• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ketika 4 Pulau Di Aneksi Oleh Gerombolan Kumpeni

Ali Syarief by Ali Syarief
June 18, 2025
in Crime, Feature
0
Ketika 4 Pulau Di Aneksi Oleh Gerombolan Kumpeni
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Zaman sekarang ini, yang katanya sudah era digital, tapi kelakuan pejabatnya masih analog: pikirannya berdebu, langkahnya kikuk, dan lidahnya lentur mengikuti gemerincing uang. PBB—organisasi internasional yang kadang lebih mirip ibu-ibu pengajian global daripada lembaga penjaga damai—pernah memberi istilah yang tegas: aneksasi. Dalam lidah kita yang lebih jujur dan sedikit nakal, artinya: pencaplokan. Iya, pencaplokan! Begitulah nasib Timor Timur pada 1975, ketika negeri ini mabuk kemenangan diplomatik dan lupa menengok kaca.

Tapi sabar dulu, Bung. Itu cerita lama. Yang menarik, pola yang sama kini kabarnya hendak diulang, hanya beda kostum dan lakon. Kini bukan Timor Timur yang hendak digerus dari peta, tapi empat pulau kecil nun jauh di mata, milik Aceh, bagian dari republik ini juga, bagian yang kadang dianggap seperti anak bawang oleh Jakarta. Keempat pulau ini—yang mungkin lebih tahu suara angin dan gelombang ketimbang suara Menteri—disebut-sebut akan “disulap” menjadi milik gerombolan. Gerombolan ini, celakanya, bukan preman pasar atau bajing loncat, tapi mereka yang duduk manis di kabinet. Pakai jas, pakai dasi, dan tentu, pakai izin investor sebagai tameng.

Konon, investor datang dengan peta dan proposal. Katanya demi kemajuan, katanya demi kesejahteraan. Tapi seperti biasa, rakyat yang punya tanah tidak pernah diajak rembug, hanya disodori keputusan. Tanah mereka mendadak jadi “objek vital nasional”, dan suara protes mereka dilabeli “radikalisme lokal”.

Mereka bilang demi pembangunan. Tapi siapa yang membangun? Siapa yang dibangun? Dan siapa yang akan dibangun-bangun oleh utang? Dulu VOC datang bawa niat dagang, tapi berakhir jadi penguasa. Sekarang investor datang bawa uang, tapi ingin punya kuasa. Bedanya tipis, mungkin hanya pada logo dan bahasa kontrak.

Kalau ini bukan aneksasi, lalu kita mau sebut apa? Pencitraan? Penataan ulang wilayah? Atau sekadar “transformasi geopolitik menuju Indonesia emas”? Waduh, emas dari mana? Pulau-pulau itu mungkin emas, tapi yang punya emas bukan rakyat Aceh, melainkan para pemilik saham dan pemilik kursi.

Dulu Bung Karno pernah berkata: “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.” Tapi para pejabat sekarang tampaknya malah membuat sejarah baru: sejarah penggadaian aset nasional oleh tangan-tangan yang katanya “mewakili rakyat”. Mereka bukan penjajah asing, tapi penjajah bersertifikat. Bersertifikat jabatan dan legalitas.

Maka, saya ingin bertanya: apakah tanah milik rakyat kini bisa dibagi seperti kue ulang tahun? Apakah kita ini republik, atau sudah berubah jadi kongsi dagang yang diisi oleh para manajer proyek yang kerjanya menyenangkan investor dan menyuruh rakyat minggir?

Jika Timor Timur dahulu bisa memilih keluar karena merasa tak dipedulikan, siapa yang bisa menjamin pulau-pulau Aceh ini tidak akan bernasib serupa? Jangan salahkan rakyat jika suatu hari mereka marah dan menuntut hak, karena mereka hanya meniru apa yang telah dicontohkan negara: mengambil yang bukan haknya, lalu mengaku demi kemajuan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kau yang Memulai, Kau yang Mengakhiri

Next Post

Jokowi Sudah Tak Punya Jurus Mengelak Lagi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?
Birokrasi

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit
Economy

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia
Feature

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
Next Post
Jokowi Sudah Tak Punya Jurus Mengelak Lagi

Jokowi Sudah Tak Punya Jurus Mengelak Lagi

Nawawi Bantah Replik Firli dalam Persidangan Pra Peradilan

KPK Lumpuh, Tapi Telah Berdamai Dengan Kejumudan - Siapa Peduli?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Perencanaan Tanpa Ilmu, Ambisi Tanpa Ekologi

January 25, 2026
Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

January 25, 2026
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist