• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ketika Dokumen Rakyat Dibuka, Dokumen Penguasa Menghilang

Ali Syarief by Ali Syarief
April 24, 2025
in Crime, Feature
0
Ketika Dokumen Rakyat Dibuka, Dokumen Penguasa Menghilang
Share on FacebookShare on Twitter

*FusilatNews* – Pada satu pagi di Bulaksumur, seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada terbirit-birit menuju gedung rektorat. Ia lupa mengunggah satu dokumen penting untuk proses yudisium. Sistem akademik langsung menolaknya. Tak ada toleransi, tak ada dispensasi. Di kampus ini, keteraturan adalah segalanya. Bahkan urusan sepele seperti tanda tangan dosen pembimbing bisa menghambat kelulusan.

Di sisi lain negeri, jauh dari meja mahasiswa dan jejeran rak perpustakaan, ada dokumen lain yang justru tak pernah muncul ke permukaan. Dokumen milik orang nomor satu di Indonesia: Presiden Joko Widodo.

Sudah bertahun-tahun publik mempertanyakan: di mana ijazah asli Jokowi? Apa benar beliau lulus dari Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985? Dan jika iya, mengapa pihak universitas dan Komisi Pemilihan Umum tak pernah secara terbuka menampilkan dokumen itu, sebagaimana mereka melakukan terhadap kandidat presiden lain?

Bukan berarti dokumen itu tidak pernah ada. Justru sebaliknya. Pada Pilpres 2014, KPU menerima dan mencatat dokumen Model BB-4 PPWP—Daftar Riwayat Hidup Calon Presiden—atas nama Ir. Joko Widodo. Dokumen itu merupakan bagian dari persyaratan resmi pencalonan. Namun kini, berkas tersebut tak lagi ditemukan di situs KPU. Seolah dihapus dari ingatan digital republik.

Ironisnya, untuk calon presiden seperti Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo di tahun 2024, semua dokumen tersedia utuh dan terbuka di laman resmi KPU: ijazah SD hingga S3, surat keterangan sehat, bahkan LHKPN dan pas foto formal. Transparansi dipraktikkan dengan baik—asal bukan untuk Jokowi.

Pihak KPU tak pernah menyatakan bahwa dokumen lama telah dimusnahkan. Yang terjadi justru lebih ganjil: dokumen milik Jokowi saja yang menghilang. Tak ada klarifikasi, tak ada notifikasi publik. Seolah tangan tak terlihat tengah menjaga narasi dari belakang layar.

Di UGM, situasi serupa membungkus misteri itu. Tak ada pameran akademik untuk lulusan 1985 yang kini menjabat kepala negara. Tak ada dokumentasi skripsi yang bisa ditelusuri publik. Tak ada buku wisuda, kutipan ilmiah, atau tanda riil bahwa sosok Ir. Joko Widodo pernah melewati proses akademik seperti ribuan lulusan lainnya.

Ketika publik mempertanyakan, UGM memilih diam. Beberapa dosen memberi testimoni normatif. Beberapa lainnya bahkan tak mengenal namanya. Di kampus yang menjunjung keterbukaan dan meritokrasi, kemisteriusan ini seperti kabut yang tak mau pergi.

Padahal, di negeri yang menghormati akuntabilitas, riwayat pendidikan seorang presiden bukan sekadar formalitas. Ia adalah fondasi moral bagi kepercayaan publik. Jika mahasiswa UGM harus berjuang keras membuktikan keabsahan satu lembar transkrip, mengapa presiden boleh melangkah bebas tanpa verifikasi terbuka?

Fenomena ini menciptakan absurditas dalam sistem. Mahasiswa yang menyentuh sistem akademik UGM harus transparan seutuhnya. Calon presiden yang tidak berasal dari lingkar kekuasaan diwajibkan membuka semua dokumen. Tapi Jokowi—sosok yang disebut paling hebat di negeri ini—justru menjadi entitas yang blur di UGM dan menghilang di KPU.

Ini bukan semata kelalaian administratif. Ini adalah potret bagaimana lembaga-lembaga negara bisa kehilangan fungsi kritisnya ketika berhadapan dengan kekuasaan. Dalam demokrasi yang sehat, transparansi adalah kewajiban. Tapi di republik ini, keterbukaan hanya berlaku jika Anda bukan Jokowi.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dr. Tifa Menerima Tantangan Jokowi: Saatnya Ijazah Itu Dibuka di Pengadilan

Next Post

Fahua Minkum: Persahabatan Jokowi dan Prabowo, Sebuah Peringatan dari Langit

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post
Fahua Minkum: Persahabatan Jokowi dan Prabowo, Sebuah Peringatan dari Langit

Fahua Minkum: Persahabatan Jokowi dan Prabowo, Sebuah Peringatan dari Langit

Universitas sebagai Arsip Eksistensial: Ketika Data Perkuliahan Menjadi Artefak Diri

Universitas sebagai Arsip Eksistensial: Ketika Data Perkuliahan Menjadi Artefak Diri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist