• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Keadilan Fiskal dan Keberpihakan Negara: Antara Jawa Barat dan Iiyama, Jepang

Ali Syarief by Ali Syarief
August 1, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Keadilan Fiskal dan Keberpihakan Negara: Antara Jawa Barat dan Iiyama, Jepang
Share on FacebookShare on Twitter

Iiyama-Shi – Di tengah tantangan pembangunan daerah, langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, layak mendapat apresiasi. Dalam satu arahannya yang cukup berani, ia menyoroti ketimpangan antara besarnya penerimaan daerah dari pajak kendaraan bermotor dengan minimnya return atau pengembalian dari pemerintah dalam bentuk pembangunan infrastruktur. Sebuah pernyataan yang tidak hanya mengindikasikan kepekaan terhadap keadilan fiskal, tetapi juga menggambarkan keberanian seorang pemimpin daerah dalam memperjuangkan hak rakyatnya.

Apa yang dikatakan Dedi Mulyadi bukanlah keluhan tanpa dasar. Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yaitu lebih dari 50 juta jiwa per 2024. Pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pendapatan daerah terbesar, khususnya di provinsi padat seperti ini. Namun, jalan-jalan rusak, kemacetan parah, dan minimnya angkutan umum yang memadai menjadi bukti nyata bahwa pendapatan besar itu belum sepenuhnya kembali dalam bentuk pelayanan publik yang layak. Ada jurang besar antara apa yang dikutip dari masyarakat dan apa yang mereka terima kembali.

Sebaliknya, pengalaman pribadi saya di Jepang, tepatnya di kota kecil bernama Iiyama (Iiyama-shi) di Prefektur Nagano, menunjukkan wajah lain dari keberpihakan negara. Iiyama hanyalah kota kecil dengan jumlah penduduk sekitar 19.000 jiwa. Sudah barang tentu, kontribusi pajak mereka terhadap anggaran nasional sangat kecil jika dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Tokyo atau Osaka. Namun, kehadiran jalur Shinkansen Hokuriku Line di kota ini – moda transportasi tercepat dan termegah di Jepang – menjadi simbol komitmen negara dalam membangun dari pinggiran.

Mewah? Barangkali. Tapi lebih dari itu, ini adalah bentuk investasi jangka panjang yang strategis. Kini, Iiyama semakin dikenal dunia karena memiliki daya tarik wisata sepanjang tahun – mulai dari salju yang menawan di musim dingin hingga keindahan lembah dan bukit di musim panas. Kehadiran Shinkansen membuat akses semakin mudah, wisatawan meningkat, dan roda ekonomi pun bergerak. Negara memang mengeluarkan dana besar, tapi return-nya justru datang dalam bentuk pertumbuhan ekonomi lokal dan pemerataan pembangunan.

Apa yang dilakukan Jepang, terutama terhadap kota-kota kecil seperti Iiyama, adalah cermin dari konsep “negara hadir” secara substansial, bukan sekadar simbolik. Negara tidak menilai kelayakan suatu proyek hanya dari potensi keuntungan fiskal jangka pendek, melainkan dari dampak sosial dan strategis yang lebih luas.

Kembali ke Jawa Barat, harapan kita adalah agar keberanian Dedi Mulyadi ini menjadi titik tolak lahirnya kesadaran baru dalam pemerintahan: bahwa pembangunan tidak boleh hanya mengikuti jejak-jejak ekonomi besar semata, tetapi juga harus menyusuri jalan-jalan sempit tempat rakyat biasa menggantungkan harapan.

Perbandingan ini bukan semata-mata untuk menyanjung negeri orang. Tapi justru untuk mengingatkan kita bahwa keadilan pembangunan bukanlah impian utopis. Ia bisa menjadi kenyataan jika ada kemauan politik yang kuat, jika negara bersedia hadir tidak hanya untuk mereka yang kuat secara ekonomi, tapi juga bagi mereka yang selama ini tertinggal dalam diam.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

REVISI KUHAP HARUS KOMPREHENSIF (Bagian 2)

Next Post

Ketika Partai Politik Menjadi Penonton Dalam Pertunjukan Keadilan yang Pincang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
PDIP Akan Ajak Partai Lain Untuk Bahas Bacawapres Bersama

Ketika Partai Politik Menjadi Penonton Dalam Pertunjukan Keadilan yang Pincang

Berita Lucu dari Polda Metro Jaya Setelah Zaman Sambo

Ijazah Jokowi, Skandal yang Dikubur? Beathor: Tangkap Jokowi dan Paiman Sekarang!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist