• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kemuliaan Artifisial Hakim

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 3, 2022
in Feature
0
Kemuliaan Artifisial Hakim

Ilustrasi pengadilan.(Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Furqan Jurdi

Jakarta – Anda pernah mendengar nama Abu Nawas? Kalau iya, Anda akan bertemu dengan kisah jenaka yang mengocok perut. Terlepas kontroversi mengenai tokoh Abu Nawas, apakah ia tokoh artifisial atau hanya dongeng, banyak hikmah dari kisah-kisah jenaka itu.

Alkisah, suatu hari, ayah Abu Nawas yang Kadi (Hakim) itu sedang sakit sekarat. Dia memanggil Abu Nawas menghadap untuk terakhir kalinya. Setiba Abu Nawas di rumah orangtuanya, dia langsung mendekat ke tempat ayahnya yang menunggu ajal itu. “Anakku, sekarang kamu cium telinga kanan dan kiriku,” Kata Syaikh Maulana dengan lemah.

Abu Nawas mengikuti permintaan terakhir ayahnya. Dia mencium telinga kanan, ternyata bau harum, kemudian mencium telinga kiri yang bau busuk. Abu Nawas heran, kenapa kedua telinga itu memiliki bau yang berbeda? “Sudahkah kamu menciumnya?” tanya ayahnya.

Abu Nawas menjawab sudah, dan menceritakan perihal kedua bau itu pada ayahnya. “Kenapa bisa demikian?”

Syeikh Maulana kemudian berkisah. “Pada suatu hari datanglah dua orang mengadukan masalahnya kepadaku. Yang seorang aku mendengar keluhannya. Yang seorang lagi tak kusuka makanya tak kudengar keluhannya. Inilah risiko menjadi Kadi.”

Abu Nawas mengerti bahwa menjadi Hakim tidak semulia gelar yang disematkan kepadanya. Tatkala ayahnya meninggal dia dipanggil baginda Sultan ke Istana untuk menjadi Hakim. Abu Nawas segera menemukan alasan. Dia pura-pura menjadi gila.

Gila bagi Abu Nawas lebih mulia dari terperangkap sebagai Hakim. Di pundaknya ada tanggung jawab besar. Kalau salah dia akan segera diazab, bahkan dalam hal yang kecil seperti cerita ayahnya.

Apakah dia pandir? Abu orang jenius karena itu dia menjadi gila, untuk menghindar dari jabatan “yang mulia” itu. Seperti kata Aktor Film Hong Kong Jackie Chen, “Aku gila tapi aku tidak bodoh.”

Kisah Abu Nawas secara moral mengajarkan kita, seorang Hakim memiliki tanggung jawab yang cukup besar dari kemuliaannya. Sedikit saja dalam hatinya tidak adil, maka dia akan dikutuk oleh Tuhan.

Begitu banyak hakim dengan jubah kemuliaan. Tapi di balik jubah itu ada “kengerian” yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kemuliaan “yang mulia” hanyalah gelar; kalau Hakim menjadi zalim, sekecil apapun kezaliman itu, kutukan akan segera mengadilinya.

Di belakang gelar “yang mulia” ada jutaan orang yang menunggu nasibnya di ketukan palu sang Hakim. Hakim itu adalah benteng terakhir bagi pencari keadilan. Putusan mereka akan menentukan nasib dan masa depan manusia. Maka mereka dijuluki sebagai “Wakil Tuhan” di muka bumi.

Pejabat yang Doyan Suap

Kembali lagi, Abu Nawas dipanggil oleh Baginda Sultan untuk segera dilakukan “fit and proper test” di Istana. Sebelum masuk, penjaga yang doyan suap di depan pintu membuat commitment fee dengan Abu Nawas. “Kalau kamu dikasih sesuatu sama Sultan, maka kita bagi dua, kamu satu bagian, aku satu bagian,” kata penjaga itu.

“Baiklah,” Kata Abu Nawas. Kemudian Abu Nawas menghadap Sultan. Di depan Sultan, Abu Nawas yang gila itu bertanya tentang asal “terasi dari udang”.

Mendengar itu Sultan naik pitam, Baginda merasa dihina. Segera dia perintahkan pengawalnya untuk memukul Abu Nawas sebanyak dua puluh kali. Abu Nawas keluar dari Istana dengan lemas setelah dihajar oleh pengawal Sultan.

Di depan pintu pembuat commitment fee tadi meminta jatah dari Abu Nawas. “Aku akan berikan semua kepadamu,” kata Abu Nawas. Bukan main girangnya penerima suap ini. Abu Nawas mengambil balok lalu memukul pengawas itu dua puluh kali.

Itulah commitment fee yang pantas didapatkan oleh pejabat yang doyan suap. Apalagi kalau pejabat yang doyan suap itu Hakim, pantas dihukum mati sekalian.

Benteng Terakhir Keadilan

Dari kisah jenaka itu kita belajar, kalau pengadilan sudah rusak, maka keadilan runtuh dan negara akan dikendalikan penjahat. Boleh jadi eksekutif rusak, legislatif rusak, polisi hancur-hancuran, jaksa bobrok, tapi kalau pengadilan juga rusak, maka tidak ada lagi harapan bagi pencari keadilan.

Sedih rasanya mendengar ada seorang hakim terjerat kasus suap. Miris dan memalukan bagi dunia peradilan. Mahkamah itu tempat bagi orang yang mengadili pelanggaran, kriminal, dan kejahatan. Bukan tempat para kriminal dan penjahat bekerja.

Para hakim yang masih doyan “main belakang” akhiri, kembali ah pada nilai luhur peradilan. Ingat, pengadilan adalah benteng terakhir bagi pencari keadilan.

Furqan Jurdi, aktivis muda Muhammadiyah, pegiat hukum tata negara.

Dikutip dari detik.com, Rabu 2 November 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Meng-Anies-kan Indonesia

Next Post

Ketegangan Rusia-AS-China dan Bagaimana Dahsyatnya Perang Nuklir

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Ketegangan Rusia-AS-China dan Bagaimana Dahsyatnya Perang Nuklir

Ketegangan Rusia-AS-China dan Bagaimana Dahsyatnya Perang Nuklir

Mencegah Gagal Ginjal Akut

Menghadapi Gagal Ginjal Akut pada Anak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist