• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KECINTAAN WARGA KETURUNAN ARAB TERHADAP MASYARAKAT JAWA DAN INDONESIA

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
July 19, 2023
in Feature
0
KECINTAAN WARGA KETURUNAN ARAB TERHADAP MASYARAKAT JAWA DAN INDONESIA
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh. M Yamin Nasution-Pemerhati Hukum

“…Aan dit strand verdrongen zich de volken, en daaglen nieuwe meesters over ‘t meer, Zij volgen zich, gelijk in ‘t zwerk de Wolken, De telg des grond allen was nooit zijn heer”

“… Di pantai ini bangsa-bangsa berkerumun, dan penguasa baru atas danau menyingsing, mereka (masyarakat Indonesia) mengikuti mereka, seperti awan di langit, menikmati bagian atas tanah saja tidak pernah menjadi tuannya”

– Julien Wolbers, 1867

Ungakapan diatas adalah ungkapan seorang sejarawan Belanda yang tak pernah datang ke Jawa, namun tersentuh hatinya melihat kondisi masyarakat Jawa secara khusus, Indonesia secara umum atas perlakuan-perlakuan yang di terima, masyarakat Jawa (Indonesia) sejak dahulu hanya di kuasai oleh orang-orang yang hanya ingin mengambil mengambil kekayaan alam Indonesia, hanya sedikit masyarakat Jawa (Indonesia) yang menikmati hasil bumi tersebut, yaitu mereka para raja-raja dan sultan, masyarakat hanya memiliki bagian atas tanah saja, namun tidak menikmati hasil buminya secara utuh. Suatu hari Julien Wolbers diminta pendapatnya tentang sistem apa yang paling tepat diberlakukan di Jawa, ia menjawab: buatlah sistem aturan yang tegas dan adil, karena keadilan akan meninggikan suatu bangsa “gerechtigheid verhoogt een volk,” keterangan tersebut dapat dilihat JAVA Moet Rechtvaarding Bestuurd Worden, 1867.

Warga negara Indonesia terdiri dari beberapa warga keturunan Thiong Hoa, India, dan Arab, selain dari warga bumi putra (pribumi asli) itu sendiri, secara umum bagi Penjajah Belanda (Hindia Belanda) ketiga kelompok ini disebut Vreende Oonsterleng. Namun ada yang membedakan ketiga kelompok ini atas kecintaan terhadap masyarakat pribumi, yaitu warga turunan Arab, selain sama-sama ikut berjuang untuk kemerdekaan, warga keturunan Arab seperti yang disebutkan oleh Sir. Thomas Stamford Rafles dalam History of Java, 1817 (Java atau Jawa adalah sebutan yang diberikan Eropa pada nusantara) adalah orang kaya yang tidak memiliki budak pribumi, seperti warga eropa dan Thiong Hoa yang menjadikan warga bumi putra sebagai budak-budak, hal ini di karena kan Warga Arab yang datang ke Indonesia sejak abad 7 umumnya adalah beragama islam dengan tujuan awal penyebaran agama islam (Mohammedan atau pengikut Nabi Muhammad SAW), sebab dalam islam memperbudak manusia adalah di larang.

Di Semarang juga demikian, Gijsbertus van Sandwijk, 1865 dalam “Een Uitstapje naar Semarang en omstreken” menceritakan pengalamannya saat di minta melakukan penelitian untuk wilayah jawa tengah, ia mengatakan kala itu wilayah ini telah di dominasi oleh Cina dan Arab selain dari warga pribumi sendiri. Di saat pesta umumnya masyarakat jawa berbusana pakaian pendek dan lebar, atau celana panjang hingga lutut, di atasnya di kenakan kain sarung yang sebagian besar merupakan rok wanita, di gantung di pinggul dan jatuh di bawah lutut. Setiap orang jawa mengenakan sarung, namun yang miskin dan malang dari katun warna warni, yang kaya dari sutra mahal bersulam emas, kancing terbuat dari permata, dan tak ketinggalan keris serta sutra-sutra lain sebagai pembungkus tubuh pangeran-pangeran, tampilan yang paling menakjubkan dan bermartabat, bagaimana pun, tidak diragukan lagi dibuat oleh kepala orang Arab yang hadir dalam pakaian nasional (busana gamis islami) dengan sorban putih atau hijau yang bersinar.

Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi bahwa, sejak lama masyarakat keturunan Arab telah banyak membaur dengan masyarakat Indonesia secara umum, telah berjuang bersama, bahkan telah membawa dan menyumbang peradaban berbaiknya yaitu Agama islam. Islam anti perbudakan, islam anti ketidakadilan, islam anti perbedaan kasta dalam kehidupan manusia, dan islam dibawa oleh warga negara Arab. Dan masyarakat agar tidak terpecah belah dalam menyambut pesta rakyat (pemilu 2024) mendatang, yang sengaja di hembuskan oleh suara-suara yang tidak memahami sejarah berdirinya negeri ini, bahkan tak jarang ucapan-ucapan miring yang di tujukan pada warga negara keturunan Arab oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, menghalalkan segala cara demi kekuasaan dan kepentingan kemewahan busana pribadi, kemewahan pribadi dan kemewahan kelompok semata, masyarakat harus menolak sifat-sifat feodal yang memperbudak warga yang notabene satu rasnya sendiri. Masyarakat harus mampu menguasai tanah berikut isinya, masyarakat harus mendapatkan keadilan, namun hanya dengan kejujuran, keadilan datang, dengan keadilan marwah bangsa tinggi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MA Terbitkan SEMA Larang Hakim Mensahkan Pernikahan Beda Agama

Next Post

Masya Allah Dito Ditakdirkan Lahir dari Orang Tua Kaya Raya; Dpt Hibah 162M

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Siapa Dito ? Diduga Menerima Uang Korupsi BTS 4G Rp 27 Milyar Untuk Kendalikan Penyelidikan

Masya Allah Dito Ditakdirkan Lahir dari Orang Tua Kaya Raya; Dpt Hibah 162M

Lempar Bola Panas ke Jokowi, APDESI Tegur Budiman Sudjatmiko

Budiman Sudjatmiko Kebabalasan Temui Prabowo - Akan Dipanggil PDIP

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist