• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sindrom Bar Eskrim dan Budaya Buzzerisasi

Ali Syarief by Ali Syarief
June 1, 2025
in Feature, Komunitas
0
Sindrom Bar Eskrim dan Budaya Buzzerisasi
Share on FacebookShare on Twitter

Di republik ini, ada satu gejala yang semakin menular: Sindrom Bar Eskrim. Bukan karena orang mendadak ingin mendinginkan kepala dengan cemilan manis, melainkan karena banyak mulut kini bisu beku, hanya bisa mengutuk “hoaks” tapi tak mampu—atau tak mau—menyajikan kebenaran yang sesungguhnya. Dalam ruang publik yang makin sesak oleh opini berseragam, mereka lebih suka menuduh ketimbang menjelaskan.

Bar Eskrim—begitulah kami menyebutnya. Julukan itu berasal dari laku para pengguna media sosial, para penggiat politik, dan para komentator instan yang hanya bisa melontarkan satu kalimat sakti: “Itu hoaks!” Lalu berhenti di situ. Seolah ucapan itu sudah cukup untuk membungkam diskusi. Mereka seperti es krim dalam bar, tampak manis tapi cepat lumer ketika disorot lampu panas kebenaran.

Sialnya, sindrom ini menjalar bak epidemi. Media arus utama pun kadang ikut-ikutan. Berita dibantah sepihak, tapi bantahan itu sendiri tidak diverifikasi. “Klarifikasi” dari pihak berkuasa ditelan mentah-mentah, lalu diedarkan sebagai “narasi resmi”.

Celakanya, dalam ekosistem buzzerisasi, publik dipaksa tunduk pada logika satu arah: yang tak sejalan disebut hoaks; yang pro-penguasa dianggap sahih, meski datanya bolong-bolong. Kita hidup dalam zaman “kebenaran menurut yang berkuasa”—dan siapa pun yang menyodorkan fakta alternatif akan langsung diberi label: “disinformasi”, “fitnah”, “provokatif”, bahkan “radikal”.

Fenomena ini menunjukkan hilangnya nyali intelektual. Di masa silam, ketika Soe Hok Gie menulis kritiknya, ketika Arief Budiman menggugat ketidakadilan, mereka tak hanya menyebut yang salah, tapi juga menyodorkan data dan nalar. Sekarang? Kita kedodoran oleh para peniru suara yang hanya berani menyensor kenyataan dengan kata-kata busuk, bukan menyanggah dengan isi kepala.

Mereka yang ketularan sindrom Bar Eskrim sesungguhnya adalah korban dari rezim ketakutan dan kenyamanan. Takut kehilangan jabatan. Takut kehilangan akses. Takut disebut pembangkang. Maka yang dipilih adalah jalan termudah: membekukan mulut dengan tuduhan hoaks, tanpa pernah menghidangkan yang bukan hoaks.

Akhirnya, publik dibanjiri narasi sepihak, tanpa perbandingan. Orang lebih percaya pada “persepsi resmi” ketimbang kebenaran yang disusun dengan hati-hati dan verifikasi silang. Maka kita pun hidup dalam zaman kebenaran substitusi: hoaks atau tidak bukan lagi soal fakta, tapi soal siapa yang bicara.

Inilah tantangan zaman kita: membebaskan ruang publik dari beku mulut para Bar Eskrim. Sebab demokrasi hanya hidup jika suara berbeda bisa diperdebatkan, bukan dibekukan. Dan kebenaran, sebagaimana kata penyair, adalah apa yang tak bisa dibungkam—meski oleh berjuta buzzer sekalipun.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Di Era Jokowi, Lahir Pernyataan: “Musuh Pancasila Itu Agama”

Next Post

Membedah Absurditas Sidang Mediasi di PN Sorong

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa
Feature

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Next Post
Membedah Absurditas Sidang Mediasi di PN Sorong

Membedah Absurditas Sidang Mediasi di PN Sorong

Asap yang Mengaburkan Akal Sehat

Asap yang Mengaburkan Akal Sehat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...