• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Prabowo Terjangkit Sindrom Xenophobia

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 16, 2025
in Feature, Pojok KSP, Tokoh/Figur
0
Prabowo dan Politik Perdamaian Dunia: Menjawab Amanah Konstitusi di Sidang PBB ke-80
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Entah sudah berapa kali Prabowo Subianto melontarkan tuduhan ada pihak asing yang tak suka Indonesia maju dan kuat. Presiden RI itu sepertinya sudah terjangkit sindrom Xenophobia. Apa itu?

Xenophobia adalah rasa takut, tidak suka, curiga, atau benci yang berlebihan terhadap orang asing atau mereka yang dianggap berbeda (dari suku, budaya, agama, atau negara lain) yang dapat dimanifestasikan dalam sikap diskriminatif, penolakan, hingga permusuhan. Sindrom Xenophobia inilah yang saat ini sedang menjangkiti Prabowo. Betapa tidak?

Selain sudah beberapa kali melontarkan tuduhan asing tidak suka Indonesia maju dan kuat, salah satu keengganan Prabowo menetapkan status bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional konon adalah ia enggan menerima bantuan asing.

Pertanyaannya, mengapa Prabowo sampai terjangkit Xenophobia? Jangan-jangan itu hanya alibi atau kamuflase belaka. Tujuannya, untuk menutupi ketidakmampuaannya memimpin Indonesia, dan juga menyembunyikan sesuatu.

Sebab, Prabowo tidak asing dengan dunia asing. Pasca-lengsernya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998, Prabowo bahkan sempat kabur dan menetap puluhan tahun di Jordania.

Prabowo juga seorang pebisnis internasional. Mantan menantu mendiang Soeharto ini juga sempat menempuh pendidikan militer di Amerika Serikat. Baru setahun dua bulan menjabat Presiden, Prabowo juga sudah puluhan kali melaksanakan lawatan ke luar negeri.

Akan tetapi, mengapa Prabowo seperti terjangkit sindrom Xenophobia?

Bisa jadi sekadar kamuflase atau alibi semata untuk menutup-nutupi ketidakmampuannya memimpin Indonesia. Ia mencari kambing hitam. Dan paling mudah adalah menuduh pihak asing. Pihak asing itulah yang ia jadikan kambing hitam. Sebab tidak akan ada pihak asing yang membantah, karena Prabowo tidak menyebut nama.

Ya, bisa jadi itu kamuflase atau alibi. Termasuk keengganan Prabowo menetapkan seratus bencana Sumatera sebagai bencana nasional. Sebab konsekuensinya bantuan asing dan lembaga-lembaga asing bisa masuk ke lokasi bencana. Bila itu terjadi, bisa jadi topeng atau kedok Prabowo bisa terbuka.

Disebut, Prabowo punya usaha pengelolaan hutan di tiga kabupaten di Aceh. Termasuk di lokasi yang terkena bencana banjir bandang.

Jika lembaga-lembaga internasional atau orang asing masuk ke Aceh, maka bisa berbahaya. Lembaga-lembaga domestik bisa dibungkam. Tapi orang atau lembaga asing? Tidak! Contohnya Harrison Ford yang pada 2013 lalu turun ke hutan-hutan di Sumatera, bahkan sempat mewawancarai Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan saat itu, yang kemudian membuka mata dunia bahwa hutan di Taman Nasional Tisso Nelo sudah rusak parah; suatu hal yang coba ditutup-tutupi oleh Zulkifli.

Dus, Prabowo pura-pura terjangkit sindrom Xenophobia. Yang sesunggugnya terjadi adalah ia sedang mencari alibi dan kamuflase atas ketidakmampuannya memimpin Indonesia, dan juga untuk menutup-nutupi sesuatu. Akhirnya asing yang dijadikan kambing hitam.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sakit: Madrasah Sunyi tentang Syukur

Next Post

Negara yang Takut Bayangan: Xenophobia Prabowo, Paranoia Jokowi, dan Mitologi “Tokoh Ghaib”

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih

Negara yang Takut Bayangan: Xenophobia Prabowo, Paranoia Jokowi, dan Mitologi “Tokoh Ghaib”

Untuk Apa Hartamu?

Untuk Apa Hartamu?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...