Jakarta – Fusilatnews – Dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2024 yang berlangsung pada Senin, 23 Desember 2024, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf/Bekraf) memproyeksikan tiga tren utama dalam ekonomi kreatif untuk tahun 2025. Salah satu tren baru yang turut menjadi sorotan adalah konsep Experiential Culinary Experience, yang menawarkan sensasi unik dalam menjelajahi cita rasa kuliner khas Nusantara.
Konsep ini menggabungkan nilai-nilai budaya lokal dengan teknologi modern untuk menciptakan pengalaman baru yang menarik bagi pasar domestik maupun internasional. “Tren ini mencerminkan dinamika inovasi yang mampu menghadirkan nilai tambah pada kekayaan budaya Indonesia, sekaligus memenuhi kebutuhan pasar global yang semakin berkembang,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya.
Salah satu tren unggulan yang diproyeksikan akan mendominasi adalah konsep “Local is the New Luxury”. Menurut Teuku Riefky, konsep ini bertujuan untuk menonjolkan kebanggaan terhadap produk dan budaya Nusantara yang dikemas dengan standar kualitas dunia. “Produk-produk lokal tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga dapat bersaing dengan merek internasional di pasar global,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari JPAT 2024, digelar pula pameran kuliner Nusantara yang menampilkan beragam masakan khas dari berbagai daerah. Pameran ini menjadi simbol kekayaan dan keanekaragaman budaya Indonesia, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung untuk mencicipi berbagai menu otentik yang menggugah selera.
Selain Experiential Culinary Experience dan Local is the New Luxury, Kemenkraf/Bekraf juga mengidentifikasi tren lain yang akan dikembangkan. Namun, detail mengenai tren tersebut akan diumumkan secara resmi pada awal 2025.
Pemerintah berharap tren-tren ini dapat memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional dan membuka peluang baru bagi pelaku usaha kreatif di Indonesia.





















