• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Masih ingatkah kita akan kisah kuda Troya? Jika tidak ingat, cobalah cermati pengangkatan Ketut Sumedana sebagai Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), niscaya kita akan ingat kembali.

Dikutip dari sebuah sumber, kisah kuda Troya merupakan bagian penting dari epik sastra Odyssey karya Homerus.

Alkisah, merasa lelah setelah 10 tahun mengepung kota Troya tanpa hasil, akhirnya pasukan Yunani melancarkan aksi tipu muslihat yang sangat licik. Mereka berpura-pura menyerah dan berlayar pergi, namun meninggalkan patung kuda kayu raksasa yang di dalamnya telah diisi oleh prajurit-prajurit terbaik mereka.

Warga kota Troya yang mengira perang telah usai dan kuda itu adalah hadiah kemenangan, kemudian membawa benda tersebut ke dalam benteng pertahanan mereka. Pada malam hari, para prajurit Yunani keluar dari dalam kuda, membuka gerbang kota untuk pasukan mereka, dan akhirnya menghancurkan kota Troya.

Demikianlah. Pengangkatan Ketut Sumedana sebagai Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN pun tak bisa dilepaskan dari analogi kuda Troya itu.

Pengangkatan Ketut tak bisa dilepaskan dari dinamika “perang Bharatayuda” antara Kejaksaan Agung versus Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketut Sumedana ditengarai sebagai kuda Troya yang sengaja “diselundupkan” Jaksa Agung St Burhanuddin ke BGN.

Ketut Sumedana adalah mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung yang menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali dan kemudian Kajati Sumatera Selatan. Pengangkatan Ketut Sumedana ini atas usulan Jaksa Agung St Burhanuddin kepada Presiden Prabowo Subianto.

Usai pengangkatan, Ketut langsung mengunjungi Kejagung, Rabu (23/7/2026). Ia mengaku bertemu dengan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi. Tapi, katanya, hanya untuk sekadar silaturahmi dengan kolega seangkatannya itu, bukan untuk mengintervensi perkara korupsi di BGN yang kini sedang ditangani Kejagung.

Namun, katanya, bahan penyidikan di Kejagung akan dia gunakan untuk bahan perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN.

Sejauh ini Kejagung telah menetapkan sejumlah tersangka korupsi di BGN, di antaranya mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan dua Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewijk Pusung. Belakangan, Kejagung juga menetapkan Deputi Kepala BGN, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, sebagai tersangka korupsi tata kelola program MBG di BGN.

Sony Sonjaya adalah mantan perwira tinggi Polri berpangkat inspektur jenderal. Sedangkan Lalu Muhammad adalah perwira tinggi Polri aktif berpangkat brigadir jenderal.

Penetapan tersangka Sony Sonjaya itulah yang disinyalir sebagai pemicu “perang Bharatayuda” antara Kejagung dan Polri.

Apalagi, Kejagung juga menginstruksikan seluruh Kejaksaan Tinggi di Indonesia untuk menginventarisasi segala persoalan yang muncul di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah masing-masing.

Polri kemudian melakukan serangan balik. De Clan Cafe Signatur dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, yang diduga terafiliasi dengan Febrie Adriansyah, saat itu Jampidsus Kejagung, digeledah dan ditemukan uang tunai 67 miliar rupiah.

Penggeledahan juga dilakukan Polri di rumah mewah Febrie di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, dan ditemukan uang tunai 476 miliar rupiah serta 74 kilogram emas batangan. Febrie pun ditetapkan sebagai tersangka korupsi dan pencucian uang.

“Perang Bharatayuda” Kejagung vs Polri kemudian dilerai Presiden Prabowo Subianto setelah melalui Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung St Burhanuddin diduga merengek, sehingga akhirnya berkas perkara Febrie yang belum lengkap atau P21 itu diserahkan Polri ke Kejagung. Kejagung pun bisa melokalisir perkara Febrie agar tidak merembet ke mana-mana, ke Jaksa Agung misalnya.

Setelah itu, Kejagung mencabut instruksi sebelumnya, dan memerintahkan seluruh Kejati di Indonesia agar berhenti menginventarisasi segala persoalan yang muncul di SPPG wilayah masing-masing.

Polri aman. Kejagung pun aman. Mungkin agar merasa lebih aman, Jaksa Agung pun “menyelundupkan” Ketut Sumedana sebagai kuda Troya di BGN.

Di BGN, tugas Ketut adalah melakukan pengawasan. Termasuk pengawasan terhadap 1.500 SPPG yang dikelola Polri. Apalagi tahun ini Polri akan menambah 1.500 SPPG lagi sehingga nanti total akan ada 3.000 SPPG yang dikelola Polri.

Di sisi lain, Ketut juga bisa “main mata” dengan Kejagung agar perkara korupsi di BGN tidak merembet ke mana-mana. Ke Nanik Sudaryati Deyang, misalnya.

Nanik adalah mantan Wakil Kepala BGN yang kemudian diangkat oleh Prabowo menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang tersandung kasus korupsi.

Belum genap dua bulan menjabat, Rabu (22/7/2026), Nanik mengundurkan diri. Dalihnya, sakit jantung dan harus berobat ke luar negeri.

Tapi itu alasan formal. Alasan sesungguhnya barangkali adalah disuruh Prabowo untuk mundur karena ia akan diperiksa oleh Kejagung.

Nanik adalah pimpinan BGN yang satu paket dengan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewijk Pusung. Dari paket ini, hanya Nanik yang tidak menjadi tersangka. Padahal menurut kuasa hukum Sony, Nanik juga diduga terlibat dalam pusaran kasus korupsi di BGN.

Dus, pengangkatan Ketut Sumedana disinyalir merupakan kelanjutan dari Bharatayuda antara Kejagung vs Polri. Polri mengelola 3.000 SPPG, Ketut mengawasinya.

Di sisi lain, Ketut juga bisa main mata dengan Kejagung agar perkara korupsi di BGN tidak merembet ke mana-mana, ke Nanik S Deyang misalnya. Toh dia sudah mundur.

Dus, ada peran ganda Ketut Sumedana sebagai kuda Troya di BGN. Pertama, mengawasi SPPG, termasuk milik Polri. Kedua, melokalisir perkara korupsi di BGN. Benarkah?

Kita tunggu saja tanggal mainnya. Jika Nanik S Deyang tidak sampai menjadi tersangka, barangkali asumsi semacam itu menemukan relevansinya. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

Next Post

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029
Feature

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya
Feature

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Next Post

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...