• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kemiskinan: Produk Pemimpin Masa Lalu

Ali Syarief by Ali Syarief
August 28, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Kemiskinan: Produk Pemimpin Masa Lalu
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kemiskinan yang kita saksikan hari ini bukanlah peristiwa tiba-tiba. Ia adalah hasil akumulasi dari kebijakan yang diambil, diabaikan, atau bahkan diselewengkan oleh para pemimpin di masa lalu. Dalam logika sederhana, jika suatu negara memiliki sumber daya alam melimpah, tenaga kerja yang produktif, serta posisi geopolitik strategis, namun masih menyisakan jutaan rakyat miskin, maka masalah utamanya bukan pada rakyatnya, melainkan pada cara negara dipimpin.

Fenomena termarginalkannya rakyat kecil lahir dari keputusan-keputusan politik yang lebih berpihak pada kepentingan elite ketimbang kebutuhan masyarakat luas. Misalnya, ketika orientasi pembangunan lebih menitikberatkan pada proyek-proyek mercusuar atau infrastruktur besar, sementara sektor dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pertanian dikesampingkan, maka yang terjadi adalah jurang kesenjangan sosial yang semakin lebar.

Negara sebagai Produsen Kemiskinan

Dalam kacamata kritis, negara justru sering berperan sebagai produsen kemiskinan. Kebijakan impor pangan yang tidak terkendali, misalnya, telah memukul para petani. Subsidi yang dicabut atau dialihkan ke sektor yang tidak menyentuh kebutuhan rakyat kecil membuat mereka semakin rapuh. Buruh terjebak pada sistem upah murah tanpa perlindungan sosial memadai, sementara lapangan kerja berkualitas minim tersedia.

Akibatnya, kelompok masyarakat miskin bukan hanya lahir, tetapi juga terus direproduksi oleh sistem yang gagal memberi keadilan. Mereka menjadi termarginalkan bukan karena tidak bekerja keras, melainkan karena kebijakan negara menutup akses pada peluang hidup yang lebih baik.

Jokowi dan Beban Kesalahan

Dalam dua periode kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo seharusnya punya kesempatan untuk memutus rantai kesalahan masa lalu. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Jokowi lebih sibuk dengan ambisi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ketimbang menjawab persoalan mendasar rakyat. Utang negara terus membengkak, angka pengangguran terselubung meningkat, sementara ketergantungan pada impor pangan semakin dalam.

Alih-alih memperkuat fondasi ekonomi rakyat, kebijakan Jokowi justru kerap memperlebar luka lama. Petani, nelayan, buruh, hingga kelas menengah perkotaan, semuanya merasakan beban yang tidak pernah ringan. Dengan demikian, Jokowi bukan hanya pewaris kesalahan masa lalu, tetapi juga turut memperpanjang dan memperdalamnya.

Prabowo dan Pernyataan yang Menggugah

Di sinilah relevansi pernyataan Prabowo, “Kemiskinan terjadi akibat dari pemimpin yang tidak pandai.” Pernyataan ini mengandung logika tajam: bahwa kualitas kepemimpinan menentukan kualitas hidup rakyat. Ketidakmampuan pemimpin membaca prioritas, mengambil kebijakan yang tepat, dan menolak intervensi kepentingan oligarki, adalah akar dari kemiskinan.

Jika pemimpin gagal menempatkan rakyat sebagai pusat kebijakan, maka hasilnya adalah kemiskinan struktural yang terus diwariskan lintas generasi. Logika ini menjelaskan bagaimana keputusan politik hari ini akan menentukan nasib rakyat sepuluh atau dua puluh tahun ke depan.

Penutup

Kemiskinan saat ini memang dapat dilihat sebagai produk pemimpin masa lalu, namun bukan berarti pemimpin masa kini bisa berlepas tangan. Justru tantangan terbesar seorang pemimpin adalah keberanian untuk menghentikan lingkaran setan tersebut. Jokowi gagal menjawab tantangan itu dan bahkan ikut memperdalam jurang kemiskinan.

Dengan demikian, ucapan Prabowo menemukan momentumnya: kemiskinan lahir dari pemimpin yang tidak pandai. Tidak pandai dalam arti gagal membaca kebutuhan rakyat, gagal menegakkan keadilan sosial, dan gagal memutus warisan kebijakan yang salah. Karena pada akhirnya, kemiskinan bukanlah sekadar soal angka, melainkan cermin dari kualitas kepemimpinan sebuah bangsa.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fufu Fafa dan Bapaknya – Boneka di Panggung Kekuasaan

Next Post

Potensi Peningkatan Ateisme di Arab Saudi: Antara Represi, Modernisasi, dan Kekecewaan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Potensi Peningkatan Ateisme di Arab Saudi: Antara Represi, Modernisasi, dan Kekecewaan

Potensi Peningkatan Ateisme di Arab Saudi: Antara Represi, Modernisasi, dan Kekecewaan

Jokowi Undercover: Selimut Misteri di Balik Ijazah dan Keadilan yang Terkubur

Bambang Tri Mulyono Dibebaskan Bersyarat dari Lapas Sragen

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist