• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Keadilan yang Dibeli: Ketika Negara Membayar untuk Membungkam

fusilat by fusilat
February 6, 2026
in Feature, Politik
0
Keadilan yang Dibeli: Ketika Negara Membayar untuk Membungkam
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Fenomena “motor sebagai solusi” atas kekerasan aparat terhadap warga sipil bukanlah kisah kedermawanan spontan, melainkan penghinaan terang-terangan terhadap nalar hukum. Ketika seorang penjual es dipersekusi dan dilecehkan oleh aparat, yang remuk bukan semata harga diri korban, tetapi juga martabat konstitusi yang menjamin perlindungan dan rasa aman bagi setiap warga negara.

Namun negara—melalui aparatusnya—tidak memilih jalan penegakan hukum yang terbuka, adil, dan beradab. Yang disuguhkan justru panggung rekonsiliasi semu: foto bersama, senyum yang dipaksakan, serta penyerahan hadiah seolah-olah kekerasan dapat ditebus dengan benda. Inilah banalitas keadilan di ruang publik—murah, dangkal, dan menyakitkan akal sehat.

Budaya “Sogok” sebagai Penutup Aib

Dalam perspektif sosiologi hukum, peristiwa semacam ini adalah bentuk nyata komodifikasi keadilan. Kesalahan yang semestinya diuji secara etik dan pidana justru dinegosiasikan melalui kekuasaan dan uang. Aparat atau pejabat yang bersalah membeli keheningan, sementara korban diposisikan sebagai pihak yang harus “berbesar hati” menerima kompensasi.

Pola ini melahirkan standar ganda yang berbahaya dan sistemik:

  • Bagi rakyat kecil, hukum tampil absolut dan kaku. Kesalahan kecil berujung jeruji besi atas nama kepastian hukum.

  • Bagi aparat dan pejabat, hukum menjadi lentur dan transaksional. Kekerasan dapat dikonversi menjadi santunan, hadiah, atau narasi damai yang dipaksakan.

Keadilan akhirnya tidak lagi ditentukan oleh prinsip, melainkan oleh posisi sosial dan kemampuan membayar.

Merusak Akar Rasa Aman

Ketika keheningan dapat dibeli, kekerasan akan terus merasa sah. Negara tanpa sadar mengirim pesan berbahaya: pelanggaran bisa dinegosiasikan, asal tidak viral terlalu lama dan ada kompensasi yang cukup. Masyarakat pun perlahan diyakinkan bahwa melawan ketidakadilan adalah tindakan sia-sia.

Lebih jauh, anggaran negara atau kekayaan pribadi pejabat seolah disiapkan sebagai biaya tak terduga untuk menutup kesalahan, bukan untuk membenahi sistem agar kekerasan tidak berulang. Ini bukan sekadar kegagalan moral, melainkan pembusukan institusional.

Kita tidak sedang membangun negara hukum, melainkan negara yang menormalisasi impunitas. Jika standar keadilan hanya berhenti pada pemberian hadiah, maka esok lusa siapa pun yang berseragam dapat melakukan kekerasan kepada siapa pun—selama ia memiliki cukup uang untuk membeli “damai” di akhir cerita.

Konstitusi tidak ditulis untuk ditukar dengan sogokan. Rasa aman warga negara tidak boleh dihargai dengan barang atau uang. Jika keadilan bisa dibeli, maka sesungguhnya kita semua hanya sedang menunggu giliran untuk menjadi korban berikutnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sunset Clause vs Judicial Review ke Mahkamah Agung

Next Post

Wapres Tanpa Suara: Kepemimpinan yang Lulus karena Ayahnya

fusilat

fusilat

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Dari Bung Hatta ke Gibran: Menukiknya Kualitas Wakil Presiden Indonesia

Wapres Tanpa Suara: Kepemimpinan yang Lulus karena Ayahnya

Hadits Dhaif Dijadikan Hujjah: Laporan Jokowi Naik Penyidikan

Ada Apa dengan Mulyono (Mulyani)?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...