• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Di Era Jokowi, Lahir Pernyataan: “Musuh Pancasila Itu Agama”

Ali Syarief by Ali Syarief
June 1, 2025
in Feature, Politik
0
Di Era Jokowi, Lahir Pernyataan: “Musuh Pancasila Itu Agama”

Ini ketua BPIP Yg Mengatakan Musuh pancasila itu Agama

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, banyak hal berubah. Sebagian membawa kemajuan, sebagian lagi memunculkan keresahan. Salah satu keresahan itu adalah lahirnya narasi absurd dari seorang pejabat negara: “Musuh terbesar Pancasila itu adalah agama.” Pernyataan ini diucapkan oleh Prof. Dr. Yudian Wahyudi, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), pada Februari 2020. Tak ayal, ucapan tersebut menjadi api dalam sekam kebangsaan kita.

Bagaimana mungkin, di negeri yang konstitusinya menyebut “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sila pertama, agama dianggap sebagai ancaman terhadap ideologi negara? Pernyataan Yudian bukan sekadar blunder individual, melainkan gejala dari mentalitas baru rezim: ketakutan terhadap moralitas yang tidak bisa dikendalikan oleh kekuasaan.

Pancasila lahir dari rahim sejarah yang sarat nilai keagamaan. Para pendiri bangsa, dari Ki Bagus Hadikusumo hingga Wahid Hasyim, adalah tokoh agama yang memperjuangkan konsensus ideologis ini dengan darah dan air mata. Menuding agama sebagai “musuh” Pancasila berarti menolak sejarah itu sendiri.

Pasca-pencabutan organisasi Islam seperti HTI dan FPI, pemerintah tampak makin percaya diri memakai stempel “radikalisme” untuk membungkam suara-suara berbeda. Dakwah diawasi, ceramah disaring, bahkan kajian agama dicurigai. Semua dibungkus dengan retorika “menjaga Pancasila”.

Yudian Wahyudi seolah mewakili suara negara yang ingin mendudukkan Pancasila sebagai ideologi tunggal, steril dari nilai-nilai keagamaan, kecuali yang tunduk pada garis kekuasaan. Ironisnya, ini justru membajak semangat Pancasila itu sendiri: yang inklusif, dialogis, dan mempersatukan.

Agama memang bisa menjadi alat politik yang berbahaya jika dipelintir, tetapi bukan berarti agama itu sendiri adalah musuh. Yang berbahaya adalah kuasa yang takut pada moralitas, takut pada kritik yang datang dari suara langit. Negara yang paranoid terhadap agama sesungguhnya sedang kehilangan arah etisnya sendiri.

Pernyataan Yudian bukan sekadar kesalahan logika, tetapi refleksi dari cara pikir kekuasaan di era Jokowi. Sebuah kekuasaan yang terlalu nyaman dengan popularitas dan pembangunan fisik, tapi gelisah ketika diingatkan oleh nilai-nilai transenden.

Jika dibiarkan, narasi ini bisa menjadi doktrin baru yang merusak fondasi kehidupan berbangsa. Sekularisme otoriter—yang bukan netral terhadap agama, tetapi aktif mencurigai dan mengendalikan keyakinan—sedang merayap pelan-pelan ke dalam kebijakan dan pendidikan. Kita akan kehilangan arah sebagai bangsa yang ber-Tuhan.

Kita perlu mengingatkan negara: Pancasila bukan ideologi represif. Ia adalah ruang hidup yang subur bagi semua—termasuk agama. Jangan sekali-kali membenturkan Pancasila dengan agama, karena keduanya telah lama menyatu dalam nadi bangsa ini.

Jika negara bersikeras memusuhi agama, maka ia sedang memusuhi jati dirinya sendiri.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Pancasila Kehilangan Nilai Praksisnya

Next Post

Sindrom Bar Eskrim dan Budaya Buzzerisasi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya
Politik

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026
Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia
Politik

Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

July 4, 2026
Next Post
Sindrom Bar Eskrim dan Budaya Buzzerisasi

Sindrom Bar Eskrim dan Budaya Buzzerisasi

Membedah Absurditas Sidang Mediasi di PN Sorong

Membedah Absurditas Sidang Mediasi di PN Sorong

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026
Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

July 4, 2026
Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

July 4, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Membaca Langkah Catur Raja Juli Kembalikan Amplop Gratifikasi

July 3, 2026

REVISI UU NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT: UNTUK SIAPA?

July 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist