• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Pancasila Kehilangan Nilai Praksisnya

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 1, 2025
in Feature, Pojok KSP, Sejarah
0
KEWAJIBAN NEGARA MENURUT KONSTITUSI
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Ahad, 1 Juni 2025 diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Peringatan ini mengacu pada peristiwa sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945 di mana kata “Pancasila” pertama kali diucapkan dalam forum resmi oleh Soekarno yang kemudian menjadi Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 bersama Mohammad Hatta.

Pada 18 Agustus 1945 atau sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, Pancasila oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia.

Dalam perjalanannya, Pancasila banyak mendapat ujian untuk digantikan dengan ideologi lain, baik ideologi kiri atau komunisme atau pun ideologi kanan yang berbasiskan agama (Islam) atau ekstremisme.

Pertama adalah Affair Madiun yang dimotori Partai Komunis Indonesia (PKI) pimpinan Muso pada 1948.

Kedua, pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang mencita-citakan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) yang berbasis di Jawa Barat dan dipimpin oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada 1949.

Ketiga, dan ini ujian yang terberat, ialah pemberontakan Gerakan 30 September 1965 oleh PKI pimipinan Dipa Nusantara Aidit, yang lebih dikenal dengan sebutan G30S/PKI.

Kini, ujian terhadap Pancasila juga muncul kembali, baik oleh mereka yang berpaham ekstrem kanan atau pun ekstrem kiri. Salah satunya tercermin dari masih munculnya bendera Khilafah di satu pihak, dan bendera Palu Arit di pihak lain.

Mengapa masih ada saja orang-orang atau kelompok yang memperjuangkan ideologi alternatif selain Pancasila, baik ideologi kiri maupun ideologi kanan? Salah satunya karena Pancasila selama ini telah kehilangan nilai-nilai praksisnya. Pancasila sekadar dihafal dan diucapkan di bibir saja. Praktiknya jauh dari nilai-nilai Pancasila.

Ketimpangan ekonomi dan sosial masih menganga. Lihat saja di Jakarta. Di antara belantara gedung-gedung pencakar langit, ada permukiman kumuh yang dihuni kaum miskin dan papa. Padahal sila ke-5 Pancasila menyatakan, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Korupsi yang melibatkan pejabat dan wakil rakyat masih merajalela. Kerugian keuangan negara yang ditimbulkannya bukan hanya dalam bilangan puluhan atau ratusan miliar, tapi sudah puluhan hingga ratusan triliun rupiah.

Padahal sebelum menjabat, mereka bersumpah demi Tuhan Yang Maha Esa di bawah kitab suci agamanya. Sila pertama Pancasila menyatakan, “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Kini sila itu seakan berubah menjadi, “Keuangan yang Maha Kuasa”. Ironis, memang.

Elite-elite politik dan pemimpin kerap “bertengkar”. Rakyat di akar rumput atau “grass roots” pun terkadang ikut-ikutan “tawuran”. Padahal sila ke-3 Pancasila menyatakan, “Persatuan Indonesia”.

Masih banyak fakir miskin dan anak-anak terlantar di Indonesia. Masih banyak penindasan atas nama hukum, dan keputusan hakim pun diperjualbelikan. Padahal sila ke-2 Pancasila menyatakan, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”.

Pemerintah dan aparat penegak hukum masih sering membungkam suara rakyat melalui intimidasi atau aturan yang tidak berpihak kepada rakyat. Di legislatif, suara mayoritas menekan minoritas. Padahal sila ke-4 Pancasila menyatakan, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”.

Pendek kata, Pancasila telah kehilangan nilai-nilai praksisnya. Para pejabat dan wakil rakyat sebagai panutan atau “public figure” hanya mengucap Pancasila di bibir saja. Perbuatan atau perilakunya jauh dari nilai-nilai Pancasila. Terdapat kesenjangan menganga antara ucapan dan tindakan, antara perkataan dan perbuatan.

Sebab itu, bila ingin Pancasila benar-benar sakti, yang momentumnya selalu kita peringati setiap tanggal 1 Oktober, dan Indonesia ini lestari, maka nilai-nilai Pancasila harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tak boleh “lips service” atau hanya d bibir saja. Terutama oleh para pejabat baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif yang merupakan panutan rakyat. Tanpa itu, jangan harap Pancasila tidak akan terus mendapat rongrongan, tantangan dan ujian.

Terutama mereka yang korupsi itulah yang sesungguhnya sedang merongrong Pancasila. Mereka itulah “common enemy” atau musuh kita bersama, baik laten atau pun kasat mata.

Jika nilai-nilai Pancasila sudah benar-benar dilaksanakan dan dipraktikkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari, kita yakin tidak akan ada lagi orang-orang yang mengibarkan bendera Palu Arit atau pun bendera Khilafah. Semoga!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mencari Jejak LBP: Chromebook Berdarah di Tengah Korupsi Rp9,9 Triliun

Next Post

Di Era Jokowi, Lahir Pernyataan: “Musuh Pancasila Itu Agama”

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa
Feature

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Next Post
Di Era Jokowi, Lahir Pernyataan: “Musuh Pancasila Itu Agama”

Di Era Jokowi, Lahir Pernyataan: “Musuh Pancasila Itu Agama”

Sindrom Bar Eskrim dan Budaya Buzzerisasi

Sindrom Bar Eskrim dan Budaya Buzzerisasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...