• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Jokowi Masih Merasa Dirinya Presiden

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 28, 2025
in Feature, Pojok KSP, Tokoh
0
Jokowi Tidur Tak Nyenyak di IKN: Sebuah Refleksi dan Penyebab Umum Gangguan Tidur
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Cara paling mudah mengenali karakter seseorang adalah dengan mengajaknya bercanda. Dalam bercanda itulah kejujuran seseorang akan muncul secara spontan.

Demikianlah.
Joko Widodo pun mungkin sedang bercanda ketika dari diri Presiden ke-7 RI itu muncul karakter yang sesungguhnya bahwa dia masih merasa menjadi seorang Presiden RI.

Diberitakan, Jokowi memasang gabungan huruf dan angka RI 1 pada motor gedenya, Kawasaki Chopper warna hijau silver, disertai emblem Jokowi, dengan plat nomor B 3450 INA, saat bersama komunitas moge Legend Riders menggelar touring di Kota Surakarta, Minggu (26/1/2025).

Itulah karakter sesungguhnya Jokowi. Ia masih menganggap dirinya sebagai RI 1 alias Presiden RI. Sebab itu masuk akal bila kemudian Jokowi masih suka cawe-cawe dalam urusan negara dan pemerintahan meskipun sudah lengser sejak 20 Oktober 2024.

Ia, misalnya, suka saling berkunjung dengan Presiden Prabowo Subianto. Jokowi juga menerima kunjungan pengusaha Mochtar Riady dan keluarganya.

Lalu, menerima kunjungan Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Dan lain-lain.

Jokowi juga masih suka melakukan kunjungan ke daerah-daerah.

Dus, Jokowi adalah mantan Presiden rasa Presiden. Bahkan separuh dari menteri Prabowo di Kabinet Merah Putih adalah orang-orangnya Jokowi. Sebut saja Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang sempat berkeberatan ketika pagar bambu ilegal di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, dibongkar TNI Angkatan Laut. Bahkan Prabowo pernah menyebut Sakti Wahyu Trenggono sebagai “bendahara”-nya Jokowi.

Langkah Jokowi memasang RI 1 pada mogenya korelatif dengan upayanya untuk memperpanjang masa jabatannya melalui amandemen Pasal 7 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 agar Presiden RI bisa menjabat hingga tiga periode, namun langkah ini gagal karena dibendung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Gagal mengamandemen konstitusi, Jokowi kemudian mengintervensi Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga terbitlah Putusan MK No 90 Tahun 2023 yang memberikan jalan bagi Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi yang baru berusia 36 tahun, dari seharusnya minimal 40 tahun, bisa maju sebagai calon wakil presiden di Pemilihan Presiden 2024 dan terpilih.

Jokowi juga membangun dinasti politik dengan mengajukan menantunya, Bobby Nasution sebagai calon walikota Medan, Sumatera Utara, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 dan terpilih, dan Bobby pun berlanjut maju sebagai calon gubernur Sumut pada Pilkada 2024 dan lagi-lagi terpilih.

Ketakutan

Sederet langkah Jokowi berupaya melanggengkan kekuasaannya tersebut mencerminkan bahwa wong Solo itu dilanda ketakutan, sehingga watak atau karakternya rusak.

“Bukan kekuasaan yang merusak watak, melainkan ketakutan. Takut kehilangan kekuasaan merusak mereka yang berkuasa, takut dilanda kekuasaan merusak mereka yang dikuasai,” kata Aung San Suu Kyi dalam pidatonya saat menerima hadiah Nobel Perdamaian tahun 1991.

Dus, watak atau karakter Jokowi yang rusak ternyata tidak disebabkan oleh kekuasaan yang digenggamnya selama 10 tahun menjabat Presiden RI, tetapi karena ketakutannya. Takut kehilangan kekuasaan.

Rusaknya watak Jokowi antara lain tercermin dari pengkhianatannya terhadap PDIP dan Megawati Soekarnoputri.

Pada Pilkada Solo 2005 dan 2010 Jokowi diusung PDIP sebagai calon wakikota dan terpilih. Pada Pilkada DKI Jakarta 2012 Jokowi diusung PDIP dan terpilih. Pada Pilpres 2014 dan 2019 Jokowi kembali diusung PDIP dan lagi-lagi terpilih.

Begitu pun pada Pilkada 2020, yang mengusung Gibran sebagai calon walikota Solo, dan Bobby sebagai calon walikota Medan adalah PDIP. Namun, begitu mudahnya Jokowi mengkhianati PDIP dan Megawati pada Pilpres 2024 dengan tidak mendukung Ganjar Pranowo-Mahfud Md, capres-cawapres yang diusung PDIP. Jokowi justru mendukung Prabowo yang berpasangan dengan putra sulungnya, Gibran.

Upaya Jokowi memperpanjang masa jabatannya dan mengintervensi MK juga menunjukkan kerusakan karakternya. Musababnya: Jokowi takut kehilangan kekuasaan!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

BULOG MENDATANG

Next Post

Gagal Jantung Akut Penyebab Meninggalnya Emilia Contessa, Penyakit Apa itu ?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Gagal Jantung Akut Penyebab Meninggalnya Emilia Contessa, Penyakit Apa itu ?

Gagal Jantung Akut Penyebab Meninggalnya Emilia Contessa, Penyakit Apa itu ?

Penembakan WNI di Malaysia, Pemerintah Diminta Konsisten Lindungi HAM

Penembakan WNI di Malaysia, Pemerintah Diminta Konsisten Lindungi HAM

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...