• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Moral Politik di Atas Moral Agama; “Kebohongan Massal Dianggap Revolusioner”

Ali Syarief by Ali Syarief
March 5, 2025
in Feature, Politik, Spiritual
0
Ketika Moral Politik di Atas Moral Agama; “Kebohongan Massal Dianggap Revolusioner”
Share on FacebookShare on Twitter

Di negeri yang subur dengan janji, di tanah yang lapang bagi para pesilat kata, kita menyaksikan sebuah paradoks yang menyesakkan. Moral agama yang seharusnya menjadi cahaya, justru meredup di hadapan kilau politik. Seolah-olah, di negeri ini, kemuliaan tidak diukur dari kebersihan hati, tetapi dari kelihaian bersilat lidah dan menata kepentingan.

Puasa mengajarkan kejujuran, tetapi di meja-meja perundingan, dusta berulang kali disajikan sebagai hidangan utama. Zakat mengajarkan keikhlasan berbagi, tetapi di panggung kekuasaan, tangan-tangan serakah meraup harta yang bukan haknya. Ijazah palsu, oplosan bahan bakar, serta janji yang tak pernah ditepati, semuanya seperti diampuni oleh sistem yang lebih menghormati kepentingan dibandingkan kebenaran.

Di antara para pemain sandiwara ini, ada nama-nama yang kita kenal: Jokowi, Bahlil, Airlangga, Zulhas, dan banyak lagi. Mereka tetap berdiri di atas panggung terhormat politik, meskipun jejak langkah mereka dipenuhi noda ketidakjujuran dan kepentingan pribadi. Seolah politik memiliki moralitasnya sendiri, sebuah moralitas yang tidak menuntut kesucian, tetapi mengagungkan keberhasilan menguasai permainan.

Seperti yang pernah dikatakan Niccolò Machiavelli, “Seorang penguasa tidak perlu memiliki semua sifat baik, tetapi ia harus terlihat memilikinya.” Maka, dusta bisa tampak seperti kebenaran, kezaliman bisa dibungkus sebagai kebijakan, dan pengkhianatan bisa disulap menjadi strategi.

George Orwell juga pernah mengingatkan kita, “Dalam masa penipuan universal, mengatakan kebenaran adalah tindakan revolusioner.” Maka, siapakah yang masih berani menyuarakan kebenaran, ketika kebohongan telah menjadi norma yang diterima?

Namun, apakah negeri ini harus tunduk pada hukum politik yang mengorbankan moral agama? Apakah kejujuran harus menjadi korban demi stabilitas kekuasaan? Jika benar demikian, maka moral agama hanya menjadi selimut usang yang ditinggalkan saat tidak lagi menghangatkan kepentingan para penguasa.

Tetapi sejarah tak pernah tidur. Ia mencatat, mengingat, dan pada waktunya, ia akan bersuara. Sebab dalam keheningan doa orang-orang yang terzalimi, dalam puasa yang menahan bukan hanya lapar tetapi juga amarah, ada harapan bahwa suatu hari, negeri ini akan kembali menempatkan moral agama di singgasana yang seharusnya. Karena kebenaran tidak butuh panggung, ia hanya butuh keberanian untuk ditegakkan. Seperti kata Mahatma Gandhi, “Kekuatan tidak berasal dari kapasitas fisik, tetapi dari kemauan yang tak tergoyahkan.”

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kasus Bahlil-Bahlul: Politisasi Kampus dan Kejahatan Keilmuan

Next Post

Meningkatnya Krisis HAM di Dunia: Ancaman yang Kian Nyata

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Meningkatnya Krisis HAM di Dunia: Ancaman yang Kian Nyata

Meningkatnya Krisis HAM di Dunia: Ancaman yang Kian Nyata

Ketika Moral Politik di Atas Moral Agama; “Kebohongan Massal Dianggap Revolusioner”

Politics, it seems, Follows its Own Gospel - Is Political Morality Superior to Religious Morality?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...