• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ke Israel, Tokoh Muda NU Pasarkan Hasil Tambang?

fusilat by fusilat
July 15, 2024
in Feature, Komunitas
0
Pertemuan 5 Elit NU Dengan Pemimpin Israel, Menandakan NU Menjadi Proxy Zionisme Yahudi dan Bagian Strategi Hasbara?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – “NU sedang memasarkan hasil tambang ke Israel, baru dapat IUP dari Bahlil,” tulis seorang anggota DPR RI dalam pesan teks di aplikasi WhatsApp (WA) yang diterima penulis, Senin (15/7/2024) pukul 14.42 WIB.

Politikus senior yang tak perlu disebutkan namanya itu merespons artikel penulis yang dimuat media ini beberapa saat sebelumnya berjudul, “Di Tengah Pembantaian Rakyat Palestina, Gus Dur-Gus Dur Muda ke Israel, PBNU Kebakaran Jenggot”. Baca : https://fusilatnews.com/di-tengah-pembantaian-rakyat-palestina-gus-dur-gus-dur-muda-ke-israel-pbnu-kebakaran-jenggot/

Dalam artikel itu tertulis, di tengah kecamuk perang antara Israel dan Palestina yang lebih pantas disebut sebagai genosida atau pembantaian massal rakyat Palestina oleh tentara Israel, lima orang tokoh muda NU justru berkunjung ke Israel untuk bertemu Presiden Isaac Herzog.

Kelima tokoh muda NU tersebut adalah Gus Syukron Makmun, Dr Zainul Maarif, Munawar Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania. Mereka adalah Gus Dur-Gus Dur muda.

PBNU menyesalkan lawatan lima tokoh muda NU itu ke Israel yang disebutnya sebagai kunjungan pribadi, tidak mewakili NU sebagai lembaga.

PBNU juga tidak tahu apa tujuan mereka ke Israel dan siapa sponsor yang membiayai perjalanan mereka ke Israel.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf mengatakan pihaknya akan memanggil lima orang Nahdliyin yang bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog. Dalam pemanggilan tersebut, PBNU akan mengklarifikasi latar belakang pemberangkatan lima tokoh muda itu.

Apakah tujuan Gus Dur-Gus Dur muda ke Israel itu untuk mengikhtiarkan perdamaian antara Israel dan Palestina? PBNU sendiri saja tidak tahu. Bahkan PBNU terkesan lepas tangan dan cuci tangan.

Ataukah seperti seloroh anggota DPR itu bahwa NU sedang mamasarkan hasil tambang yang Izin Usaha Pertambangan (IUP)-nya baru diterima dari Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia?

Kita tidak tahu pasti. Kita tunggu saja hasil klarifikasi PBNU kepada lima tokoh muda NU yang baru berkunjung ke Israel itu.

Andai pun ada kecurigaan mereka memasarkan hasil tambang ke Israel, sepertinya memang masuk akal. Mengapa?

Pertama, bagaimana mungkin kalau lima orang itu atas nama individu-individu, bukan mewakili NU, bisa dengan mudah diterima dan bertemu langsung dengan Presiden Israel Isaac Herzog?

KH Abdurrahman Wahid juga pernah ke Israel dan diterima langsung Perdana Menteri Yitzhak Rabin tahun 1994. Tapi saat itu kapasitas Gus Dur adalah sebagai Ketua Umum PBNU.

KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU saat ini, tahun 2018 lalu juga ke Israel dan diterima langsung PM Benjamin Netanyahu. Tapi kapasitas Gus Yahya saat itu sebagai Khatib Aam PBNU.

Kini kelima tokoh muda NU yang relatif “bukan siapa-siapa” Itu kok bisa dengan mudah diterima Presiden Israel kalau tidak ada kepentingan yang sangat urgen?

Isu pemasaran hasil tambang batubara pun masuk akal dan makin menemukan relevansinya.

Kedua, NU baru kali ini akan mengelola tambang, sehingga belum punya pasar. Masuk akal bila NU mencari pasar ke Israel.

Meskipun tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel, tapi hubungan “bussiness to bussiness” antara swasta Indonesia dan Israel bisa berjalan.

Ihwal klaim tidak tahu-menahunya PBNU atas tujuan dan siapa yang mensponsori lima tokoh muda NU itu ke Israel, barangkali cuma kamuflase belaka sebagai upaya dugaan lepas tangan dan cuci tangan.

Diketahui, PBNU mendapatkan IUP dari pemerintahan Presiden Joko Widodo sesuai janji yang ia ucapkan tahun 2021. Pemberian izin khusus bagi ormas untuk mengelola lahan tambang tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 yang merupakan perubahan atas PP Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

PBNU pun telah mendirikan PT atau perseroan terbatas sebagai badan usaha yang digunakan untuk mengurus atau mengelola lahan tambang yang diberikan oleh pemerintah tersebut.

NU menjadi ormas keagamaan pertama yang secara terang-terangan meminta izin tambang dari pemerintah. PBNU kemudian menunjuk bendahara umumnya, Gudfan Arif Ghofur sebagai penanggung jawab dalam pengelolaan usaha pertambangan.

PBNU mendapatkan jatah mengelola lahan bekas PT Kaltim Prima Coal (KPC), perusahaan tambang di bawah naungan Grup Bakrie. Lokasinya di Desa Swarga Bara, Kecamatam Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Sementara itu, Israel memiliki beragam jenis industri dan sistem pertahanan militer canggih yang membutuhkan banyak pasokan energi.

Menurut International Energy Agency (IEA), sebagian besar pasokan energi Israel bersumber dari bahan bakar fosil, yaitu minyak dan gas bumi.

Menurut IEA, seperti dilansir sebuah sumber, sepanjang 2021 Israel memiliki total pasokan energi 936 ribu terajoule. Sekitar 39,6% pasokan itu bersumber dari minyak bumi, dan 38,1% dari gas bumi.

Kemudian porsi pasokan dari batubara 17%, energi angin/surya 4,7%, dan bahan bakar nabati/sampah 0,7%.

Nah, lho!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Israel Penasaran, Apakah Serangan Itu Bunuh Panglima Militer Hamas Mohammed Deif?

Next Post

Darurat Bubarkan KPK, Ini Alasannya!

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
GOR Tangki Tempat Pertemuan Syahrul Yasin Limpo dan Firli Bahuri

Darurat Bubarkan KPK, Ini Alasannya!

Poin-Poin Prioritas Pimpinan KPK Dibawah Nawawi Pomolango

Wibawa KPK Memburuk dan Tak Sanggup Perbaiki, Nawawi Tak Berminat Lagi Daftar Capim KPK

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...