• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Kesepakatan Singkirkan US Dolar Dalam Perdagangan Indonesia Dan Iran Tunjukkan ‘Semangat Kemerdekaan’  

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
May 30, 2023
in Economy
0
Kesepakatan Singkirkan US Dolar Dalam Perdagangan Indonesia Dan Iran Tunjukkan ‘Semangat Kemerdekaan’  
Share on FacebookShare on Twitter

Profesor Dina Sulaeman, adalah analis geopolitik yang mengajar hubungan internasional di Universitas Padjadjaran Bandung saat diwawancarai oleh saluran berita global Press TV  mengatakan kedua negara menunjukkan “semangat kemerdekaan untuk melepaskan diri dari dominasi dolar”, menyebutnya sebagai “perubahan positif ”.

Fusilatnews – Kunjungan Presiden Ebrahim Raeisi ke Indonesia menandai “titik balik” dalam hubungan Jakarta -Teheran, terutama dengan kesepakatan antara kedua belah pihak untuk meyingkirkan dolar Amerika  perdagangan bilateral, kata  Profesor Duna  Sulaeman, Guru Besar Universitas Pajajaran Bandung.

Dina Sulaeman, seorang analis geopolitik yang mengajar hubungan internasional di Universitas Padjadjaran Bandung saat diwawancarai oleh saluran berita global Press TV  mengatakan kedua negara menunjukkan “semangat kemerdekaan untuk melepaskan diri dari dominasi dolar”, menyebutnya sebagai “perubahan positif ”.

Presiden Iran, didampingi oleh delegasi pemerintah tingkat tinggi, mengunjungi Jakarta pada hari Selasa dan mengadakan pembicaraan luas dengan koleganya  dari Indonesia Joko Widodo mengenai permasalahan bilateral dan regional.

Kedua belah pihak menandatangani serangkaian perjanjian, dengan fokus menyingkirkan dolar dan menggantinya dengan mata uang lokal  yaitu rial Iran dan rupiah Indonesia. Mereka juga berjanji untuk mendorong perdagangan tahunan dengan target $20 miliar.

Kedua negara juga menandatangani 12 nota kesepahaman, termasuk satu tentang perdagangan preferensial dan satu lagi tentang rezim bebas visa untuk memudahkan perjalanan antara kedua negara.

“Sanksi dan ancaman telah gagal menghalangi jalan Iran,” kata Presiden Raeisi pada konferensi pers bersama dengan koleganya dari Indonesia, seraya menambahkan bahwa Teheran “memprioritaskan” hubungan dengan negara-negara Islam.

Profesor Dina  mengatakan dia “optimis” bahwa target perdagangan tahunan $20 miliar antara kedua negara akan tercapai, terutama perdagangan yang terkait dengan sains dan teknologi, atau perdagangan berbasis ilmumu pengetahuan, yang dia catat memiliki “nilai lebih tinggi daripada perdagangan alam. komoditas sumber daya”.

“Nilai perdagangan berbasis pengetahuan semakin tinggi dan kedua negara telah mencapai kemajuan teknologi di berbagai bidang yang dapat saling melengkapi,” kata Sulaeman kepada situs Press TV.

“Perdagangan komoditas sumber daya alam juga penting karena kedua negara dapat saling memenuhi kebutuhan. Indonesia kaya akan sumber daya laut karena memiliki lautan yang sangat luas, sedangkan Iran memiliki daratan yang lebih banyak,” imbuhnya.

Peningkatan kerja sama antara Teheran dan Jakarta terjadi di tengah pergeseran dinamika kekuatan global dan berakhirnya dunia unipolar yang dipimpin AS, yang merupakan salah satu topik yang dibahas antara kedua belah pihak pada hari Selasa.

Presiden Raeisi dalam pertemuan dengan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan era unilateralisme sudah berakhir.

“Dengan perubahan ini, kekuatan baru akan terbentuk di dunia, yang menjadi kepentingan negara-negara berkembang,” katanya. “Kami yakin rakyat Palestina, Yaman,  yang tertindas hampir saja hak-haknya terpenuhi.”

“Ketika kedua negara bersatu untuk meningkatkan perdagangan dan kerja sama di berbagai bidang, dunia multipolar akan semakin terwujud,” kata Dina, mengisyaratkan bahwa kemitraan Iran-Indonesia akan mempercepat pembentukan dunia multipolar di mana kedua negara ini akan menjadi yang pemain utama.

Dia juga merujuk pada kesamaan budaya dan agama antara kedua negara, mengatakan Indonesia memiliki populasi 270 juta dan mayoritas adalah Muslim, sedangkan Iran juga merupakan negara mayoritas Muslim.

Terkait liputan kunjungan bersejarah Presiden Raeisi ke negara Asia Selatan itu, Profesor Dina  mengatakan media lokal meliputnya dengan baik namun yang “luar biasa” adalah CNN Indonesia menyiarkan kunjungannya ke Istana Bogor, salah satu istana kepresidenan Indonesia, secara langsung di YouTube .

Komentator geopolitik Indonesia itu mengatakan, kerja sama yang lebih erat antara kedua negara Muslim juga dapat membantu memerangi ancaman  Islamofobia Global.

“Media Barat cenderung menciptakan persepsi bahwa negara-negara Muslim saling berkonflik. Sekarang dunia bisa melihat bahwa dua negara besar Muslim bersatu untuk melakukan hal-hal yang positif,” tegasnya.

Profesor Dina juga menyebut penggambaran wanita Iran yang salah di media Barat, dengan menyertakan rombongan presiden Iran termasuk Ibu Negara Iran Jamileh Alamolhoda.

“Ibu Negara meluncurkan bukunya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia yang menunjukkan bahwa beliau adalah seorang akademisi yang luar biasa. Ini juga menyampaikan pesan bahwa perempuan di Iran boleh menjadi ilmuwan hebat seperti Dr. Jamileh,” ujarnya.

Tentang momok Takfirisme di Indonesia, profesor itu mengatakan lobi Takfiri di negara itu “adalah minoritas kecil” sementara “mayoritas orang Indonesia menghormati perbedaan (agama dan ideologis)”.

Orang Indonesia, lanjut dia, “waspada terhadap sanksi AS”, tetapi secara umum negara ini memiliki “semangat kemerdekaan yang kuat yang diwariskan oleh bapak bangsa kita”, mengacu pada presiden pertama negara itu Sukarno yang menjabat antara tahun 1945 dan 1967 dan meninggal pada tahun 1970.

“Itulah sebabnya Indonesia menjalin kerja sama dengan semua pihak, termasuk China, Rusia, dan Iran,” tegasnya, menyerukan diplomasi publik yang lebih besar antara  Jakarta dan Teheran 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Yang Dituduh Suami Puan Maharani Terlibat Kasus Korupsi BTS, PDIP Yang Membantah

Next Post

Tujuh Program TV Dikenai Sanksi Oleh KPI, Program Jurnalistik Mendominasi

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup
Economy

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi
Economy

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Next Post
Tujuh Program TV Dikenai Sanksi Oleh KPI, Program Jurnalistik Mendominasi

Tujuh Program TV Dikenai Sanksi Oleh KPI, Program Jurnalistik Mendominasi

Neuralink Perusahaan Implan Otak Milik Elon Musk Diijinkan Untuk Diuji Cobakan Pada Manusia

Neuralink Perusahaan Implan Otak Milik Elon Musk Diijinkan Untuk Diuji Cobakan Pada Manusia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist