• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kecerdasan Artifisial Alih Bahasa Satwa

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 10, 2023
in Feature
0
Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

Jaya Suprana (kompas)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Jakarta – Sadar bahwa diri sendiri tidak mampu maka saya kagum terhadap kemampuan para pembuat program kecerdasan artifisial untuk mengalih-bahasakan sebuah naskah, bahkan buku dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa bukan Indonesia. Atau sebaliknya.

Namun sejauh jangkauan pengetahuan dangkal saya sendiri, saya tidak tahu apakah sudah ada program kecerdasaan artifisial untuk menerjemahkan bahasa anjing Ibu Ayla yang bernama Ceko ke dalam bahasa Indonesia.

Secara naluriah manusia memang senantiasa ingin bisa berkomunikasi dengan satwa seperti tersirat dan tersurat di dalam kisah Santo Fransiskus Asisi, Dr. Doolitle, Anglingdarma, Aquaman, dan Antman. Pada 2013, sang maestro etolinguis kini guru besar emeritus di Universitas Northern Arizona, Profesor Con Slobodchikoff (waduh susah banget nulis nama penuh konsonan maka selanjutnya saya mohon ijin untuk menyingkat menjadi Prof. Slob) meluncurkan proyek Chasing Doctor Dolittle: Learning the Language of Animals melakukan penelitian terhadap bahasa satwa dengan menggunakan artificial intelligence untuk memahaminya.

Sejauh ini Prof. Slob yakin bahwa dalam waktu maksimal sepuluh tahun lagi dengan dukungan AI, manusia akan mampu efektif berkomunikasi dengan satwa dalam bahasa yang bersama disepakati secara bilateral! Prof. Slob cermat mengamati etologi prairie dog di Amerika Utara yang ternyata memiliki sistem bahasa setara kompleks dengan manusia untuk saling berkomunikasi dengan sesama jenis maka yakin bahwa manusia mampu mempelajari bahasa satwa untuk berkomunikasi dengan satwa dengan dukungan artificial intelligence.

Para lebah memiliki bahasa tarian dilengkapi bahasa dengung sayap untuk saling berkomunikasi antarlebah mirip para buzzer berbayar atau freelancer saling berkomunikasi dengan sesama profesi dan sesama kubu politik.

Prof. Slob yakin bahwa setiap anjing pada dasarnya mengerti bahasa manusia, namun tidak mampu melafalkannya secara verbal seperti manusia karena organ mulut mereka tidak memiliki bentuk dan sistem mekanisme yang sama dengan manusia. Maka jika saya menyalak balik ke Ceko terbukti Ceko tidak suka sebab lafal salakan saya tidak bisa dimengerti oleh Ceko apalagi akibat lidah saya cedal.

Ibu Ayla terbukti lebih mampu memahami Ceko meski tanpa dukungan komputer alih bahasa satwa akibat Ibu Ayla mengerti bahasa Ceko dan terutama sebab Ibu Ayla tulus menyayangi Ceko.

Program komputer alih bahasa satwa bisa membantu para penyayang binatang dan para peternak lebih mampu memahami apa sebenarnya yang dikehendaki oleh satwa. Dengan lebih mampu memahami kehendak satwa, maka manusia bisa lebih mampu merawat, memelihara dan menyayangi satwa yang hidup bersama dengan manusia selaras dengan kesatwaan yang adil dan beradab.

Apabila manusia memiliki hak asasi untuk hidup sesuai kehendak diri masing-masing pada hakikatnya satwa juga. Manusia dan satwa sebagai sesama mahluk ciptaan Yang Maha Kuasa sama-sama memiliki hak asasi demi hidup bersama secara bukan disharmonis namun justru harmonis.

Kasus satwa menyerang bahkan membunuh manusia tidak sesering terjadi seperti manusia menyerang dan membunuh satwa yang lazimnya terjadi akibat miskomunikasi antara satwa dan manusia. Lazimnya satwa tidak mengganggu apabila tidak diganggu oleh manusia. Dengan komputer alih-bahasa satwa, diharapkan para pembenci satwa dan para pembinasa satwa sekadar sebagai hiburan atau petualangan dapat lebih memahami amanat penderitaan satwa.

Dengan kecerdasan artifisial, para penggusur juga bisa lebih memahami bahasa yang digunakan untuk mengekspresikan amanat penderitaan rakyat tergusur.

Insya Allah, setiap insan manusia berkenan menunaikan jihad al nafs menaklukkan hawa nafsu diri sendiri masing-masing demi bersama menghentikan angkara murka pelanggaran Agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati para anggota PBB termasuk Indonesia sebagai pedoman pembangunan infrastruktur abad XXI tanpa merusak alam maupun menyengsarakan mahluk hidup yang hidup bersama di planet bumi yang cuma satu bahkan satu-satunya di alam semesta ini.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa 10 Januari 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Dapat Tambahan Kuota Haji Plus Tak Ada Pembatasan Usia.

Next Post

Mengapa Indonesia dan Malaysia Menuduh UE Melakukan Praktek ‘diskriminasi’ 

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Jokowi : Perusahaan Malaysia Dan Perusahaan Indonesia  Teken “11 Letter of Intent” di IKN Nusantara

Mengapa Indonesia dan Malaysia Menuduh UE Melakukan Praktek 'diskriminasi' 

HUT PDI-P ke 50 Megawati Pidato Sambil Duduk, Perkenalkan Salam Pancasila

HUT PDI-P ke 50 Megawati Pidato Sambil Duduk, Perkenalkan Salam Pancasila

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist