cicak, dan Polri yang dianalogikan Susno sebagai Buaya?

Kasus Cicak vs Buaya bukan hanya terjadi sekali, melainkan dua bahkan hingga tiga kali. Pangkalnya sama: kasus yang melibatkan oknum Polri yang sedang ditangani KPK.

Masih ingatkah pula kita akan peristiwa penggerudukan Kantor KPK oleh sejumlah oknum TNI pada 28 Juli 2023, usai Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap?

Kini, amsal “perang saudara” antara Polri dan KPK, dan antara TNI dan KPK bisa terjadi antara Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan antara TNI dan Kejagung. Bahkan Polri dan TNI bisa bersatu untuk bersama-sama melawan Kejagung. Kok bisa?

Itu bisa terjadi terkait langkah Kejagung menetapkan Thomas Trikasih Lembong sebagai tersangka korupsi pemberian izin impor gula tahun 2015-2016 saat pria yang akrab disapa Tom Lembong itu menjabat Menteri Perdagangan.

Kerugian dalam kasus korupsi ini diklaim Kejagung mencapai Rp400 miliar. Tom Lembong pun langsung ditahan.

Diberitakan, delapan perusahaan disebut-sebut ada dalam kasus dugaan korupsi izin impor gula yang membuat Tom Lembong jadi tersangka.

Pasalnya, koperasi milik TNI dan Polri juga turut disebutkan dalam data keterkaitan perusahaan yang mengimpor gula.

“Yang jelas menerima aliran dana Rp400 miliar itu di antaranya Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Inkoppol), Pusat Koperasi Kepolisian, Inkop Kartika, Satuan Koperasi Kesejahteraan Prajurit – SKKP TNI-Polri dan …. perusahaan TW (nama yang tak boleh disebut),” tulis akun bercentang biru @BosPurwa di media sosial X, sembari membagikan sumber data temuannya, dikutip dari Fajar.co.id, Jumat (1/11/2024), dengan ejaan yang sudah disesuaikan.

Dalam daftar tersebut, disebutkan bahwa perusahaan-perusahaan ini tidak langsung mendapatkan penugasan dari Menteri Perdagangan, tetapi terkait dengan permintaan koperasi seperti Induk Koperasi Kepolisian (Inkoppol), Pusat Koperasi Kepolisian, Inkop Kartika, dan Satuan Koperasi Kesejahteraan Prajurit TNI-Polri (SKKP TNI-Polri).

Setiap perusahaan mendapatkan alokasi gula yang berbeda-beda, dengan total keseluruhan mencapai lebih dari 500 ribu ton.

Misalnya, PT Berkah Manis Makmur mendapatkan alokasi 20 ribu ton, PT Dharmapala Usaha Sukses sebesar 17,5 ribu ton, dan PT Medan Sugar Industry dengan alokasi terbesar, yaitu 50 ribu ton.

Inkoppol juga memiliki sub-perusahaan seperti PT Angels Product, yang menerima tambahan alokasi 105 ribu ton dan 157 ribu ton.

Sementara itu, kebutuhan gula untuk SKKP TNI dilaporkan dipenuhi oleh PT Berkah Manis Makmur, yang memperoleh alokasi sebesar 20 ribu ton, dan untuk kebutuhan Puskoppol, PT Andika Gemilang mendapat alokasi sebesar 30 ribu ton.

Jumlah total dari distribusi gula ini mencapai sekitar 512,5 ribu ton.

Data juga menyebutkan tentang tambahan alokasi impor Gula Kristal Mentah (GKM) pada tahun 2016 yang dilakukan oleh sembilan perusahaan lain.

Dalam daftar tersebut, PT Angels Product tercatat sebagai importir dengan volume terbesar, yakni sekitar 282,5 ribu ton, diikuti oleh PT Medan Sugar Industry dengan alokasi sebesar 50 ribu ton.

Itulah yang bisa memicu “perang saudara” antara Polri dan Kejagung, dan antara TNI dan Kejagung, bahkan Polri dan TNI bisa bersatu untuk bersama-sama melawan Kejagung.

Apalagi penetapan Tom Lembong sebagai tersangka sarat kontroversi. Pertama, misalnya, mengapa kasus yang terjadi pada 2016 itu baru sekarang diusut atau delapan tahun kemudian?

Kedua, nyaris semua Menteri Perdagangan melakukan impor gula, bahkan dengan jumlah lebih banyak, seperti Zulkifli Hasan saat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjabat Menteri Perdagangan. Mengapa Zulhas tidak diusut?

Apa karena Zulhas berkoalisi dengan pemerintah, sementara Tom Lembong pernah beroposisi dengan menjadi tim sukses Anies Baswedan di Pemilihan Presiden 2024?

Jika benar Kejagung bekerja profesional dan proporsional, maka semua pihak yang diduga terlibat harus diusut tuntas. Termasuk menteri-menteri sebelum dan sesudah Tom Lembong. Jangan ada diskriminasi atau tebang pilih.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Reuni 411: Efek Jokowi terhadap Pemerintahan Prabowo – Mengadopsi Pola Rezim Lama

Next Post

Pikiran Dan Kehendak Rakyat Itu Jernih, Mengapa Penguasa Tak Suka?

fusilat

fusilat

Related Posts

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika
Economy

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus
Feature

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
Next Post
Pikiran Dan Kehendak Rakyat Itu Jernih, Mengapa Penguasa Tak Suka?

Pikiran Dan Kehendak Rakyat Itu Jernih, Mengapa Penguasa Tak Suka?

Lingkar Perempuan Global dan Mitra Latih 24 Perempuan Pesisir Jadi Entrepreneur Digital Berbasis Nilai Moderasi Beragama

Lingkar Perempuan Global dan Mitra Latih 24 Perempuan Pesisir Jadi Entrepreneur Digital Berbasis Nilai Moderasi Beragama

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

April 27, 2026
Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...